Bạn thân hoặc bạn trai

06

"Woo, coba pake ini deh," Aera menyodorkan kostum yang berbentuk penguin kepada Jeongwoo.

Mereka saat ini sedang berada dipusat perbelanjaan, karena mendadak Aera ingin berbelanja atau hanya sekedar berkeliling disana.

Jeongwoo menggeleng, "Ah gak mau, yang bener aja masa gue pake begituan?" 

"Cepet cobain, ini lucu tauu," Aera memaksa Jeongwoo menggunakan kostum penguin pilihannya.

Jeongwo mendengus, mau tak mau ia mencobanya, karena pikir Jeongwoo mood Aera akan lebih baik setelahnya.

"Iya - iya gue cobain nih, gue ke fitting room dulu ya,"  

"asikkk, gih hush hush! gue tunggu,"

Jeongwoo berjalan dengan pasrah, karena ia sudah tidak memikirkan harga dirinya mau ditaruh mana setelah pakai kostum penguin itu.

"Permisi kak, dari toko kami menawarkan jasa untuk make up lukis karena kakak telah memilih kostum penguin yang mendapatkan free voucher," 

Seorang pegawai disana menawarkan jasa kepada Aera, Aera pikir jika Jeongwoo di make up lukis akan lebih lucu nantinya.

"Boleh deh mbak ke temen saya, tapi dibikin mirip pengsoo karakter penguin dari korea ya," ujar Aera, menunjukkan foto karakter kartun yang ia maksutkan dan diikuti anggukan.

Kemudian Aera membisikkan ditelinga pegawai itu, "Kalo bisa dibikin lucu aja ya mbak," bisik Aera dan tepat saat Jeongwoo datang.

"Aaaa cocok banget," 

"Puas lo, ini gue udah gak ada urat malu lagi. Kabarin emak bapak gue, kalo gue gak pulang berarti gue lagi cari jati diri,"

Aera tertawa mendengar ocehan dari Jeongwoo yang terkadang nyeleneh tapi dapat membuatnya senang setelah mendengarnya.

"Ehh, ada apa lagi ini?" Jeongwoo melihat mbak - mbak pegawai mendekatinya dengan membawa sekotak make up lukis.

"Biar gak setengah - setengah, muka lo dilukis juga ya Woo?" 

Jeongwoo shock, "Hah?! Gak gue gak mau udah butek makin butek gue ntar," tolak Jeongwoo mentah - mentah.

Aera mengayunkan tangan Jeongwoo dan memasang muka memohon dengan puppy eyes andalan Aera, yang sebenarnya gadis itu geli sendiri untuk melakukannya.

"Jeongwoo ayoo dong mau, janji deh abis ini gue traktir makan," 

Jeongwoo meskipun diem - diem punya dendam kesumat sama Aera karena sering membullynya, akan lemah jika melihat Aera memohon kepadanya.

"Iya dehh, tapi janji beliin gue makan ya?!" 

Aera mengangguk antusias, "Siap! uuu makasih Jeongwoo-yaa,"

Jeongwoo tersenyum melihat Aera tersenyum, sesimpel itu buat bikin Aera bahagia. Jeongwoo hanya ingin selalu menjaga senyuman milik Aera dan tidak akan membiarkan siapapun membuat senyuman itu luntur.

"Mari mas saya antar ke meja rias," 

Jeongwoo dan Aera berjalan membuntuti mbak pegawai yang akan melukis wajah Jeongwoo nantinya. Jeongwoo masuk ke dalam sedangkan Aera memilih untuk menunggu diluar.

Sekitar 25 menitan, make up lukis gratis yang diterima Jeongwoo pun selesai. Jeongwoo keluar dengan wajah sedikit masam setelah melihat hasilnya dicermin. Masih tampak buluk seperti biasa, pikirnya.

"Ra, udah jadi nih," Aera yang tadinya sibuk scroll tiktok mendongak setelah namanya dipanggil dan sudah bisa ditebak reaksi apa yang diberikan Aera?

