Bestfriend or Boyfriend

09

"Coba liat list belanjaan," Aera mengulurkan tangannya untuk meminta listnya.

Yedam menggeleng, "Gak ada, tadi cuma disuruh mama belanja bulanan gitu." balas Yedam cengengesan.

"Astaga Yedam, yaudah ayo ikutin gue dan lo bawa troli belanjaannya," 

"Siap bu bos!" seru Yedam.

Aera tersenyum, kemudian berjalan kesana kemari menuju rak satu dan ke rak yang lainnya tentu dengan Yedam yang membuntuti dibelakangnya.

"Dirumah masih ada sayuran apa?" 

"Kayaknya tinggal wortel, sama yang warna ungu itu apa?"

"Terong?"

"Gak tau, iya kali ya," ujar Yedam sembari menggaruk tengkuknya.

Aera menggeleng gemas, jadi kebayang gimana kalo Aera nanti belanja sama suami. Ya kira - kira beginilah gambarannya.

"Nih bumbu, paling penting sih. Mama suka banget kan masak, apalagi mama nyambil ngurusin butik pasti sibuk. Jadi butuh yang simple gini," jelas Aera sambil memasukkan beberapa bumbu sudah jadi ke dalam keranjang.

"Nih juga, lo sukanya makan mie kan kalo malem? ambil beberapa aja, inget! buat jaga - jaga bukan jadiin makanan utama!" 

"Oiya butuh daging gak? gue saranin sih yang ini, lebih empuk gitu Dam."

"Keluarga lo suka buah apa? ini mumpung seger - seger buahnya Dam," 

Diam - diam Yedam tersenyum melihat Aera yang sibuk menjelaskan, berbicara, dan memperingatkan dirinya tentang banyak hal. 

"Berasa belanja sama istri ya, seneng banget kalo begini." celetuk Yedam.

Aera menoleh, "Hah gimana Dam istri?" 

"Hah? oh engga gapapa, yuk lanjutin ke sebelah sana," ajak Yedam yang panik karena Aera menyadari omongannya.

Yedam berjalan lebih dulu karena terlanjur salah tingkah, sedang Aera dibelakangnya tertawa tanpa suara. 

"Kenapa sih lucu banget?!" pekik Aera pelan.

Aera berjalan maju ikut mendorong troli belanjaan, semakin terasa berat karena troli sudah penuh diisi belanjaan Yedam.

Mereka menuju kasir setelah selesai berbelanja, "Lo gak mau jajan apa gitu? gue traktir Ra," tanya Yedam.

"Eum ada sih, bentar deh," 

Aera pergi meninggalkan Yedam dan berlari kecil menuju lemari pendingin dan mengambil minuman pororo favoritnya. Kemudian kembali ke kasir.

"Lah pororo? bukannya minuman anak - anak? lo udah gede apa masih kecil sih Ra?" ujar Yedam gemas sembari mencubit pipi Aera.

"Yedam! ini enak tau, gak pernah nyobain sih makanya gatau huh." 

Giliran troli Yedam maju, tiba - tiba mbak kasir berkata "Wah, pasangan muda ya?" sambil sibuk memindai barang belanjaan Yedam.

"Hah? gimana?" tanya Aera masih belum paham dengan situasi.

Dengan cepat Yedam mengangguk, "Ah iya mbak, baru 2 minggu kemarin," kemudian menggandeng tangan Aera.

Aera menatapnya bingung, "Duh masih baru gitu ya, makanya nempel banget nih" goda mbak kasir.

Aera yang mulai paham kemana arah pembicaraan mbak kasir dan Yedam pun memberikan tatapan tajam kepada Yedam seakan meminta penjelasan kok-jadi-begini??

Yedam terkekeh melihat ekspresi Aera, "Lucu banget kan mbak istri saya?"

Mbak kasir tertawa, "Malu - malu gitu ya mas,"

Setelah semua barang belanjaan masuk kantong, Yedam membayarnya dan segera membawanya masuk ke dalam mobil.

"Yedam apaan sih?? tadi pasti lo iyain kita suami istri kan???" ujar Aera malu.

Aera sebenernya seneng, bahkan seneng banget gak tau kenapa. Tapi sekaligus malu, ya masa dikira pasutri muda.

Yedam terkekeh, "Lo seneng juga kan pasti? ngaku aja Ra," goda Yedam seraya menyalakan mesin mobilnya dan menjalankannya keluar parkiran supermarket.

