Meilleur ami ou petit ami

04

Kedatangan Haruto dan Aera menjadi trending topic satu sekolahan, bahkan sekolah tetangga ikut membicarakan dua sejoli itu.

flashback on

"Ruto, kenapa kita diliatin sih?" bisik Aera.

"Karena mereka kaya liat pemeran handsome and the beast," ujar Haruto sambil tertawa pelan.

Aera memukul lengan Haruto, "Kurang ajar ya,"

Mereka pun berjalan menuju pelaminan—eh menuju tengah ballroom dimana mantan haruto pemilik acara ini berada.

"Hi Wonyoung," sapa Haruto.

Wonyoung berbalik, dan sedikit terkejut karena melihat Haruto tidak datang sendirian melainkan bersama seorang gadis, yaitu Aera.

"Oh hi Haruto, long time no see," ujar Wonyoung  sembari memperhatikan Aera dari atas sampai bawah.

Aera tampak risih dengan tatapan gadis yang notabenenya mantan Haruto.

"Iya, anyway happy sweet seventeen and wish you all the best, oiya ini ada kado kecil - kecilan dari gue,"

"Makasih ya Haruto, lo dateng kesini aja udah bikin gue seneng kok," Wonyoung tersenyum dan Aera sedikit kagum karena senyumannya manis.

"Gila mantannya Haruto manis bener, tapi sayang keliatan ngeselin," batin Aera.

"Btw, ini siapa nih? biar gue tebak pasti kakak lo ya? atau malah adik lo?" tanya Wonyoung, Aera mendelik dan Haruto hampir menertawakan ekspresi Aera.

"Bukan, kenalin ini pacar gue namanya Aera, cantik kan?" 

Haruto tampak bangga memperkenalkan Aera sebagai pacarnya didepan sang mantan.

"Oh pacar baru, kenalin gue Wonyoung. Dulu Haruto bucin banget sama gue, waktu masih pacaran," ujar Wonyoung dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

Aera sedikit kesal dengan sikap Wonyoung, "Ah iya gue Aera, dan gue pacarnya Haruto," Aera  membalasnya dan sedikit menekankan kata pacar.

Haruto senyum kecil melihat interaksi mba mantan dan mba pacar, "Wush, gue diperebutkan jadi tambah seneng," batin Haruto.

"Yauda dinikmatin ya acaranya, gue mau lanjut ketemuan sama yang lain," 

Wonyoung berlalu pergi, sedangkan Haruto dan Aera akhirnya dapat menghela napas lega.

"Gila sih tuh mantan lo, kayak ada dendam terselubung gitu gegara gue jadi pacar lo," 

Haruto tertawa kecil, "Emang dia suka gitu, orang semenjak gue putus sama dia aja, dia jadi kayak bikin gue gak boleh pacaran sama siapapun setelah gue gak sama dia lagi,"

"Serem juga anjir, berarti yang bucin tuh dia ke elo? bukan elo ke dia?" 

Haruto menggeleng, "Dulu gue emang bucin sama dia, tapi semakin kesini gue liat dia kayak makin addict gitu ke gue dan overprotektif banget. Waktu pacaran aja, dia sampe ngelabrak cewe yang mau minta id line ke gue, padahal buat dimasukin ke grup tugas doang," 

Aera bergidik ngeri, "Mukanya manis tapi kelakuannya sadis, untung aja lo sekarang udah lepas dari dia," 

"Iya untung aja, tapi gue tetep takut ntar dia nyakitin pacar gue. Jadi lo harus dideket gue, gak boleh kepisah pokoknya, gue gak mau lo jadi sasaran dia, dan gue bakal jagain lo," ujar Haruto panjang lebar, kali ini dia tampak serius dengan ucapannya.

Aera tersenyum dan mencubit pipi Haruto, "Ututu, bayi gue sekarang jadi gentleman ya padahal dulu suka ngumpet dibelakang gue kalo ada yang malakin," 

Haruto mengerucutkan bibirnya, Aera juga masih sibuk memainkan pipi Haruto tanpa disadari beberapa orang memotret kejadian tersebut.

"Oh ini yang ngerebut Haruto dari Wonyoung?"

"Licik banget sih nih cewek,"

"Kasian Wonyoung, padahal lebih cantik Wonyoung lho,"

"Gak punya malu abis jadi pho,"

Aera mendadak menjadi murung dan menurunkan tangannya, ia mendengar semua bisikan orang - orang dibelakangnya. Haruto tidak mendengarnya, namun laki - laki ini menyadari perubahan ekspresi Aera dan mereka pun mulai berakting lagi.

"Kamu kenapa hm? kok tiba - tiba ditekuk mukanya?" tanya Haruto, tangannya sibuk mengelus rambut Aera.

