(X)EXO [Chanbaek]
08


# Bunyi bip bip bip bip

# Dentang, dentuman



SUHO
"Semuanya duduk, mari kita bicara."

- Junmyeon mengumpulkan para anggota di ruang tamu.


SUHO
"...Pertama-tama, sebagai seorang pemimpin, saya minta maaf karena tidak mampu menghentikanmu... Seharusnya saya bisa berbuat lebih baik..."


SUHØ
"Kau sudah melakukan yang terbaik, aku tidak bisa. Maafkan aku... Menjadi seorang pemimpin berarti berjuang bersama..."


CHANYEOL
"Aku minta maaf karena telah memukulmu."


SUHØ
"Itu sudah benar, jangan minta maaf untuk itu."


CHANYEOL
"Dan X Chanyeol... Maafkan aku, sungguh... Jika tidak berhasil, kau bisa memukulku sekali saja.."


CHANYEØL
"Oke, kalau aku memukulmu, kamu akan hancur."


KAI
"...X Guardian... Maafkan aku karena membantahmu..."


SUHØ
"Tidak, aku terlalu sensitif. Maaf..."


KAI
"Tidak, tidak... Tidak apa-apa... Dan X-Kai... Maafkan aku karena berbicara kasar..."



KÄI
"..."

- X-Kai menyeka air matanya dan mengangkat kepalanya.


KÄI
"...Aku minta maaf...karena telah memukulmu..."

- Dia berbicara dengan suara gemetar.


KAI
"..."

- Jong-in memeluk dan menepuk X-Kai seperti itu.


KAI
"Hei~ Kenapa kamu menangis? Apakah kamu khawatir dengan Jongdae hyung?"


KÄI
"...Ugh... Ugh... Ugh..."

- X-Kai akhirnya menangis tersedu-sedu, air mata yang selama ini ditahannya pun mengalir deras.


BAËKHYUN
"Hei~ Kai kita, kamu cengeng sekali, ya?"


SEHÜN
"Benar ㅋㅋㅋㅋㅋ Saat X menangis, muncul tanduk di keningnya, hyung ㅋㅋ"


SEHUN
"Apakah kamu percaya padaku? LOL"


CHËN
"Hyung, apakah kamu senang kalau aku menggodamu? LOL"


SUHØ
"Pokoknya...haha"

- Tak lama kemudian, X-Kaido berhenti menangis dan tersenyum.


KÄI
"Fiuh...lol"


SUHO
"Oke, ayo kita pergi sekarang. Kamu pasti lelah."

- Mendengar kata-kata itu, mereka memasuki ruangan satu per satu.

/ Kamar X Chan-baek


BAËKHYUN
"Mengapa kamu menggunakan lampu tadi?"


CHANYEØL
" Maaf.. "


BAËKHYUN
"Kamu berjanji tidak akan menggunakannya, kan?"

- dan menangkup pipi X Chanyeol dengan tangannya.


CHANYEØL
"Fiuh... tanganmu cantik sekali."

- Aku meraih tangan Baekhyun yang kuletakkan di pipiku, dan seluruh telapak tangannya memerah.


CHANYEØL
"...ada apa dengan tanganmu?"


BAËKHYUN
"Hah? Oh, uh... panas sekali..."

- dan dengan canggung mengipas-ngipas dirinya dengan tangannya.

# Tak

- X Chanyeol meraih pergelangan tangan Baekhyun.


CHANYEØL
"Bicaralah dengan sopan, kenapa kamu seperti itu?"


BAËKHYUN
"..."


CHANYEØL
"Tidak mungkin... Kamu mengatakan itu karena tadi kamu memegang tanganku?"

- Kurasa itu karena aku menggenggam tinju Chanyeol yang tadi terasa panas.


BAËKHYUN
"...Tapi, tapi... Ini bukan salahmu!... Sungguh..."

- X Baekhyun sedang memperhatikan ekspresi X Chanyeol.



CHANYEØL
" ...Maaf.. "


BAËKHYUN
"...Ck... Kau tahu aku benci mengatakan itu..."

- X Baekhyun memeluk X Chanyeol dan menepuknya.


BAËKHYUN
"Besok akan baik-baik saja. Jika tidak, aku akan bertanya pada Ray-hyung."


CHANYEØL
"...huh..."


BAËKHYUN
"Haruskah aku berhenti tidur?"


CHANYEØL
" ...Oke, "

- X Baekhyun memadamkan api dengan kekuatan supernya.

# Tak



BAËKHYUN
"Selamat malam, Chanyeol."

# samping