Anak di sebelahku

Episode 9: Hanya Sebuah Pesan Teks

Untungnya, sekolah berakhir tanpa insiden hari itu. Saat aku bersiap-siap sepulang sekolah,


Melelahkan-


Sebuah notifikasi muncul.
Saya periksa dan ternyata itu pesan teks dari anak itu.


Bisakah Anda merasa begitu gembira dan antusias hanya karena pesan teks yang bisa datang dari siapa saja?


Joo Yeon-ji terkejut ketika menyadari jantungnya berdebar kencang. Dia tidak tahu ke mana arah hatinya.



๐Ÿ’ฌYeonji, apakah kamu punya waktu setelah kerja?
๐Ÿ’ฌYa, waktunya tepat
๐Ÿ’ฌLalu... mari kita lihat? Mari ke pintu belakang.
๐Ÿ’ฌOke, saya permisi dulu.


โ€œPak, maaf, tapi sepertinya saya tidak bisa ikut dengan Anda hari ini. Saya ada rencanaโ€ฆโ€
"Oh, tidak apa-apa! Yeonji kita sedang sibuk~ haha"
"Ya..! Sampai jumpa besok๐Ÿ‘‹"


Langkah menuju anak itu mungkin menjadi sedikit lebih ringan. Bagaimana saya harus mendefinisikan hubungan yang ambigu antara keduanya?


"Ah..! Yeonji ada di sini..ใ…Ž"
โ€œYa..! Tapi kenapa kamu menelepon?โ€
โ€œSaya hanyaโ€ฆ mau jalan-jalan. Ada jalan setapak yang bagus di dekat siniโ€ฆ Apakah tidak apa-apa?โ€
โ€œBaiklah kalau begitu..! Apakah kita harus pergi?โ€
"Ya, haha"



Keduanya berjalan bersama selama lima menit dalam suasana yang canggung.


โ€œWow... tempat ini bagus banget! Kamu tahu kan~~ใ…‹ใ…‹โ€
"Masuk dalam daftar tempat kencan online... (gumam)"
"Hah? Apa yang kau katakan?"
"Ah..! Hanya sesuatu di internet... haha"
โ€œSekalian sajaโ€ฆ bolehkah saya bertanya sesuatu yang membuat saya penasaran?โ€
"Oh... oke, tanyakan saja."


"yaitu....,,"










photo

(Bersantai -โญ๏ธ๐Ÿ˜‰)