menguasai

16











“ Apa? Lagi nunggu siapa? ”


Gravatar

“ Cuma, karena jalan ke sekolah sendirian terasa sepi, aku mau pergi bareng kamu. ”


Dia bersiul lalu dengan alami datang ke sebelahku

untuk menyesuaikan langkahnya denganku
Melihatnya berjalan pelan dengan kaki jenjangnya
aku sampai sulit menahan tawa

Aku menutup bibir rapat-rapat sambil menatap ke angkasa

Begitu saja aku dan Hwang Hyunjin masuk ke sekolah
koridor langsung ramai

Mulut orang-orang
sibuk berbisik ke telinga orang lain
tapi mata mereka tertuju pada kami

bahwa jari-jari mereka mengarah ke kami
aku langsung menyadarinya, tapi
sama sekali tidak memedulikannya

Bagaimanapun juga, bahkan kalau ada yang mencoba menghentikan gosip
mereka pasti tetap akan mengoceh di belakang

Saat kami menyingkirkan orang-orang yang berbisik dan masuk ke kelas
para siswa di kelas menatap kami dengan mata membulat

Membayangkan tatapan yang biasanya diterima Hwang Hyunjin
aku jadi paham betapa tidak nyamannya itu

Tapi, berbeda denganku, Hwang Hyunjin yang sama sekali tidak peduli
pada tatapan orang-orang itu diam-diam terasa hebat

Siapa pun pasti kesal kalau orang-orang di sekitarnya berbisik tentangnya
dan membicarakannya di belakang
tapi dia justru tenang, seolah sengaja menunjukkan itu

Begitu duduk, pintu depan terbuka dan wali kelas masuk


“ Kenapa ribut banget ”


Sambil mengetuk meja guru dengan buku absensi tebal
dia langsung mulai memanggil absen


“ Hwang Hyunjin ”

“ Ya ”


Guru itu menatap ke arah kami dengan mata terkejut


“ Sudah datang pagi-pagi? ”


Hwang Hyunjin pura-pura tidak mendengar perkataan guru itu dan menundukkan kepala









Jam pelajaran pertama adalah olahraga

Karena pergelangan kakiku yang cedera saat main bulu tangkis dengan teman beberapa waktu lalu
belum sembuh, setelah ganti pakaian aku melapor ke guru


“ Oh? Kalau begitu, Taehee, duduk saja di atas sana bersama Hyunjin dan istirahat ”


Aku duduk di tangga yang menuju panggung

Aku dengan hati-hati berkata kepada Hwang Hyunjin yang datang dan duduk pelan-pelan di sebelahku
“ Hei, kenapa kamu nggak ikut olahraga? Sakit apa? ”


“ Asma gue parah, jadi nggak boleh sampai sesak ”

“ Bohong, kalau asmanya parah, masih ngerokok? ”

Hwang Hyunjin hanya terkekeh lalu mengangkat bahu sebagai ganti jawaban


Gravatar


Aku menatap kosong bola voli yang terbang ke sana kemari

Saat punggung anak-anak yang sedang main dodgeball perlahan basah oleh keringat

suara peluit tajam menggema di dalam gedung olahraga
Mendengar peluit itu

terdengar desahan dan sorakan sekaligusPara siswa yang berkeringat deras itu berpindah tempat

dan segera pertandingan dimulai
Saat tim yang memegang bola lebih dulu melancarkan serangan awal

salah satu dari tim di sisi seberang
menangkap bola yang melayang dengan mantapSeperti tadi, bola itu terbang ke sana kemari di udara

Satu per satu mulai ada yang tersingkir

Tim sebelah kanan menyisakan hampir sepuluh orang anggota tim

tapi tim sebelah kiri cuma berhasil menyisakan satu orang
Menjelang pertandingan hampir selesai, bola melesat ganas ke arahku

dan pada saat yang sama suara peluit memenuhi gedung olahraga.











Cerita populer di kalangan penggemar Hyunjin