只是你的朋友

回家路上

Hyunsuk dan Youra kini berada di jalan pulang masing-masing ke indekos. Keduanya terlihat lelah karena seharian ini harus mengerjakan revisi yang diberikan oleh dosen terhadap skripsi mereka. Walaupun Youra revisinya lebih sedikit daripada Hyunsuk yang sampai di coret sebanyak beberapa lembar. Tetapi Youra tetap menemani Hyunsuk mengerjakan revisi itu sampai selesai. Tadi mereka nggak cuma mengerjakan di kantin, bahkan mereka juga berlama-lama di perpustakaan untuk mencari referensi yang sesuai dengan topik skripsi.

Bisa dibilang, mereka ini menjadi teman berjuang untuk meraih tujuan masing-masing.

Youra berhenti melangkah, dan memilih menepi pada jembatan yang di depannya terbentang pemandangan lampu ibu kota dan langit yang disinari oleh bulan purnama. Tangannya berpegang pada jembatan besi sambil menghirup angin malam yang menerpanya. Lalu ia mengambil ponsel untuk memotret objek bulan yang terlihat kecil di fitur kamera.

"Ngapain sih, Ra?" Tanya Hyunsuk ikut berdiri di sampingnya.

"Nggak apa-apa. Bulannya lagi di fase bagus by the way." Jawab Youra sambil menyunggingkan senyum.

Hyunsuk memandang Youra dengan tatapan yang dalam.

"Ra, lo capek ya?"

"Kalo gue bilang gue nggak capek pasti ketahuan bohongnya, Hyun." Kata Youra sambil terkekeh.

Hyunsuk ikut tertawa kecil, "Mau di gendong?"

"Hah? Jangan ngada-ngada lo!" Youra terbahak. Ia tahu betul kalau Hyunsuk cuma bercanda. Lihat saja cowok itu malah tertawa.

"Hyunsuk." Panggil Youra tiba-tiba.

"Hm?"

"Kalau kita udah lulus nanti, kita masih bisa kayak gini nggak ya? Ketawa-ketawa bareng, capek bareng, ngelakuin hal random bareng. Masih bisa nggak ya?" Tanya Youra yang entah kenapa tiba-tiba kepikiran begitu.

"Lo ngomong apaan sih, Ra? Jangan berandai yang aneh-aneh deh. Kita bakal tetep temenan, sampai kapanpun. Nggak akan ada yang berubah dari kita walaupun nanti udah jalanin kehidupan masing-masing, Ra." Ujar Hyunsuk meyakinkan Youra.

Temen. Satu kata yang menurut Youra menyakitkan.

"Oh iya bener, kita kan temen ya? Hehe."

Percayalah, Youra sedang memaksakan tawa sekarang.

Hyunsuk kemudian merangkul Youra, mengusap-usap puncak kepala gadis itu.

"Lo itu temen yang paling gue sayang, Ra. Gue nggak mau jauh sama lo even kita udah jarang ketemu lagi nanti. Lo kalau ada apa-apa cerita ya sama gue! Sekalipun tentang orang yang lo suka, lo harus cerita ke gue, Ra. Ya?"

Youra menatap mata Hyunsuk yang sedang menatapnya disertai senyuman khas yang selalu Youra suka jika melihatnya.

Tapi, orang yang gue suka itu lo Choi Hyunsuk. Gimana caranya gue cerita?

"Iya." Pada akhirnya Youra hanya menjawab demikian.

"Good girl, My Boo!" Hyunsuk mengacak rambut gadis itu sampai Youra jadi kesal.

"Gue bukan pacar lo ya, bapak Choi Hyunsuk! Nggak usah panggil My Boo My Boo segala deh! Lepasin, ah! Lo bau." Youra melepas rangkulan tangan Hyunsuk dari pundaknya.

Hyunsuk tentu saja terpingkal-pingkal karena tingkah Youra. Gadis itu emang nggak pernah gagal bikin Hyunsuk tertawa dan merasa bahagia bisa mengenalnya.

"Ya elah, Ra. Gue masih wangi kali. Parfum gue tahan sampe 24 jam lho!"

"Halah nggak percaya gue. Parfum reffil aja gaya."

Hyunsuk masih tertawa sambil berusaha merangkul Youra lagi. Tapi Youra justru menjerit lalu berlari biar nggak dirangkul sama Hyunsuk.

"Ra, anjir tega banget lo ninggalin gue! Youra!" Hyunsuk mengejar Youra, tapi nggak berhasil ditangkap.


photo

Ini waktu Youra lagi motret bulan, terus Hyunsuk motret dia dari belakang :)

-----






Makasih banget yaa apresiasi kalian buat ff yang gak seberapa ini huhu serius aku terharu baca komentar. Aku baru pertama kali bikin ff. Ini tuh cuma iseng aja wkwk daripada gabut. Jadi sambil ngumpulin vote buat trejo, aku selingi sama nulis cerita hehe.



Semangat streaming sama vote ya teume!Sayang kalian semua ❤