"AHAHA JEONGWOO MUKA LO," seru Aera diikuti gelak tawa darinya dan mbak pegawai yang melukisnya pun ikut tertawa diam - diam.

"Tuhkan lo mah,"

Aera menahan perutnya yang sakit sebab menertawakan wajah Jeongwoo yang menurutnya menggemaskan.

"Engga engga, gemesin banget bayi gue nih," Aera menguyel Jeongwoo layaknya sedang memainkan slime.

Aera mengeluarkan ponselnya dan bersiap untuk memotret wajah Jeongwoo untuk diabadikan.

"Eh ngapain pake difoto Raaaa," Jeongwoo menutup wajahnya menggunakan tangannya namun ditepis oleh Aera.

"Buat kenang - kenangan Woo, sapa tau manjur buat ngusir setan dirumah gue," 

"Maksut lo?!" pekik Jeongwoo, Aera terkekeh suka sekali menjahili Jeongwoo yang notabenenya tukang ngegas.

"Udah sini gue foto, ayo pose ganteng Woo," 

Aera lagi - lagi tertawa, bukannya menunjukan sisi kegantengannya tapi Jeongwoo berpose dengan muka aib yang memang menjadi kebiasaan Jeongwoo kalo lagi difotoin.

Kemudian Aera mengunggah foto Jeongwoo ke akun instagramnya.

aera.so
photo
liked by harutosan, bangyedam and 5,437 others
aera.so
pengsooo-yaa @jwoopark

view all 1,432 comments 
harutosan WOI MUKA JEONGWOO ABIS DITIMPUK CAT TEMBOK APA GIMANA? AHAHA
dobbykim lah jeongwoo itu diapain kocak bener
sooyeonly cih cewek murahan, semua aja diembat
bangyedam ketikan tolong dijaga @sooyeonly
jwoobase
aaa lucu banget kak jeongwoo!<3
harueralovers tetap shippernya kak haruto sama kak aera!
wonyoungj lah udah ganti? haruto lo kemanain?
aewooshipper KALIAN FIX GEMES BANGET VALID NO DEBAT.
aeryeteams sama kak yedam lebih gemesin lagi, sayang banget :((
seonalee astaga dimana harga diri lo, cowoknya dimana - mana

aera.so turn off the commenting

Aera banyak membaca komentar buruk tentangnya membuat dirinya down seketika, sebenarnya Aera bisa untuk tidak peduli tapi ini menyangkut hubungannya dengan ketiga sahabatnya.

Jeongwoo melihat perubahan ekpresi Aera membuatnya khawatir, hal apa lagi yang membuat gadis itu murung kembali.

"Aera?" panggil Jeongwoo.

Aera mendongak gelagapan, " Eh iya, lo cuci muka dulu gih, nih facial washnya," Aera melemparkan facial wash milik Jeongwoo yang entah sejak kapan gadis itu menyiapkannya, atau mungkin tadi sempat membelinya ketika Jeongwoo sibuk dilukis.

Tanpa babibu Jeongwoo berjalan menuju toilet dan segera membersihkan make upnya, untung saja bukan waterproof jika iya maka Jeongwoo tidak tau apakah dia akan hidup setelah itu.

"Siniin baju lo, mau gue bayar," 

Jeongwoo memberikan baju tadi ke Aera untuk dibayar dikasir, "Kenapa lo yang bayar? gue aja kali Ra," 

Aera menggeleng, "Itung - itung balesan lo udah bikin mood gue baik hari ini," kemudian tersenyum.

Jeongwoo mengacak rambut Aera, "Elah kayak sama siapa aja lo, santai aja kali," 

"Jangan acak - acak rambut gue jokoo!" 

Jeongwoo tertawa, "Makasih ya tumben lo baik gini,"

Aera hanya mencibir ucapan Jeongwoo diselingi tertawa. Selesai membayar mereka berpindah ke foodcourt di mall untuk mengisi tenaga lagi.

