.
.
.
"abu-abu,"
Sebuah suara lembut dan indah menembus kegelapan ruangan dan terngiang di telinganya. Suaranya begitu merdu sehingga jika ada yang mendengarnya, mereka mungkin mengira itu adalah nyanyian merdu seorang penyair.
"Valentine Abu-abu,"
Dia merasakan suara pria itu dengan lembut menyebut namanya, dan tak lama kemudian merasakan tangan pucat dan kapalan mengusap rambut peraknya yang tipis.
"Jangan takut, Gray,"
Begitu dia selesai berbicara, awan di luar jendela mobil bergerak dan seberkas cahaya bulan menerobos masuk, menerangi wajahnya yang tegas.

"Jika kamu sudah dewasa, kamu harus menulis dongeng untuk orang dewasa."
