Pikiran yang abadi

Titik awal cerita

Pada hari yang cerah dan tanpa awan

Mampu menatap gadis muda itu tanpa henti seperti ini,

Kenyataan bahwa aku bisa menggenggam jari-jari ramping wanita muda itu,

Aku sangat bahagia sehingga sejenak aku lupa fakta terpenting.

Saya adalah seorang pengawal yang melayani Raja negara ini, dan

Maksudku, wanita muda itu adalah dayang Raja, seorang dayang istana, yang tidak bisa kutemui.

Suara mendesing...!

ν•œμ—¬μ£Ό image

ν•œμ—¬μ£Ό

"..Ugh, ugh..., hmph..." ((Buk)

κΉ€νƒœν˜• image

κΉ€νƒœν˜•

"Ah... sial...!! Ah sial...!!" ((Air mata mengalir deras))

Seandainya aku tahu bahwa akhir hubunganku dengan wanita muda itu akan datang secepat ini,

Seharusnya aku membawa wanita muda itu dan meninggalkan tempat ini sejak awal.

κΉ€νƒœν˜• image

κΉ€νƒœν˜•

"Sialan...!! Ini tidak mungkin...!! T-t-t-t... Kau tidak boleh pergi seperti ini...!!"

ν•œμ—¬μ£Ό image

ν•œμ—¬μ£Ό

"H... h-h

ν•œμ—¬μ£Ό image

ν•œμ—¬μ£Ό

"Kepergianku seperti ini... *terisak*... bukanlah... kesalahan Anda, Tuan."

ν•œμ—¬μ£Ό image

ν•œμ—¬μ£Ό

"Kumohon... jangan... benci... aku... h-h"

ν•œμ—¬μ£Ό image

ν•œμ—¬μ£Ό

"Ini, ini... permintaan... terakhir... saya... kepada Anda, Tuanku."

κΉ€νƒœν˜• image

κΉ€νƒœν˜•

"Sial... *Terisak*..."

ν•œμ—¬μ£Ό image

ν•œμ—¬μ£Ό

"Gadisku..., kesetiaanku... H-h-h-uh..., aku... mencintaimu... karena... dirimu..." ((Deg)

Tangan yang berlumuran darah merah itu jatuh lemas ke lantai yang dingin, dan bahkan napas yang tersengal-sengal pun berhenti.

Pria yang menarik wanita itu ke dalam pelukannya meratap tanpa henti.

Setelah menguburkan tubuh dingin wanita itu di tempat terbaik, pria itu berlutut, dan air mata panas mengalir dari matanya seolah-olah dia masih tidak percaya.

κΉ€νƒœν˜• image

κΉ€νƒœν˜•

"Nyonya... Di kehidupan selanjutnya, aku pasti akan melindungimu."

κΉ€νƒœν˜• image

κΉ€νƒœν˜•

"Pada saat itu, aku akan melindungimu dengan segala cara, bahkan jika itu berarti mengorbankan nyawaku."

Oh astaga... tolong tunggu aku...

5 Mei 2021 Hari AnakπŸ’œ Awal dari hati yang abadi_