“Karena kematian toh adalah akhir segalanya, apakah ada manfaatnya jika meninggal lebih awal?”
Seorang pria memegang wanita yang mabuk itu dan berbicara dengannya.
Lalu dia menjawab.
Lalu? Kita toh akan mati juga, jadi untuk hidup?
Itu benar.
Dia memegang botol anggur dan membalikkannya, sehingga anggur tumpah ke gaun putihnya.
Dia mulai menuangkan. Pria ituDia tidak membantu dan hanya menatap tanpa berkata apa-apa.
Tatapan dan bisikan orang-orang yang lewat mulai meningkat.
Kalau dipikir-pikir, fakta bahwa seorang wanita mabuk membuat keributan di jalan
Hanya sedikit orang yang akan lewat begitu saja tanpa rasa khawatir.
Kaulah orang yang kucintai.
Dia mengaku secara tiba-tiba.
Namun, yang mengejutkan, keduanya baru saja berpapasan beberapa menit yang lalu.
Dia memejamkan matanya. Dan
Dia berteriak.
Merasa sendirian, tak ada seorang pun yang mendengarkanku
Dia menjambak rambutnya dan meraung hingga darah keluar.
Lalu dia menyadari.
Dia tertawa hampa dan akhirnya meninggal.
Dia menderita penyakit mental dan, setelah overdosis obat, merasa pusing dan mengira sedang minum alkohol.
Dan apa yang dikenakannya bukanlah gaun putih melainkan gaun rumah sakit, dan dia terjebak dalam delusi, menjadi gila.
Dan, dialah yang membuatnya menjadi seperti itu.
