kelangkaan

02

"sorry, salah rumah ternyata"

"ga jelas banget" cowok itu membanting pintu rumah nya dengan keras di hadapan acell.

acell tersentak karena suara bantingan pintu yang sangat keras, acell meringis membayangkan betapa malunya dirinya.

"hehe, goblok banget gue" acell menertawakan kebodohan yang di buat oleh diri nya.

acell berjalan keluar dan menatap nomor rumah yang berada di gerbang besar tersebut.

"nomor 4 kan, gue bener kan"

"Bagaimana dengan ibu? Haruto juga, dia pasti meminta ibu untuk mengantarku ke rumahnya," gerutu Acell.

"dASAR HARUTO SIALAN!!"

acell berjalan menyingkir dari depan rumah nomor 4 tadi dengan perasaan kesal nya.

"Apa ini, kau dipanggil?"

tampak haruto dengan baju rumahan nya di depan rumah sebelah menghampiri acell yang berdiri tak jauh darinya.

"Hei, rumahmu yang mana?! Kamu yang menyuruh ibu menyuruhku mengantarkan kue itu," kata Acell dengan marah.

"disini, hehe iya biar bisa ketemu sama lo" dengan polos nya haruto menunjuk rumah nomor 5.

"Anjir, Rutoo, aku marah padamu! Aku sudah tahu aku orang rumahan, tapi aku disuruh keluar rumah, rumah mana yang salah lagi?"

"Oh, tidak, saya baru saja membeli yang kecil di depan Anda."

"ayo cepet masuk, marah nya entar aja" haruto menarik acell masuk ke dalam rumah nya.

"nih kue lo, kata mama gausah bayar" acell memberikan box kue kepada haruto.

"aduh baik banget tante anes, jadi makin cinta" haruto mengambil box tersebut dan membuka nya.

"ejekan"

"ya ampun emang kue tante anes enㅡ" ucapan haruto terpotong karena tangan acell yang menutup mulutnya.

"Jangan bicara saat makan, kamu baru akan tahu bagaimana perasaanmu saat sudah kenyang."

"hehe"

haruto ngambil ponselnya yang tergeletak di sofa dan mengetik sesuatu lalu mengangkat di telinga nya.

"halo tante"

"Terima kasih banyak, Tante, kuenya enak banget. Gratis juga, hehe."

"hah? iya tenang aja acell aman, oke tante hati-hati di jalan"

acell menatap haruto penasaran sementara haruto cengengesan setelah nutup telfon dari anes.

"Kamu disuruh menginap, Bibi Anes ingin pergi ke rumah Paman Arlan."

acell berdecih pelan, malam-malam begini mamanya pergi ke rumah om arlan ?!.

"ga, gue mau pulang aja" acell pergi dari rumah haruto.

sampai di depan pagar haruto mencekal tangan acell.

"mau kemana?"

"di rumah ada bang renjun, gue mau pulㅡ.." ucapan acell terpotong dengan suara klakson mobil.

cukup nyaring sampai membuat haruto dan acell menoleh.

"ngapain lo?" pengendara mobil itu menurunkan kaca dan melihat haruto dengan acell gantian.

"engga, mau kemana lo bang?" haruto menggeleng pelan dengan cengiran.

"eh lo mau pulang kan?" pertanyaan haruto membuat acell mengangguk.

"bang jaehyuk, gue titip anak orang ya" haruto mendorong acell untuk mendekat ke mobil jaehyuk, yang di tanya hanya menaikkan salah satu alis nya bingung.

"anterin pulang, rumah nya ada di gang depan kok" haruto membuka kan pintu mobil dan mendorong acell masuk.

mentang-mentang badan acell kecil di dorong seenak nya sama si haruto.

"eh eh, gue bisa pulang sendiri" saat acell hendak turun, haruto membanting pintu mobil.

"ati-ati ya cell, bang hyuk makasih ya" haruto melambaikan tangan nya dan ngacir masuk ke dalam rumah.

"ehmmㅡ.."

Cerita populer di kalangan penggemar Yoon Jae Hyuk