Kali ini cinta adalah 002?

05_Hanya kamu...


*Harap dipahami bahwa episode ini hanya [dari sudut pandang Seongho].๐Ÿซถ๐Ÿป*

Setelah pengisi suara itu pergi, suasana menjadi hening. Kupikir tidak apa-apa menyalakan TV, tapi bahkan saat kunyalakan, yang terdengar hanyalah suara bising. Menyalakan berita pun terasa membosankan... Tiba-tiba, rumah terasa sepi.
Gravatar
-Haโ€ฆ.

Jujur saja, saya lebih senang daripada marah karena pengisi suara itu datang. Rasanya seperti kau kembali ke hidupku, kehidupan yang kupikir takkan pernah kulihat lagi.

Ketika aku bercerita pada Sanghyuk, yang menjadi temanku di SMA tempat aku pindah, dia bilang aku gila. Dia bertanya kenapa aku mencurahkan perasaanku pada cowok yang tidak peka seperti dia, yang bahkan tidak mau mencariku. Dia menyuruhku untuk sadar dan setelah mendengar itu di SMA, aku mulai melupakanmu dengan fokus pada bernyanyi dan belajar.

Jadi setelah kuliah dan bertemu Myung Jae-hyun, Jae-hyun dan Sang-hyeok pergi minum bersama untuk pertama kalinya dan membuat keributan dengan mengatakan mereka saling merindukan saat mabuk. Kupikir aku sudah melupakan segalanya, tapi tanpa sadar aku mencarimu.

Sebenarnya itu tidak aneh. Mungkin aku tidak bisa melupakanmu, jadi aku menolak semua pengakuan yang kuterima dan menunggumu sendirian. Tapi itu hanyalah aku yang sedang mengembara.
Gravatar
Kurasa aku mungkin pernah menjadi anak laki-laki yang tersesat dan mengembara. Kau, jalan dan cahayaku, meninggalkanku, dan kegelapan serta kebingungan mencengkeramku, membuatku tanpa arah.

โ€˜S..senior?โ€™

Kau kembali. Jalan itu kembali dan cahayanya kembali, tapi aku merasa kau menghindariku, bingung karena ini bukan dirimu. Apakah hanya aku yang merasa begitu? Apakah kau tidak sepertiku? Seharusnya aku mengubur penyesalanku saat itu, tapi kau melakukannya dan kurasa aku tidak.

Setelah itu, aku berbicara dengan Sanghyuk. Aku mengatakan bahwa aku bertemu gadis itu lagi dan seharusnya aku membencinya, tetapi aku merasa bahagia dan bingung. Sanghyuk berkata bahwa aku sudah seperti kucing jinak dan sepertinya aku sudah menyerah.

Setelah mengajakmu ke bar dan menyuapimu, aku bisa mengerti apa yang dikatakan Sanghyuk. Aku sudah jatuh cinta padamu.

Aku berbaring di sana dengan pikiran kosong untuk beberapa saat ketika aku menerima panggilan telepon.

Dering yang melelahkan

Aku mengecek ID penelepon dan ternyata Myung Jae-hyun. Kenapa kau menelepon sepagi ini? Aku sempat berpikir untuk menutup telepon, tapi tak lama kemudian aku mengangkatnya.

Jaehyun - Apakah pengisi suara itu berhasil masuk dengan baik?

Seongho - Aku memberinya makan dan menyuruhnya pulang

Jaehyun-...? Apa kau mengizinkannya tidur di rumahmu?

Seongho - Aku perlu memberitahumu alamatnya, tapi kau tidak memberitahuku, jadi aku hanya...

Jaehyun - Tidak, tapi itu tidak berarti gadis itu...ha..

Seongho - Kalau begitu, kamu ambil saja.

Jaehyun-Wowโ€ฆ Jadi, kamu baik-baik saja?

Seongho - Lebih spesifiknya?

Jaehyun-Baiklah...oke, kalau begitu istirahatlah!

Seongho - Ya, kamu juga, istirahatlah.

Berhenti..

Setelah panggilan telepon itu, aku memandang rumah itu dan yakin bahwa aku merasa hampa dan merindukanmu. Kaulah yang menghidupkan rumah yang sunyi ini.
Gravatar
Hanya kamu...