Solo un amico per te

Tempo di qualità

Hallo!! Maaf banget aku lama gak aktif lagi di sini 😭 tugas rl ku banyak bangett huee mau nangis :"

Oke, mulai sekarang aku bakal lanjutin cerita lagi karena udah lumayan senggang. Masih mau baca cerita hyunsuk sama youra kan? Wkwk

_____________________



Akhir pekan ini hyunsuk sangat bosan di kontrakannya. Mana gak ada jadwal nonton liga eropa. Main game terus juga bikin mata perih. Dia pengin pergi ke suatu tempat yang bisa bikin fresh lagi. Hyunsuk pun punya ide, segera ia mengambil ponselnya di atas kasur untuk menelpon Youra.

Beberapa detik kemudian, panggilannya terhubung dengan gadis di seberang sana.

"Apaan?"

"Buset galak banget?" Hyunsuk tertawa.

"Hehe sorry sorry." Demi apapun mendengar Hyunsuk tertawa di pagi hari ini rasanya bikin Youra langsung naik mood-nya.

"Emang ada apa sih? Tumben banget pagi-pagi hari libur gini lo udah nelpon? Biasanya juga masih molor?"

"Gue pengin jalan-jalan, Ra."

"Hah? Nggak salah?"

"Ya enggak lah. Gue pengin ke TNGGP. Yuk?"

"Lo ngajak gue?"

"Ya udah nggak jadi. Gue tutup ya telponnya?"

"Ehh... ntar dulu! Ih nyebelin lo! Belum juga gue jawab."

"Gue tau lo nggak bakal nolak sih."

"Hehehehehe."

"Ketawa lagi."

"Yuk, kapan?" Tanya Youra setelah meredakan tawanya.

"Sekarang lah."

"Gue belum mandi Hyunsuk!!"

"Ya udah sana mandi. Setengah jam lagi gue ke kos lo."

"Oke bos!"

Benar sekali. Setengah jam kemudian Hyunsuk sudah nangkring di motor trailnya sambil nungguin Youra. Beberapa saat kemudian gadis itu keluar dengan memakai jaket semi parka warna army yang menambah kesan keren sekaligus cantik di mata Hyunsuk. Entah kenapa Hyunsuk suka dengan gaya andalan Youra yang mengenakan outfit sederhana macam itu, tetapi tetap terlihat elegan.

"Yuk! Gue udah siap nih. Mau ke TNGGP kan kita?" Kata Youra bersemangat.

"Gue berubah pikiran, Ra. Kayaknya kita ke perpusnas aja deh. Ngerjain skripsi."

"Perpusnas tutup bego! Lo mau ngibulin gue? Sorry ya gue masih lebih pinter dari lo. Cepet jalan!" Kata Youra yang segera menaiki motor Hyunsuk.

Cowok itupun hanya bisa terpingkal-pingkal mendengar ucapan Youra.

---

Akhirnya Hyunsuk dan Youra sampai di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang berada di Sukabumi. Youra dan Hyunsuk berjalan memasuki obyek wisata Situ Gunung Suspension Bridge. Keduanya mengambah jembatan itu sambil berfoto ria menggunakan kamera yang dikalungi Hyunsuk. Youra merentangkan tangannya untuk menikmati udara dingin khas pegunungan.

"Suka nggak, Ra?"

"Banget, Hyun. Kok lo tau tempat kayak gini sih?"

"Gue tiap jenuh atau ngerasa bosen suka jalan-jalan ke pegunungan, Ra. Yaa, tau tempat ini karena ada maps." Hyunsuk tertawa.

"Nggak salah sih."

"Ra, foto bareng yuk?" Ajak Hyunsuk sambil menarik tangan Youra hingga gadis itu mendekat.

Tangan Hyunsuk merangkul pundak Youra, ia mengarahkan kameranya untuk mengambil foto bersama. Youra terlalu kaget dengan tingkah Hyunsuk yang mendadak seperti ini. Sehingga gadis itu melihat kamera hanya dengan ekspresi cengo ketika Hyunsuk membidiknya.

Laki-laki itu pun menurunkan kameranya untuk melihat hasil foto. Tawanya pecah seketika.

"Kok wajah lo gini sih, Ra? Lucu banget kayak bayi."

"Hah? Mana?" Youra mendekatkan wajahnya melihat hasil foto itu.

"Ih gue belum siap juga, langsung main jepret aja lo!" Kesalnya seraya memukul bahu Hyunsuk.

