hari W

Kemarin

Jin image

Jin

- Apa yang kau lakukan di sini, Seoah? Kau tak pernah menikmati bar kuno dan tak terkenal ini, bukan berarti aku mengajakmu menemaniku ke sini.

Seoah image

Seoah

- Aku bukan lagi wanita polos yang dulu pernah kau kencani

Jin image

Jin

- Lucu sekali mendengarnya dari mulutmu, sekarang cari orang lain untuk dilecehkan.

Seoah image

Seoah

- Jangan bersikap kasar, aku tidak melakukan apa pun padamu... dan mengapa kau begitu kesepian?

Jin image

Jin

- Aku cuma pengen keluar sebentar setelah karantina, aku bosan di rumah.

Seoah image

Seoah

- kalau begitu mari kita minum bersama, satu botol lagi di sini, tolong!

Jin image

Jin

- Minumlah perlahan atau kau ingin berakhir di rumah sakit?

Seoah image

Seoah

- Kau sama sekali tidak mengenalku... apa yang seharusnya diketahui anak baik sepertimu tentang kehidupan dan penderitaan?

Jin image

Jin

*Dia benar-benar mabuk* - Ini, cobalah, ini enak sekali

Seoah image

Seoah

- Daging babi? Kamu tidak mampu membayar untuk hidangan yang lebih baik? Bahkan untukku pun tidak?

Jin image

Jin

- Seoah... ini bar, bukan restoran, mereka punya menu kecil dan rasanya enak banget, aku sudah pernah coba.

Seoah image

Seoah

- Apa yang kamu lakukan di sini? Kenapa kamu tidak seharusnya sibuk?

Jin image

Jin

- Kami memutuskan untuk berlibur lebih lama kali ini, dan saya akan segera mengunjungi keluarga saya. Makan lebih banyak...

Seoah image

Seoah

- Maksudmu orang tuamu? Ibumu membenciku

Jin image

Jin

- Dia tidak pernah membenci siapa pun sepanjang hidupnya. Dia hanya berpikir kamu bukan orang yang tepat untukku.

Seoah image

Seoah

- tatap aku dan katakan padaku tipe wanita seperti apa yang dia inginkan untukmu.

Jin image

Jin

- hanya seseorang yang mencintaiku dengan cara yang sama seperti orang tuaku saling mencintai, atau bahkan lebih baik... kau tahu, cinta adalah hal yang sangat subjektif.

Seoah image

Seoah

-ㅋㅋㅋㅋㅋ...konyol sekali

Jin image

Jin

- Kurasa sebaiknya kau pulang saja. Kau benar-benar mabuk.

Seoah image

Seoah

- Rumah yang mana? Aku tidak punya rumah untuk kembali.

Jin image

Jin

- Maksudmu apartemenmu? Kalau begitu, kembalilah ke rumah ibumu, dia akan selalu menerimamu.

Seoah image

Seoah

- Ibuku?... Apa kau gila?... Itu tempat pertama yang akan dia cari jika dia belum membunuhnya.

Jin image

Jin

- Apa yang kau bicarakan, Seoah? Apa... Seoah... apa tanda-tanda itu? Dari mana kau...???

- Seoah, itu gang buntu...

Seoah image

Seoah

- Aku tahu apa yang aku lakukan! Tinggalkan aku!

Jin image

Jin

Dia membuat keributan di jalanan jadi aku membiarkannya saja, tapi dia akhirnya jatuh ke lantai karena terlalu mabuk, bahkan tidak bisa diam sendiri.

Seoah image

Seoah

- Bawa aku ke rumahmu jika kamu ingin membantuku!

Jin image

Jin

- Ssst... kita berada di tengah jalan, Seoah. Aku akan membantumu, oke?

Seoah image

Seoah

-mmmm.... itulah mengapa aku mencintaimu... kau tak bisa membiarkanku menderita... Seokj/

Jin image

Jin

- shhh...

Jin image

Jin

- Taksi! Kemarilah!

Jin image

Jin

Aku mencoba membayangkan tempat yang indah dan mengistirahatkan mataku sejenak... tetapi kenyataan yang kualami sangat berbeda.

Jin image

Jin

* Kami menyewa kamar untuk Seoah di Hotel Four Seasons, kita semua tahu jika kita menginginkan privasi, kita harus membayar harga yang mahal untuk sebuah kamar.

Seoah image

Seoah

- Kamu harus coba kamar mandi ini... ahhh, nyaman dan luas sekali

Jin image

Jin

- Keluarlah dari sana agar aku bisa pulang dan tahu kau tidak tenggelam di bak mandi. Sudah larut...

Seoah image

Seoah

Aku tak bisa membuatnya tinggal... tapi untuk sekarang... aku akan menikmati kebaikannya, membayarkan tempat untukku...

Seoah image

Seoah

* Kemewahan yang memang pantas kudapatkan... Jika aku berusaha lebih keras, mungkin dia bisa memindahkanku ke suite yang lebih besar atau lebih baik lagi... bersamanya...