Tsundere dan Dajeongbos
S2 SUMMER_15 [Hiccup] - (Ya)



Sejak hari itu, Woojin dan Donghyun selalu mengikuti Ji-eun ke mana pun mereka punya kesempatan.



(Suara gemerisik semak)


์ด์ง์
...


(Bushuruk)


์ด์ง์
(suara mendesing-)


๊น๋ํ
๐ถ Oh, aku ketahuan (gumam)




์ด์ง์
di bawah...


์ด์ง์
Donghyun... bukankah kamu akan pergi ke sekolah?


๊น๋ํ
Uh...uh?


๊น๋ํ
Aku mau ke sekolah! Aku berangkat sekarang... Ya...


์ด์ง์
Astaga... Sungguh... Apa-apaan ini...


์ด์ง์
Apakah kamu tidak lelah?

Saat aku berjalan di jalan seperti ini

atau






์ด์ง์
Tidak, sungguh, begini ceritanya...


์ต์ ๋
Uh...tapi kenapa kau membawanya ke sini?


์ด์ง์
Hah?


์ต์ ๋
Pria itu


์ด์ง์
Pria itu?


์ด์ง์
Siapa...




๋ฐ์ฐ์ง
!



๋ฐ์ฐ์ง
Ehem...๐


์ด์ง์
Ha... sungguh, Park Woojin, bajingan itu...


์ด์ง์
Hai!


์ด์ง์
Apakah kamu berpikir kamu tidak akan terlihat jika bersembunyi seperti itu karena ukuran tubuhmu?


์ด์ง์
Berhentilah mengejarku!!!!



์ต์ ๋
Ada apa dengan mereka akhir-akhir ini? Mereka terus mengikutimu ke mana-mana.


์ด์ง์
Aku sangat bosan, sungguh...

Saat aku datang ke kafe bersama Yuna setelah sekian lama

Selain itu, jika Anda perhatikan dengan saksama tempat-tempat yang dikunjungi penulis, Dong-Hyeon dan Woo-Jin selalu bersembunyi di sana.





Penulis yang menghabiskan hari-hari itu

Aku sedang berjalan pulang dari sekolah setelah seharian seperti hari-hari lainnya.

Aku mendengar suara-suara lagi


(Jeongbuk)

(Jeongbuk-)


Setiap kali aku mendengar suara, aku menoleh ke belakang dan melihat Donghyun dan Woojin.

Ji-eun merasa tidak nyaman karena mereka mengikutinya ke mana-mana, dan kali ini dia benar-benar marah, menghela napas, mengumpat, lalu berbalik.


์ด์ง์
setelah...


์ด์ง์
Dasar kalian bajingan, aku sangat takut di malam hari...


์ด์ง์
Hah?!

?/ํ์ํ ์ญ
Mama...



์ ์
Hai Ji-eun.. haha


์ด์ง์
Ya


์ ์
ใ ใ ใ


์ด์ง์
Ya


์ ์
Ya?


์ด์ง์
Hib!


์ ์
ke?


์ด์ง์
Hib!


์ด์ง์
Oh, ada apa, Nak...? Hehe!


์ ์
Fiuh...


์ด์ง์
Tidak, oppa, kenapa kau tertawa... Hehe!


์ ์
Fiuh!


์ ์
Apakah kamu baik-baik saja?


์ด์ง์
Ya, hib! Aku sedikit terkejut, hib!


์ ์
Ah, lucu sekali lol


์ ์
Aku akan mengambil air sebentar. Duduk saja di sini dan tunggu.


์ด์ง์
Nomor...


Saat aku menoleh, aku terkejut melihat seseorang yang tak pernah kubayangkan ada di sana.

Aku sangat terkejut sampai aku mulai cegukan.

Saya menoleh ke belakang dan mengumpat, jadi saya pikir manajemen gambar saya berantakan.


์ด์ง์
Astaga...


์ด์ง์
Hib!

Bahkan dalam situasi seperti itu, terdapat konsensus akademis bahwa cegukan penulis tidak berhenti.


โข โข โข



์ ์
Di Sini!


์ด์ง์
Oh, terima kasih banyak!


์ด์ง์
(Meneguk)


์ด์ง์
setelah...


์ด์ง์
Saya rasa sekarang sudah berhenti!!


์ ์
Sungguh?


์ ์
Haha, itu melegakan.


์ด์ง์
Tapi apakah kamu berlari dan kembali?


์ ์
...Hah?


์ ์
Mengapa demikian?


์ด์ง์
Tidak, lokasinya hanya terlalu jauh dari minimarket.


์ด์ง์
Kamu kembali lebih cepat dari yang diperkirakan.


์ ์
Uh...aku berjalan cepat...


์ ์
Langkah cepat...


์ด์ง์
...


์ด์ง์
Kurasa akan lebih baik jika kau tidak berbohong, oppa.


์ ์
Hah...kenapa?


์ด์ง์
Hanya... karena kamu sangat imut?


์ ์
Oh...


์ด์ง์
๐


์ ์
Apa-apaan ini...///Kenapa kamu tertawa seperti itu...


์ด์ง์
Bukan apa-apa!


์ด์ง์
Bukankah kau di sini untuk membawaku pergi?


์ ์
Ah...benar sekali!


์ ์
Aku akan mengantarmu ke sana


์ ์
Ayo pergi, Ji-eun


์ด์ง์
iya kakak




Maaf ya teman-teman!! Sudah terlambat ๐ญ

Minggu lalu aku punya banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan sampai aku hampir gila ใ ใ

Aku minta maaf ใ ^ใ
