Setelah sekolah usai, Youngjae dan Yoongi belajar untuk ujian. Malam itu menjadi kenangan menyakitkan bagi Youngjae. Youngjae mengetahui rahasia pribadi Yoongi. Di sisi lain, Yoongi berpikir Youngjae akan membongkar rahasianya. Youngjae menyimpan rahasia itu agar orang lain tidak tahu. Hari itu, dia ingin mengatakan sesuatu tetapi... dia... dibunuh.
"Jaemin? Kenapa kau di sini? Tempat ini tidak aman," kata Yoongi yang baru saja datang. "Bukan tempat ini yang berbahaya, tapi... KAULAH YANG BERBAHAYA!!" teriak Jaemin marah. "Kau membunuh sahabatmu sendiri..." lanjutnya. "Mana buktinya? Apa kau punya buktinya? HAHAHAHA," dia tertawa jahat. "Ini," Jaemin menunjukkan gelang itu kepada Yoongi. "Tidak ada seorang pun di sekolah ini yang bernama Yoongi kecuali KAU," lanjutnya. "T-tapi bagaimana kau mendapatkan kuncinya?" tanya Yoongi gugup. "Youngjae," Jaemin menyeringai. "Y-Youngjae? Dia sudah mati, bagaimana mungkin dia memberikan kuncinya padamu?" "Kalau dia di sini, di mana dia?" tanya Yoongi. "Di sana," Jaemin menunjuk punggung Yoongi. Kemudian, Yoongi berbalik dan melihat... Youngjae!! Dia menghampiri Youngjae dan membuatnya pingsan. Sementara itu, Jaemin memukul kepalanya dengan tongkat baseball. "Aku akan membalas dendam," kata Youngjae. Lalu, Jaemin berkata, "Ayo kita panggil polisi. Kita tidak seharusnya membunuhnya."
Malam itu, Youngjae muncul lagi dalam mimpinya. Kali ini, dia tersenyum. "Terima kasih, Jaemin. Terima kasih banyak. Sebagai balasannya, aku akan memberimu sesuatu yang sangat kau inginkan," katanya.
Kemudian, Jaemin terbangun. Dia melihat sekeliling kamarnya. Dia menemukan ponsel pintar yang selama ini diinginkannya.Terima kasih, Youngjae."Dia meneteskan air mata.

(Catatan penulis: ini adalah hadiah untuk kalian semua yang membaca fanfictionku :))