Pipi Aera mendadak menjadi merah dan terasa panas, "Duh itu pipi apa tomat Ra?" tanya Yedam.

Aera memegang pipinya, "Ih diem!" kemudian mengalihkan pandangannya menuju jendela.

"Lucu banget sih? jadi makin sayang tau gak?" 

Aera menutup telinganya, "Gak gue gak denger Yedam lo ngomong apa yaaa??" 

"Aera minta disayang sama Yedam,"

"Lalala gue gak denger lalala,"

"Aera minta diculik ke KUA sekarang,"

Aera tetap menutup telinganya sembari bersenandung beberapa lagu dengan keras, menahan rasa malu mendengar semua ucapan Yedam.

Entah kenapa Yedam hari ini terlihat lebih ... menggemaskan sekaligus menyebalkan bagi Aera.

Yedam tertawa puas melihat Aera yang salah tingkah, "Ra, gue sayang lo Ra!" teriak Yedam.

"Iya tau!" teriak Aera balik.

"Bukan sebagai sahabat, tapi sebagai calon pacar," lanjut Yedam.

Aera menghentikan aktivitasnya, "Hah lo tadi bilang apa?"

"Gue sayang sama lo sebagai calon pacar bukan sebagai sahabat," jelas Yedam.

Sial Aera rasanya mau guling kesana kemari, pengen segera pulang dan memukul kasur dengan tenaganya. Tapi apa daya dia mendengar ini ketika berada dimobil Yedam.

Aera menarik nafasnya, "IYA SAMA GUE JUGA," teriak Aera kemudian menutup wajahnya karena malu.

"MAMA, CALON MENANTUMU GEMESIN BANGET INI," teriak Yedam juga dan setelah itu mencuri ciuman dipipi kanan Aera.

Aera mematung, "YEDAM!?"

"Belum official, tapi bentar lagi. Gapapa ya gue curi start cium pipi calon pacar?" kata Yedam diikuti cengiran khasnya.

Aera memukul dan meremas jok kursinya karena gemas dengan Yedam. 

"Eh eh calon pacar kenapa?" Yedam panik melihat Aera tiba - tiba menghentak - hentakan kakinya.

"AAA BUNDA, YEDAM GEMESIN BANGET!" teriak Aera memanggil bundanya.

Sedari tadi Aera dan Yedam sibuk saling berteriak didalam mobil padahal posisi mereka sedang dilampu merah.

Banyak pengendara yang melihat kearah mobil Yedam, "Walah pasangan muda toh," ujar seorang bapak kepada sang istri dibelakangnya.

"Lucu ya pak, kayak kita dulu" ujar si ibu.

Si bapak tertawa, "Iya kamu juga dulu cantik, sekarang makin cantik," 

Si ibu tersipu malu, "Ah bapak bisa aja lho,"

Dan lampu lalu lintas pun akhirnya berganti hijau lantas Yedam menjalankan mobilnya menuju rumah Aera. 

Yedam berhenti didepan rumah Aera, kemudian turun dan berjalan ke arah Aera membukakan pintu untuknya.

"Silahkan calon pacar," 

Aera memukul pelan lengan Yedam, "Udah ih malu gue Dam,"

Yedam terkekeh, "Gapapa latian dulu ini mah, biar gak grogi waktu udah official,"

"Yaudah, karena udah malem kamu masuk gih. Cuci muka, ganti baju habis itu bobo," ujar Yedam mengelus pucuk kepala Aera.

"Astaga tolong, jantung mau merosot ini," 

"Yedam, jangan pake aku - kamu. GUE LEMAH," teriak Aera tanpa suara dalam hati.

"I-iyaaa, hush hush udah malem kamu harus pulang nanti dicari mama," 

Yedam tersenyum, "Aku pulang ya? mimpi indah calon pacarrr!" sambil mengacak rambut Aera pelan.

"Yang diacak rambut, tapi yang berantakan hati," batin Aera.

"Iyaaa! hati - hati juga pulangnya calon pacar! ujar Aera sembari menutup gerbang perlahan dan setelah melihat mobil Yedam pergi ia mulai masuk ke dalam rumah dengan perasaan tidak karuan.



🧸. duh hshshs gak jago bikin scene yang uwu jadi maaf ya kalo agak cringey. hope you guys like it! keep streaming treasure ok <3

Popular stories among Bang Ye Dam fans