โข
Saya mengatakan ini
Dia berbalik dengan dingin dan pergi mengendarai mobilku.
Sebelum berbalik, aku melihat air mata menggenang di mata Jeongguk...
Rasa sakit yang menusuk masih terasa di dadaku.
Namun saya, yang bahkan bukan ketua, tidak dapat melindungi Jeong-guk, yang hanyalah orang biasa.
Aku tidak bisa membahayakan Jeongguk.
Sebulan kemudian,
Saya mampir ke bar yang sering saya kunjungi.
Mungkin karena tepat 30 hari sejak kita putus.
Aku tak bisa pulang dengan pikiran jernih karena aku terus memikirkan Jungkook.
Ding~
"Sudah lama sekali"
"Sudah lama tidak bertemu, Ketua."
"Aku akan memberimu alkohol yang biasa kamu minum, haha."
Aku mengangguk tanpa suara.
Beberapa menit kemudian, minuman favoritku pun datang.
Aku semakin mabuk sambil menyesap minumanku.
Pada saat itu, sebuah suara yang familiar terdengar dari tempat pertunjukan.
"Suaramu yang samar-samar melintas di hadapanku"
Tolong panggil namaku sekali lagi.
