bunga biru | au

lavender

"Mengapa kamu hanya menggambar bunga biru?" tanyaku memberanikan diri bertanya.

"Saya percaya lavender biru itu memang ada."

Sekarang aku lebih sering berbicara dengannya. Dan aku tidak ingin berada di tempat lain selain di bangku reyot itu.

Aku bisa memandanginya sepanjang hari.

Tapi itu terdengar salah. Dia temanku. Tidak, dia bukan temanku. Dia anak laki-laki yang kulihat saat istirahat pertama dan kuajak bicara saat istirahat kedua. Dan dia menggambar bunga.