Aku akan menunggu dalam antrean, hanya untuk melihat apakah kamu peduli.
Sekarang atha lagi nungguin haruto di halte sendirian, udah hampir setengah jam gadis itu menunggu dan sekarang udah jam tujuh lewat tapi haruto belum datang juga.
Yang lain udah pada pulang dari setengah jam yang lalu. Tadi atha ditawarin pulang bareng sama junghwan dan yang lainnya, tapi atha malah nolak karena ingat kalo haruto nyuruh dia nunggu dan janji bakal balik buat jemput lagi.
"Atha?" gadis yang sedang menunduk–hampir ketiduran– itu langsung mendongakan kepalanya ngeliat siapa yang manggil dia, berharap haruto eh malah temennya yang datang.

"Eh doy? Kok belom pulang?"
Yang ditanya malah ketawa ganteng gitu, "harusnya gue yang nanya, lo ngapain malam-malam masih disini? Kenapa gak pulang? Haruto mana? Belom balik juga?"
"Pertanyaan lo banyak banget, gue berasa lagi diwawancara hehe" jawab atha bercanda.
"Kalo lo narasumbernya, gue sih rela jadi reporter" Doyoung langsung mendudukan dirinya disebelah gadis itu.
"Cringe banget anjir doy hahaha" lalu mereka pun tertawa. "Eh tapi, lo kenapa balik lagi? Tadi bukannya udah pulang bareng yang lain?"
"Aku terus memikirkanmu. Aku merasa tidak enak meninggalkanmu sendirian di sini, aku takut kau akan melakukan sesuatu," jawab Doyoung perlahan.
"Hah? Apa? Suaramu pelan sekali, aku tidak bisa mendengarnya."
"O-oh iya terus sekarang lo masih nungguin haruto?" Tanya doyoung berusaha mengubah topik pembicaraan.
Gadis itu hanya mengangguk-anggukan kepalanya sebagai jawaban.
Doyoung tertawa lagi, "Sampai aku menjadi pacarmu pun, si monyet Haruto mah tidak akan datang, percayalah."
"Hahaha apasih lo doy, lagian dapat apaan nih kalo gue percaya sama lo?"
"Dapat cinta seorang kim doyoung hehe, mau gue buktiin?" terus ini si doyoung ketawa lagi. Emang ini anak selain hobi diketawain orang dia juga hobi ketawain dirinya sendiri. "Udah ayo balik, jok motor belakang gue kosong tuh perlu diisi katanya"
Gadis itu terkekeh, "ini nathan apa dilan?"
"Doyoung aja, kalo nathan sama dilan kan gak kenal lo, hehe"
Akhirnya atha ngeiyain tawarannya doyoung buat pulang bareng daripada nanti dia gak pulang gara-gara kelamaan nungguin haruto.
Namun sebelum itu, dia menekan tombol untuk mengirim pesan teks kepada Haruto.
Mereka bisa: haruto, gue
pulang ya bareng doyoung
Pukul 19.40
Haruto : yaudah, gue
juga udah di rumah
Pukul 19.41
Atha menatap layar hpnya lalu tersenyum miris. Nyatanya, penantiannya sia-sia dan berharap agar laki-laki itu peduli kepadanya adalah hal yang mustahil.
Malam ini, gadis itupun menemukan jawabannya. Dia tidak peduli.
Gak lama setelah doyoung ngelajuin motornya ada seseorang yang berhentiin motornya di tempat doyoung berhenti tadi dan memandangi kepergian kedua orang itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
Lalu tangannya sibuk mengetik sesuatu dilayar hpnya dan-
Terkirim.
Dan nyatanya, Dia peduli dan mengkhawatirkannya, tetapi dia tidak menyadarinya.

