

W. Graying
※ Harap dicatat bahwa cerita ini adalah fiksi fantasi.
Ada banyak GIF, jadi mohon tunggu sebentar! ㅠ
______________________________________
Kejadian itu begitu nyata hingga tangan saya gemetar.
Aku menghibur diriku sendiri beberapa kali,
Situasinya sama sekali tidak mereda.
"Gantungan Kunci" (Tentara)
Saya mengeluarkan kotak berisi catatan itu dan membukanya.
Di sana ada gantungan kunci berbentuk bintang.
"Ha.. " (Tentara)
Kepalaku sakit sekali sampai rasanya mau pecah berkeping-keping
Barulah sekarang kenangan-kenangan itu tampak saling berkaitan.
Ini tidak sempurna, tapi...
_

"Kamu datang lebih awal?" (Namjoon)
"Oh, apakah kamu sudah membaca surat itu?" (Ami)
Keheningan menyelimuti ruangan sejenak.
Ami memiringkan kepalanya dan menatap Namjoon.
"Belum" (Namjoon)
"Apakah kamu takut?" (Tentara)
Namjoon menatap ARMY dengan senyum khasnya.
Kenangan tentang Namjoon dengan cepat kembali menghampiriku.
"Lebih baik saya beri tahu daripada menulis surat" (Angkatan Darat)
"Hah?" (Namjoon)
"Bagaimana dengan nama bintang BTS?" (Army)

"Eh?"
"Saya bilang saya akan memikirkannya saat kita bertemu lagi" (Angkatan Darat)
Namjoon berkedip sambil menatap ARMY.
Ami terkekeh dan mengelus kepala Namjoon.
"Kamu pintar" (Angkatan Darat)
"Ya, tapi aku sangat terkejut" (Namjoon)
Namjoon bangkit dari kursinya dan memeluk Ami.
Sepertinya dia akhirnya percaya bahwa situasi ini bukanlah mimpi.
bang-Pintu terbuka dan Jeon Jungkook masuk.

"Apakah kamu berkencan di luar?"
"Sejujurnya, itu bukanlah hubungan romantis" (Ami)
Ami berjalan melewati Jungkook dan menuju pintu.
Lalu dia membuka pintu sedikit dan berbalik lagi seolah teringat sesuatu.
"Kamu mengganti antingmu. Anting itu cocok untukmu." (ARMY)
Jeongguk mengepalkan tinjunya.
Mengapa kamu mengguncang hatimu sendiri padahal kamu sudah memegang kendali atas segalanya?
Mengapa kau kembali dan membuatku sedih?
_

"Kamu mau pergi ke mana?"
Ami tidak menjawab pertanyaan Park Ji-na.
Park Ji-na meraih pergelangan tangan Ami.
"Mengapa kau mengabaikanku?" (Gina)
"Kau merobek surat itu, kan?" (Tentara)
Park Ji-na menatap Ami dengan tajam.
Di sisi lain, Ami menatap Park Ji-na dengan tatapan acuh tak acuh.
"Apakah kau meragukanku?" (Gina)
"Karena kamu menyukai Seokjin?" (ARMY)

"Apakah kamu cemburu karena aku menulis surat untuk Seokjin?"
_________________________________
Ugh... Kalau kamu pakai anting, kamu kena penalti.
