“Siapa kau? Siapa kau?! Seok-jjini, yang 5 tahun lebih tua darimu, kemarilah!!!!”
“Saat itu umurnya 22 tahun...?”
“Ya! Aku 22 tahun! Hah! Dia memanggilku ‘kamu’ sesuka hatinya...”
“Maaf ㅠㅠㅠ tapi kamu sungguh manis ㅠㅠㅠ”
“Hah? Apa yang sedikit lucu? Hehehe.”
"Eh........"
(Perasaan sebenarnya sang tokoh utama wanita) 'Jol-gwi adalah singkatan dari 'JolX imut', tapi aku tidak bisa memberi nama buruk pada orang tua yang polos seperti dia!'
“Aku cuma mau bilang itu lucu banget!”
“Bukan! Aku Wolwahan!!!”
“Apa itu Walwahan?”
"Bukan Walwahan! Walwahan! Walwahan itu... apa-apaan ini?"
“Kukukuku”
“......Lagipula, itu singkatan dari World Wide Handsome!!”
“Katakan saja begitu!! Dia tampan, tapi dia banyak bicara omong kosong...”
“Apa?! Kamu baru saja mengatakan semuanya!!!!”
“Ah... tidak! Kalau begitu, bolehkah aku menaikkan tawaranmu?”
“Aku diasuh oleh seorang siswa kelas satu SMA yang 5 tahun lebih muda dariku… Benar sekali!!! Kamu!!! Yang membesarkanku!!!! Sebagai gantinya!!!!”
"(merasa ngeri)"
“Aku tidak memanggilmu tuan!!!”
"Ya, aku memang tidak berencana memanggilmu tuan! Tapi lalu kau ingin aku memanggilmu apa?"
“Um... bagaimana kalau bertanya?”
“ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ Arti penamaanmu benar-benar..... (dengan suara rendah) Sudah tua.....”
“Apa??? Pendengaranku bagus! Senang sekali!”

“Tuan... Anda tahu kan, Anda sangat tampan?”
"Aku tidak tahu!!!"
Masih bengkok
“Jangan lakukan itu… Aku akan membelikanmu cokelat biji bunga matahari!”
“Ugh... Jadi, kau mau memanggilku apa?”
“(Sudah kubilang suruh kamu memberiku cokelat bunga matahari biar aku tahu kamu sudah siap berangkatㅠㅠㅠ Qㅠ) Hmm… Tuan Hamster!!!!”
pop

