
"...Huuu Seung-kwan!!!" Yeo-ju
"Ugh!!" Seungkwan
"Kau benar-benar ingin kalah? Kau sudah memberi tahu seniormu, kan?" Yeoju
"Kakakku yang memintaku!!" Seungkwan
"Begitu katamu???" Yeoju
Saat Yeoju dan Seungkwan sedang bertengkar, bel pintu rumah Yeoju berbunyi.
Ding dong-
"...Bukan Boo Seung-kwan, kan?" Yeo-ju

"Aku tidak memberitahumu!!" Seungkwan
Tokoh protagonis wanita itu curiga dengan ucapan Seung-kwan, tetapi mengangguk.
Saya mendekati pintu depan untuk membukanya.
Mencicit-
"Hah? Kakak?" Chan
Orang yang berada di pintu adalah Chan, dan pemeran utama wanita serta Chan tampak seperti kelinci yang terkejut.
Mereka saling bertatap muka.
"Kenapa kau di sini..." Yeoju
"Ah... Aku tinggal di lantai bawah, dan ibuku memintaku untuk memberikan ini padanya." Chan
Yang Chan berikan padaku adalah kue beras. Yeoju bilang pagi ini ada yang pindah hari ini.
Aku ingat apa yang ibuku katakan dan tahu bahwa itu adalah Chan.
"Jadi, kamu yang pindah hari ini?" Yeoju
"Ya, aku tidak tahu rumah di atas itu rumah kakakmu." Chan
"Aku juga penasaran. Boo Seung-kwan ada di sini. Mau main bareng?" Yeo-ju
Chan-i, yang menerima saran sang tokoh utama wanita, tersenyum seperti anak kecil dan berkata, "Tentu saja!"
Dia mengatakan itu lalu masuk ke rumah tokoh protagonis wanita, dan tokoh protagonis wanita itu juga mengikuti Chan sambil tersenyum.
Saat mereka memasuki rumah, Seungkwan menatap keduanya dengan mata kelinci yang terkejut.
"A, apa ini dingin?" Seungkwan

"Aku pindah ke rumah di bawah Yeoju hari ini. Apa kau tidak iri?" Chan
"Apa gunanya cemburu? Dia praktis tinggal di rumah kita." Yeoju
"Apakah kamu tidak cemburu, Chan-ah?" Seung-kwan
Seung-kwan berbicara kepada Chan dengan nada menggoda.
"Apakah kalian bertengkar karena hal yang kekanak-kanakan?" Yeoju
"Pak... Kakak! Mulai sekarang kita pergi ke sekolah bersama." Chan
Setelah mendengar perkataan Chan, Yeoju berkata dengan ekspresi malu, "Ah...itu."
Sambil mengatakan itu, Seungkwan tersenyum dan berkata kepada Chani,
"Yeoju sekolah bareng aku setiap hari?" Seungkwan
Ketika saya mengatakan itu, Chan berkata, "Kalau begitu mulai sekarang, lakukanlah bersamaku."
"Kamu tidak menyukainya?" Seungkwan
"Kenapa kalian berdua bertingkah kekanak-kanakan? Kalian bertiga saja yang cocok." Yeoju
“Oke… aku mengerti.” Seungkwan
"Ya..." Chan
"Oh, benar, Jihoon tadi bilang dia ingin datang ke rumah kita," kata Yeoju.
Sebelum tokoh protagonis wanita itu selesai berbicara, Chan berbicara dengan nada terkejut.

"Jangan panggil aku begitu, hyung!!" Chan
"Hah?" Yeoju
"Oke, sebaiknya kita tidak saling menelepon dan bermain sendiri saja." Seungkwan
Kali ini, ketika Seung-kwan membela Chan, pemeran utama wanita tampak tercengang.
Saat aku menatap Seung-kwan, dia menghindari tatapanku dan tersenyum canggung.
"Eh... tapi, aku sudah menelepon..." Yeoju
"Hah??" Chan
"Apa?" Seungkwan
bang-
"Jjuya!!" Jihoon
***
Hai, hari ini ulang tahunku❤
