

W. Graying
※ Harap dicatat bahwa cerita ini adalah fiksi fantasi.
Ada banyak GIF, jadi mohon tunggu sebentar! ㅠ
______________________________________
Ami pasti lelah karena dia langsung tertidur begitu sampai di rumah.
Hujan mulai turun gerimis.
Suara dentingan piano di sebelah terdengar menembus dinding.
_
Rambut pendek, mata besar, dan lesung pipi yang menggemaskan saat tersenyum.
Namjoon penasaran dengan ARMY seperti itu.
"Mari berteman!" (Namjoon)
"...ya" (Tentara)

"Kalau begitu, kamu mau bermain di rumahku hari ini?"
"Um... oke-" (Ami)
Mereka masih anak-anak dan orang tua mereka sibuk.
Kami bisa dengan mudah menjadi teman dekat karena kesamaan-kesamaan kecil tersebut.
_
"Jun-ah, apakah kamu suka bintang?" (ARMY)
Namjoon menggelengkan kepalanya menanggapi pertanyaan ARMY.
Saya tidak tahu banyak tentang bintang dan saya tidak tertarik.
"Bintang-bintang tidak terlihat di lingkungan kita" (Angkatan Darat)
"Apakah ini terlihat bagus di rumah kita?" (Namjoon)
Ami mengangguk dan menunjuk ke luar jendela.
Ada sebuah bintang yang sangat redup bersinar di sana.
"Bintang itu selalu melayang di tempat itu" (Angkatan Darat)

"Kalau begitu, mari kita beri nama-"
"Nama? Ya!" (Tentara)
Namjoon memandang bintang-bintang sambil berpikir.
Ami menggambar di tempat tidur Namjoon.
"Ayo, pikirkan nama lain kali kita bertemu!" (Angkatan Darat)
Ami menyerahkan buku sketsa kepada Namjoon yang berisi gambar yang telah ia buat.
Kertas itu memuat gambar Ami dan Namjoon berdiri di bawah bintang-bintang.
"Ini adalah hadiah. Pastikan untuk memikirkannya sebelum bertemu." (Tentara)
"Kalau begitu, aku akan memberikan ini padamu!" (Namjoon)
Namjoon memberikan gantungan kunci kepada ARMY.
gantungan kunci berbentuk bintang

"Jangan sampai hilang..."
"Aku tak akan kehilanganmu. Sampai jumpa lagi!" (ARMY)
_
Ami melompat berdiri.
Mimpi yang baru saja kualami terasa begitu nyata.
"Kim Namjoon..." (Tentara)
_______________________________
Yang pertama adalah Ami dan Namjoon yang berusia 7 tahun!
