Masih Bersamamu

| 04_Pendekatan |


photo


Masih Bersamamu





| 04_Pendekatan |




✢✢✢







'V... Apa arti V...'




Tokoh protagonis wanita menemukan huruf V pada pria tersebut.
Aku terus memikirkannya, tapi tak ada jawaban yang terlintas di benakku.




'Inisial...? Atau ini semacam kata sandi...?'




"Saudari, aku di sini!"




Jeong-guk kembali dari perusahaan ayahnya dan bertemu dengan Yeo-ju.
Dia memanggil, tetapi tokoh protagonis wanita, yang sedang termenung, tidak mendengar.




"Eh... Saudari Yeoju?"




Saat Jungkook datang dan melambaikan tangannya di depan mataku
Barulah kemudian tokoh protagonis wanita itu tersadar dan menjawab.




"Ah, Jungkook ada di sini? Haha"




"Hmm... apa yang membuatmu berpikir begitu?"




Jeongguk merasa kondisi Yeoju aneh.
Dia berkata sambil menyipitkan matanya.




"Ah.. haha ​​bukan apa-apa, kita harus berbuat apa?"




Tokoh utama wanita itu sedang memikirkan pria itu,
Aku mengganti topik pembicaraan kalau-kalau Jeongguk khawatir.




"Hmm... aku mengerti. Oh, apakah kau lapar, Unnie?"
"Bagaimana kalau kita pergi makan sesuatu yang enak?"




Bahwa tokoh utama wanita tidak ingin berbicara
Jeongguk menyadarinya dan mengganti topik pembicaraan.




"Ya, aku lapar. Ayo cepat pergi. Hehe."




Yeoju dan Jeongguk meninggalkan kafe dan pergi ke suatu tempat.
Tokoh utama wanita itu melakukan kontak mata dengan seseorang.
















































































































Seseorang mengawasinya dari lorong kafe.





✦✦✦





"Kami sekarang telah pindah ke lokasi lain."




Pria yang bersembunyi di gang kafe dan mengamati pemeran utama wanita.
Aku terus menceritakan kepada seseorang tentang gerakan tokoh utamanya.




"Ada seorang pria di sebelahku"
Dia terlihat seperti putra dari JK Group."




"Ya, saya akan kembali sekarang. Terima kasih."




Berdebar-




"Haa... Kenapa kau menyuruhku melakukan ini lagi..."




Pria itu mengacak-acak rambutnya dengan gugup.
Aku melangkah keluar dari gang itu.




Saat itulah.




"Ah-!"




Pria itu merangkul Jeong-guk yang bersembunyi di luar gang dengan kedua tangannya.
Aku tak berdaya dan tak mampu bergerak.




"Ugh... kau ini apa..! ...Jeon Jungkook..?"




Pria itu mengatakan bahwa dia merasa seperti ada seseorang yang mengawasinya.
Dia tampak bingung ketika melihat Jeong-guk, yang datang untuk memeriksa.




"..Siapa namamu?"




"...yunki min."




"Kepada siapa kamu melaporkannya?"




"...."




Min Yoongi. Selain tiga huruf namanya, tidak ada informasi lain.
Sepertinya dia tidak berniat untuk berbicara.




"Kalau begitu, izinkan saya menanyakan satu hal. Apakah Anda mengikuti saya?"




Yoon-ki berpikir sejenak dan berkata, "Aku hanya bisa mengatakan ini."
SamaDia menggelengkan kepalanya pelan, seolah-olah dia sudah memikirkannya.




"...Jadi, kamu mengikuti tokoh protagonis wanitanya?"




Mengangguk-

Yoon-ki memberikan semua jawaban yang dia bisa, tetapi dalam situasi ini
KetidakpuasanSepertinya banyak sekaliDia menatap Jeongguk dengan mata tajam.




"..nomor."




"Mengapa harus aku?"




Apakah kau lupa bahwa kini kau telah ditaklukkan?
Jawaban yang penuh percaya diri itu justru membuat saya mempertanyakannya.




"Berikan saja nomornya dan saya akan membukanya untuk Anda."




"....."




Yoon-ki tidak ingin ditawan seperti ini, jadi dia memasukkan nomor Jeong-guk ke ponselnya dan meninggalkan gang sambil memaki-makinya.





✦✦✦





Saat Jeongguk bertemu Yoongi dan mencoba mendapatkan informasi,
Tokoh protagonis wanita, yang ditinggal sendirian, merasa gelisah.




"Apa yang sedang terjadi.."




Pada saat itu, sebuah mobil tiba-tiba berhenti di depan tokoh utama wanita.




"...?"




Tokoh protagonis wanita, yang menyadari bahwa ia telah memarkir mobil di waktu yang salah, berbalik arah.
Aku mulai berjalan menuju Jeongguk.




"Hei, Yeoju!"




Aku mendengar seseorang memanggil tokoh utama wanita itu, dan dia
Di belakangMari kita lihat ke belakangAku bertatap muka dengan seorang pria yang mengenakan setelan jas.




"..siapa kamu?"




Tokoh utama wanita itu melihat sekeliling ke arah pria yang mengenakan kacamata hitam.
Aku menatapnya, tapi dia sepertinya tidak mengenaliku.




"Astaga... Kau tidak ingat aku? Sayang sekali..."




Saat melihat pria yang murung itu
Tokoh utama wanita yang kebingungan itu tidak tahu harus berbuat apa.




"Eh, um... itu, siapa namamu...?"




Seorang pria dengan bahu terkulai dan kacamata hitamnya dilepas.
Dia menjawab sambil bertatap muka dengan tokoh protagonis wanita.












































































































"Jung Ho-seok, itu dia."