Tanpa sengaja, ketika Aera dan Jeongwoo memilih menu mereka berpapasan dengan orang yang saat ini ingin Aera hindari, yaitu Yedam dan Sooyeon.

Yedam kaget dan mendadak kaku seketika, Sooyeon memandang Aera dengan tatapan remeh, Aera berusaha menghindar tapi Jeongwoo malah mengajak mereka berbicara bahkan satu meja makan.

"Wush siapa nih Dam? gak pernah cerita ke kita kalo lo deket sama cewe, yakan Ra?" celetuk Jeongwoo dan menyenggol sikut Aera.

Aera menoleh, "Ah, iya Woo," sambil tertawa canggung.

"Gue benci diposisi kayak gini pliss," —batin Aera.

"Kenalin gue Sooyeon, pacarnya Yedam," ujar Sooyeon sembari mengulurkan tangan dan Aera tersedak ramen yang sedang ia makan setelah mendengar ucapan Sooyeon.

"Eh Ra lo gapapa?" ucap Yedam dan Jeongwoo bersamaan. Jeongwoo dan Yedam menawarkan minuman mereka.

"Nih minum Ra,"

"Iya nih Ra," 

Aera memilih untuk mengambil milik Jeongwoo dan menolak pemberian Yedam, "Makasih ya Woo,"

Jeongwoo mengacungkan jempol, "Oiya Dam lo gak kabar kabar kalo jadian, tau gitu minta traktir kita,"

Yedam tersenyum kikuk, "Y-ya gue malu kali kalo harus cerita," mata Yedam melirik Aera yang sibuk mengaduk ramennya.

"Eh gue ke toilet bentar ya," 

Aera pergi menuju toilet bukan untuk buang air kecil, tapi untuk menghindari keadaan canggung itu ditambah lagi Jeongwoo yang gak peka, hadeuh.

"Gue pengen pulang aja lah," 

Aera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Jeongwoo. Setelah mengabarinya, Aera keluar dan menuju arah lobi untuk mencari taxi.

ting!

Jeongwoo membuka notif yang muncul dilayar ponselnya, ada pesan dari Aera bahwa dia pamit pulang lebih dulu karena mendadak perutnya sakit. Padahal Aera berbohong kepada Jeongwoo untuk menghindari situasi canggung tadi.

"Yahh Aera pamit pulang duluan," ujar Jeongwoo sembari meletakkan ponselnya dan memasang muka sedih.

"Ini kesempatan gue,"—batin Yedam.

Yedam pura - pura membuka ponselnya dan beranjak dari kursi, "Eh iya Woo, gue pamit duluan ya dicariin nyokap. Sooyeon, aku duluan ya? gapapa kan? nanti aku kabarin lagi," ujarnya tentu dengan acting sebagai pacar Sooyeon.

Jeongwoo yang sepertinya paham dengan perubahan sikap Yedam dan Aera mengiyakan,  Sooyeon pun ikut mengangguk, "Nanti kabarin aku lho?" dan dibalas acungan jempol dari Yedam.

Jeongwoo yang menyaksikan sebuah keuwuan didepannya mendadak alergi, karena Jeongwoo sudah terverifikasi uwuphobia.

"Woo, gue titip Sooyeon anterin dia pulang boleh?" tanya Yedam sebelum benar - benar pergi dan menyusul Aera.

Jeongwoo mengangguk, "Santai ntar gue anter sampe rumah dengan selamat aman jaya sentosa," 

Yedam terkekeh, "Yauda gue duluan ya," Yedam pun pergi menuju arah parkiran untuk segera mengeluarkan mobilnya menyusul Aera.

Jeongwoo mengetikan sebuah pesan kepada Yedam, "Goodluck bro," 


🧸. haiii teumee! apakabar? maaf yaa baru bisa update lagi hehe, semoga suka yaa!

Truyện phổ biến với fan của Bang Ye Dam