Romansa Biasa [BL/Oh Baek]

2

"Aku ingin lebih sering memanggil namamu. Lebih sering. Aku ingin mengikat kita berdua di bawah kata ganti 'kita'. Aku ingin dikenang dalam hidupmu, meskipun hanya untuk satu kalimat. Maukah kita berkencan?"

Jika Anda menambahkan 'ha' dan terdengar alami, itu tidak masalah.
Cukup tambahkan 'matahari' dan buatlah terdengar alami.
"Jika terasa alami saat aku memasukkan lidahku, aku menyukai ciuman itu."

Sudah berapa tahun berlalu seperti itu?

Mengakhiri persahabatan selama lima tahun dan memulai hubungan baru.
Lima tahun seperti itu. Total sepuluh tahun bersama.



** * *



Byun Baekhyun, sudah kubilang jangan melepas kaus kakimu dari dalam ke luar.
"Aha. Aku akan berhati-hati!"
"Karena kamu! Karena kamu! Pekerjaannya jadi dua kali lipat!"

Kyungsoo-ku, yang terus menampar lengan bawahku.

"Ugh... sakit."
Lalu aku memukulmu untuk menyakitimu.
Hmph...
Bangunlah cepat. Kamu bilang kamu akan pergi ke kafe hari ini.

Aku bekerja paruh waktu di kafe kakakku, jadi aku selalu keluar rumah diiringi omelan Kyungsoo.

"Kyungsoo, jam berapa kamu selesai nanti? Aku akan menjemputmu."

Celana krem ​​dan kemeja putih. Kurasa itu bisa disebut impian seseorang yang bekerja di sebuah kafe.

Saya jam 5:30 hari ini.

Kyung-soo, seorang guru taman kanak-kanak, akan pulang kerja setelah menjemput murid-muridnya pukul 5 sore dan menyusun catatan harian.

"Kita mendapatkan biji kopi yang bagus hari ini. Jenis yang memiliki rasa sedikit asam dan gurih. Kupikir Kyungsoo akan menyukainya."
Pastikan kamu melakukan pekerjaan dengan baik. Pastikan kamu tidak ditolak.
Pak Byun, guru yang tegas dan tidak banyak basa-basi.
Lucu sekali. Kamu sama sekali tidak becus membuat ini.
Kamu minum dengan baik, jadi kenapa kamu bertingkah seperti ini lagi?
Sungguh tidak tahu malu.
"Kyungsoo, bukankah sudah hampir waktunya kerja? Cepat keluar!"
"dia."

photophoto