.
.
.
"Kenapa kamu belum tidur...?"
"Kau menatapku dengan begitu penuh beban"
"Apakah kamu akan bisa tidur dengan nyaman?"
"Ah..."

"Aku cuma bercanda lol"
"Bagaimana bisa kau begitu jahat..."
"Reaksimu lucu"Bukankah seperti ini~"

"Lucu... katamu..?!"
"Ya, ini sangat lucu."
"Oke..."
Ada sesuatu yang terasa menggelitik...
"Cepat tidur...!"
"Min-gyu."
"Ya..."
Jika kita terus berbicara seperti ini
Nari tidak akan bisa tidur...
"Apakah kamu masih merasa tidak nyaman denganku?"
"Apa maksudmu..?"
“Bukankah kamu pernah melakukan itu sebelumnya?”
Alasan mengapa kamu tidak bisa menatapku,
Bukankah kau memanggilku langitmu?"
"T...itu tidak terasa tidak nyaman...!"
hanya..."

"hanya?"
"Sudah kubilang sejak dulu juga..."
Beraninya aku, orang biasa ini,
Bagaimana aku bisa menatap langsung seseorang seperti Nari...?
Seandainya kamu tidak semurah hati seperti Nari
"Dia pasti sudah dipenggal kepalanya..."
"Apakah Anda murah hati?"
"Tentu..!
Beri aku pekerjaan,
Tolong terima saya, saya tinggal di rumah yang hampir roboh.
Aku belum pernah memakannya seumur hidupku.Tolong berikan saya nasi...
Juga..."
"Juga?"

"Untuk diriku yang kesepian..."
"Kamu tidak menjadi keluargaku."
Saya tidak pernah bisa mengandalkan siapa pun dalam hidup saya.
Tentu saja kau yang melahirkanku
Sampai aku cukup dewasa untuk menjalani hidup sederhana
Ada seorang ibu yang membesarkan saya.
Namun
meninggalkanku
"Saat aku bahkan belum tahu apa itu kesepian
Aku ditinggal sendirian.
Kami bahkan tidak berbicara seperti itu di mana pun,
Aku bahkan tidak bisa mengandalkannya.
Bagiku, Nari adalah langit yang tak berubah..
Tidak, tidak lagi.

"Kau telah menjadi langit yang lebih tinggi dan lebih biru."


'Angin yang berhembus menerpa Anda membawa aroma bunga.'
Fanfic terbaik tanggal 2 Oktober 2023, terima kasih kepada kalian semua.
Aku berhasil mencapai peringkat nomor 1 🥲
Sambil menerbitkan beberapa karya secara berseri
Ini pertama kalinya aku mencapai peringkat nomor 1 ㅠ!
Ini adalah karya yang sedang saya kerjakan dengan sungguh-sungguh.
Saya sangat senang bisa meraih juara pertama!!
Selalu miliki hati yang penuh syukur.
Saya akan bekerja keras untuk menerbitkannya secara berseri.
Terima kasih!
- Timur -
