Hudadadak-

"Hei Ji-eun, apakah kau melihat Kim Seok-jin?"
"Hei, kalau begitu itu benar lol. Apa kamu tidak melihat manusianya?"
"Orang ini bukan manusia"
Hei, Kim Yeo-ju, jangan bicara tidak sopan padaku!!
"Lihat...dia punya temperamen buruk."
"Tidak... X itu tampan"
Tapi apakah kamu menyebut nama Ji-eun? Apakah kamu bisa melihatku?
"Tentu saja..! Ngomong-ngomong, teman laki-laki yang dikenal Yeoju itu siapa?!?"
"Bukan, bukan pacar, tapi seorang kakek yang hampir berusia 200 tahun."
"Jangan berbohong, Kim Yeo-ju!! Apakah kamu menyukai orang ini?"
"Oh, apa yang tadi kau katakan.."
Tamu nomor 21, silakan pergi.. haha
"Oh...ya"
"............seokjinkim!!!!!"
Haha, maaf ya, Yeoju.
"Permisi... Seokjin? Boleh saya minta nomor teleponmu?"
"Tidak!! Pria ini milikku."
"Kim Yeo-ju, seorang ibu rumah tangga berusia 31 tahun, mengatakan dia punya pacar~?"
"Ya Tuhan, aku salah ucap. Seharusnya aku bilang malaikat mautku."
"Maaf, aku tidak akan menyentuhmu... Seharusnya aku berpacaran dengan Jungkook."
"Hei, aku lebih merasa kasihan pada Jeon Jungkook"
"Tidak, itu tidak benar!! Aku lebih merasa kasihan pada Seokjin."
💖Cuplikan episode selanjutnya💖
Hal seperti itu tidak ada.
Aku menulis apa yang kupikirkan😽😝