"Nggak apa-apa kok, tetep cantik. Yuk jalan lagi ke sana." Kata Hyunsuk sambil menggenggam tangan Youra.

Entahlah sudah seperti apa perasaan Youra sekarang. Dia ingin terjun bebas aja rasanya.

Keduanya lanjut melihat pemandangan yang terhampar di depan mereka, bukit-bukit yang hijau. Sesekali ada burung yang terbang di atas mereka. Membuat hari ini menjadi hari yang paling bahagia untuk Youra. Ia senang bisa menghabiskan waktu bersama orang yang disukainya. Kadang Youra bertanya, sebenarnya Hyunsuk itu lagi suka sama siapa sekarang? Kenapa dia nggak pernah ingin bercerita pada Youra?

Hingga sore hari sebelum mereka kembali ke Jakarta, Hyunsuk memilih mampir ke Bukit Alesano yang berada di kota Bogor. Benar-benar, hari ini Youra udah diajak Hyunsuk menjelajah beberapa tempat wisata di pegunungan. Youra rasa, ia tidak memiliki alasan untuk tidak bahagia selama ia berteman dengan Choi Hyunsuk.

Sore menjelang malam, keduanya duduk di tepian bukit sembari menatap matahari tenggelam. Beberapa menit hanya ada suara angin yang bertiup serta sayup-sayup pengunjung lain yang sedang sibuk dengan dunianya sendiri.

Youra diam-diam menatap Hyunsuk yang masih saja diam menatap pemandangan di depannya sambil menyilangkan tangannya di lutut.

"Hyunsuk, gue boleh nanya sesuatu nggak?" Tanya Youra tiba-tiba.

Hyunsuk menoleh, "Boleh, mau nanya apa?"

"Lo kenapa nggak pernah mau cerita sama gue tentang orang yang lo suka? Apa gue belum bisa dipercaya sama lo ya?"

Hyunsuk mendenguskan tawa.

"Ya nggak gitu, Ra. Lo udah gue percaya. Lo itu temen gue yang akan selalu gue percaya sampai kapanpun."

"Terus? Kenapa lo nggak mau cerita?"

"Belum saatnya lo tau, Ra."

"Ya terus sampai kapan, Hyunsuk? Gue cuma mau tau doang kok."

Biar gue juga bisa sadar posisi gue, jadi gue akan berhenti suka sama lo, Hyunsuk.

"Ya udah iya, besok gue bakal kenalin ke lo orangnya." Ujar Hyunsuk pada akhirnya.

Gadis itu pun tersenyum sambil mengangguk. Walaupun ada rasa tidak siap, mau bagaimana pun juga Youra sendiri yang minta. Maka ia harus menanggung segala risikonya.

"Ra, lo suka senja nggak?" Tanya Hyunsuk.

"Suka. Soalnya kata gue senja itu indah."

"Lo pernah mikir nggak kalau senja berakhir, dunia jadi nggak indah lagi?"

"Enggak juga, kan masih ada malam. Dimana lo bisa lihat bintang. Dan bintang yang lo lihat itu juga menurut gue masih bisa bikin dunia tetep indah."

"Tapi gue takut kalau senja pergi, Ra. Gue takut nggak bisa lihat dia lagi besok."

Youra bingung saat menatap mata Hyunsuk. Ia ingin mencari tahu apa makna perkataan laki-laki itu. Apa yang sebenarnya ingin Hyunsuk katakan?

"Gue akan nemenin lo, biar lo nggak takut lagi. Ayo kita liat senja sampai ribuan kali selama kita masih sama-sama, Hyun. Selama gue masih jadi temen lo."

Hyunsuk tersenyum. Demi apapun, itu senyum terindah yang pernah Youra lihat ketika bersama Hyunsuk. Bahkan mungkin lebih indah senyum Hyunsuk daripada senja saat ini.

Jujur Youra sudah ingin menangis sekarang, tetapi tiba bisa. Youra berharap Hyunsuk tahu perasaannya. Tetapi sepertinya itu tidak mungkin.

photo

cr : pinterest

----





Gimana lanjutan ceritanya? Maaf yaa, aku bikin ff ini latarnya lokal wkwk jadi kalau ada yang gak nyaman aku minta maaf banget 🥺



JANGAN LUPA KUMPULIN VOTE DI SINI YAA!

VOTE DI SMA JUGA (VOTENYA TIAP HARI 10x)

VOTE DI GDA JUGA

BIAR KITA BISA KASIH PIALA ROTY LAGI BUAT TREASURE 💎


SEMANGAT VOTE DAN STREAMING 🥰

stay healthy teume ❤