Aera memperhatikan sekitar, "Ah gapapa kok, kamu tunggu sini aku mau ke toilet sebentar," 

Aera hendak pergi tapi tangannya dicegah oleh Haruto, "Kamu yakin? gak mau aku temenin aja?"

Aera menggeleng dan meyakinkan bahwa ia tidak apa - apa sendirian. Haruto melepaskan genggamannya, dan Aera pergi meninggalkan Haruto.

Aera pergi ke toilet yang berada agak jauh dari keramaian, karena dia ingin menenangkan dirinya setelah mendengar cacian dari orang - orang dibelakangnya tadi.

"Kenapa sih gue jadi yang kena, salah gue apa pake dituduh pho," omel Aera.

Samar - samar Aera mendengar beberapa orang masuk ke toilet, padahal tadinya ia sendirian disini.

Karena Aera anaknya penasaran, gadis itu keluar dengan wajah yang sedikit pucat setelah menangis.

"Lo Aera ya? pho yang lagi rame dibicarain?" 

"Iya gue Aera, tapi gue bukan pho sekian," Aera memilih untuk tidak meladeni mereka, namun ketika Aera berjalan kakinya tersandung dan pelakunya salah satu dari mereka.

"Ups sorry gue sengaja," 

Aera berdiri dan pergi meninggalkan toilet itu, "Liat aja lo besok disekolah, urusan kita belum selesai. Yuk cabut girls," ujar salah satu gadis yang mungkin adalah ketua mereka.

Haruto menghampiri Aera, "Kamu kemana aja? aku khawatir tau," ucap Haruto, Aera dapat melihat raut wajah khawatir Haruto.

"Tadi aku abis boker makanya lama," 

Haruto kaget, "Seriusan kamu boker? Ih bau jangan deket - deket,"

"Yaudah kalo gak mau deket - deket bye,"

Haruto menarik badan Aera, sehingga Aera terdorong ke badan Haruto dan membuat mereka terlihat saling berpelukan.

Tatapan mereka tertuju satu sama lain, orang - orang disekitar mereka juga mengabadikan momen tersebut, dan disisi lain ada seorang gadis yang tampak tidak suka melihat kejadian itu.

Cekrek cekrek cekrek

Haruto dan Aera yang menyadari suara jepretan itu segera menjauhkan badan satu sama lain, dan Haruto mengajaknya pergi dari kerumunan.

Flashback off

"Haruto tanggung jawab lo, ini kenapa foto kita ke sebar diakun gosip sekolah pleasee," 

Aera menunjukan akun instagram yang mengupload video dan foto mereka ketika diacara pesta mantan Haruto.

Wonyoung memang terkenal bahkan sampai ke sekolahnya juga. Maka tak heran foto mereka pun sampai ke akun gosip sekolah.

Haruto mengacak rambutnya asal, dia juga tidak menyangka akan timbul masalah yang tidak terduga, Haruto sendiri sejujurnya tidak masalah tapi ia memikirkan perasaan Aera.

"WOI PARAH LO BEDUA, ABIS NGAPAIN KENAPA KOK TRENDING DISEKOLAH??" teriak Jeongwoo menggebrak meja kelas.

Haruto membungkam mulut Jeongwoo, dan mengisyaratkan untuk duduk diam dan mendengarkan penjelasannya.

"Kalian berdua kemarin kemana? kok nggak cerita ke kita?" tanya Yedam dengan wajah yang cenderung datar tanpa ekspresi.

"Jadi gini, gue kemarin ngajakin Aera ke pesta ultah mantan gue,"

"Jangan bilang Aera jadi pacar boongan lo, biar Wonyoung mundur?" tebak Jeongwoo dan mendapat acungan jempol dari Haruto.

"Absolutely right sir, gue nggak nyangka bakal jadi begini urusannya. Gue malah jadi ngelibatin Aera ke masalah gue," 

Jeongwoo menepuk pundak Haruto, sedang Yedam sedari tadi memperhatikan Aera yang tampak gelisah dan seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

"Gimana kalo kita coba cari pelaku yang nyebarin ini, dan minta mereka buat hapus?" usul Jeongwoo.

"Tapi semua orang udah pada tau, buat apa Woo?" 

"Setidaknya biar nggak makin nyebar aja Ra, gue takutnya lo nanti malah jadi sasaran fans Haruto," jelas Jeongwoo.

Yedam tiba - tiba pergi meninggalkan mereka bertiga, "Eh Dam mau kemana lo," cegah Jeongwoo.

"Bentar ada urusan penting,"

Jeongwoo mendengus kesal, "Lah apa yang lebih penting dari ini, sahabatnya lagi butuh bantuan malah main minggat aja,"


Don't forget to vote Treasure 💎

Histoires populaires auprès des fans de Bang Ye Dam