Hidup atau mati, itulah pertanyaannya.

•2. Jumlah pertanyaan

Hah? Jungkook, kurasa dia akhirnya gila. Pengakuan tiba-tiba... Ha... Kepalaku mulai berputar. Aku bahkan belum pernah melihatnya sebagai seorang pria, dan dengan kurang dari 200 hari tersisa sampai ujian masuk perguruan tinggi, aku... punya satu hal lagi yang perlu dikhawatirkan. Itu karena Jeon Jungkook, yang berlari maju seolah-olah dia tidak akan menyembunyikannya lagi setelah mengaku.

Dengan tepat 195 hari tersisa hingga CSAT, saya harus belajar. Sebenarnya saya cukup pandai belajar. Saya berada di peringkat ke-9 di seluruh sekolah saya. Tetapi tujuan saya adalah Universitas Nasional Seoul. Bukan kelas saya, bukan sekolah saya. Bahkan siswa-siswa terbaik di seluruh negeri mengikuti CSAT, dan hasilnya adalah Universitas Nasional Seoul. Demi mimpi saya, saya harus kuliah di Universitas Nasional Seoul.

Kami ayahIntinya, kita tidak bisa membiarkan lebih banyak orang lagi diperlakukan tidak adil.


Tadi malam, saya sangat kesal.



"Aku menyukaimu, noona, dan aku sangat menyukaimu."


Alasan mengapa hal ini bisa terjadi sangat sederhana.
.
.
.

"Jungkook, bagaimana jika aku gagal ujian CSAT?"
Aku benar-benar harus pergi ke Universitas Nasional Seoul, haha... Aku dalam masalah besar."


"Kakak, tidak apa-apa... Kakak, kamu sudah melakukannya dengan baik sekarang!! , terserah."

photo

"Tetap saja.. hehe"

.
.

Di saat yang seharusnya serius itu, terdengar suara rendah yang sangat merdu dari suatu tempat.
Pria itu tampaknya baru saja keluar dari toko serba ada di gedung sebelah.



"Hei, wanita itu sangat sesuai dengan gayaku, memakai headset dan hoodie!!"

"Ya...? Aku?"

"...Ya, kamu! Haha"


photo

"Bolehkah aku minta nomor teleponmu? Kamu sangat imut dan cantik."

Bukan hanya suaranya yang imut, tapi kepribadiannya juga imut dan licik. Itu persis tipeku. Dia agak seperti kucing...ㅜㅠ Dia adalah tipe idealku yang agak gila.
Sampai-sampai aku bahkan lupa akan tujuan hidupku untuk belajar. Dan terlebih lagi, ekspresi polos dan ceria yang kutunjukkan saat mengucapkan kata-kata terakhirku.Itu sempurna..


"Hei, di sana? Apa kau tidak melihat pacarku di sini?"


......apakah dia yang menjadi masalah, atau hanya hari itu saja?


"Oh, maaf! Kukira kau temanku, haha. Kau cantik sekali, aneh juga kalau kau belum punya kekasih. Permisi."


Mengapa dia menyia-nyiakan kesempatan pertamaku untuk jatuh cinta?

**

"Jungkook Jeon."

" Mengapa. "

"Mengapa, mengapa kamu ikut campur dalam urusanku seperti itu?"

"..."

"Siapa kamu..!!"

"...Apa? Kakak perempuan, orang yang kusukai selama 10 setengah tahun."

"...Eh...huh...?"

"Tidak tahukah kamu? Aku menyukaimu, dan aku sangat menyukaimu."

.
.


Beginilah akhirnya. Jeon Jungkook. Aku kesal karena kehilangan tipe idealku, tapi aku juga tahu betapa sakitnya cinta tak berbalas, jadi aku bertanya-tanya seberapa sakitnya itu baginya. Ha, tapi aku seharusnya tidak seperti ini... Ha,.. Su-neung!!!



**


( : Pengenalan karakter : )


photo

photo