Hari ini adalah Wendy
Ruang Latihan


Seulgi dengan penuh antusias mengamati sekeliling ruang latihan yang baru saja didekorasi, mencoba memeriksa apakah semuanya sudah sesuai tempatnya.


Seulgi
“Yerim-ah, periksa tempat di dekat pintu. Kurasa air tumpah di sana waktu manajer oppa datang. Berbahaya kalau Wannie menginjaknya nanti.”


Yeri
“Eh? Aku masih belum selesai memperbaiki kabel mikrofon di sini!! Joy unnie, kamu saja yang kerjakan!”

Baik Seulgi maupun Yeri menoleh ke teman mereka yang paling tinggi, yang sedang sibuk membersihkan cermin sekuat tenaga.


Joy
“Ah, serius!!! Kenapa noda ini nggak bisa hilang???? Seungwan unnie harus bisa melihat dengan jelas saat menari nanti!”


Yeri
“Unnie, biarkan saja itu dan bersihkan lantai dulu. Seulgi unnie bilang ada air tumpah di sana.”


Joy
"AIR?!!!!"


Joy
“Seungwonnie bisa terpeleset! Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal?”

Joy buru-buru berlari melintasi ruangan dan langsung menemukan tumpahan air tersebut. Tak lupa, ia mengambil 4 handuk untuk mengeringkan tempat itu.

Saat mereka hampir menyelesaikan tugas, ponsel Seulgi menyala. Nama pemimpin mereka muncul di layar beserta sebuah pesan.


Irene
“Yah Seulgi-ya. Seungwan dan aku di bawah, di mana kau dan para maknae?”

Mata sipit itu sedikit melebar karena terkejut.


Seulgi
“JOOHYUN UNNIE BILANG MEREKA ADA DI BAWAH!”


Joy
“APA??? KURASA KITA MASIH PUNYA WAKTU 30 MENIT?!!”

Seulgi dan Joy terus panik. Mereka berlarian panik mengelilingi ruangan untuk melakukan pengecekan terakhir apakah semuanya sudah pada tempatnya.


Yeri
“Unnies, tenanglah. Kurasa kita sudah selesai untuk hari ini. Lagipula semuanya sudah beres.”

Keduanya pun duduk di samping teman termuda mereka. Mereka menghela napas lega sambil menatap hasil kerja mereka di ruang latihan.

Balon-balon yang disusun Seulgi sebelumnya yang membentuk tulisan “WENDY” ditempatkan dengan sempurna di dinding tepat di atas sofa kecil.

Pita-pita biru yang menghiasi sisi-sisi ruangan juga ditempatkan dengan sempurna di tempat yang tinggi berkat tinggi badan Joy.

Di sisi lain, Yeri memperhatikan makanan-makanan yang telah ia tata rapi di atas meja kecil di depan mereka. Semuanya adalah makanan favorit Wendy.


Yeri
“AAHHHH!!!!!”