Sari apel? Sari apel! (Tokoh utama pria akan memutuskan nanti)

Episode 3 Sari Apel? Sari Apel! (Bread Shuttle)

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Oh... sepertinya ini sebuah toko."

Ding dong dang dongโ™ฌ

์•„์ฃผ๋จธ๋‹ˆ

"Siswa itu baru saja membunyikan bel."

์•„์ฃผ๋จธ๋‹ˆ

"Tidak apa-apa jika saya tidak masuk kelas?"

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Ya! Silakan hitung!"

์•„์ฃผ๋จธ๋‹ˆ

"4000 won"

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Ahhh... 500 won ini milikku..!"

Lalu sang tokoh utama wanita pun muncul perlahan.

Dingling

์•„์ฃผ๋จธ๋‹ˆ

"Ya ampun... apa yang akan aku lakukan jika aku dimarahi..."

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

Aku berjalan perlahan dengan sengaja.

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

sangat lambat

bang

์„ ์ƒ๋‹˜ image

์„ ์ƒ๋‹˜

"Hah...kau pemeran utamanya?"

์„ ์ƒ๋‹˜ image

์„ ์ƒ๋‹˜

"Mengapa kamu datang sekarang?"

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Oh, maafkan saya!"

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Mereka hanya punya waktu 5 menit lagi sebelum bel berbunyi."

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Itulah sebabnya saya bilang saya ingin makan roti seperti itu"

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Aku membelinya sendiri!"

Sang tokoh utama berkata sambil menggoyangkan tiga potong roti.

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

Jadi saya kembali ke tempat duduk dan duduk.

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

Anak-anak itu berusaha keras menahan tawa mereka.

์„ ์ƒ๋‹˜ image

์„ ์ƒ๋‹˜

"...Pelajaran hari ini sampai di sini, sisanya belajar mandiri"

์„ ์ƒ๋‹˜ image

์„ ์ƒ๋‹˜

"Kalian bertiga ikuti aku."

์—ฌ์ž 1 (์ง€์šฐ) image

์—ฌ์ž 1 (์ง€์šฐ)

"Sial" (gumam gumam)

Bang!

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Jeon Yeo-ju!! Dasar jalang!!!!"

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Berisik sekali, haha"

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Aku pikir aku terjatuh karena aku takut"

Penulis tersebut menirukan suara anak-anak.

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Sial" (gumam gumam)

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

" tertawa terbahak-bahak "

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Tapi kamu mengantar-jemput..."

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Hah? Aku baru saja membelinya untuk anak-anak karena mereka ingin makan roti?!!"

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Ya ampun... sadarlah!"

๊น€๋‹ค์€ image

๊น€๋‹ค์€

"Hei, guru memanggilmu."

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Benarkah? Aku akan kembali!"

์ด์ง€์€ image

์ด์ง€์€

"Hei, jangan dipikirkan."

Membentuk otot

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"T...Guru?"

์„ ์ƒ๋‹˜ image

์„ ์ƒ๋‹˜

"Hei Bu, duduklah di sini."

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Bagaimana dengan anak-anak itu?"

์„ ์ƒ๋‹˜ image

์„ ์ƒ๋‹˜

"Aku sengaja membuatmu menunggu agar aku bisa mendengar apa yang ingin kau katakan terlebih dahulu."

์„ ์ƒ๋‹˜ image

์„ ์ƒ๋‹˜

"...Apakah kamu dilempari roti sejak hari pertama?"

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Hah? Ah... ini adalah pengangkut roti."

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Kupikir kau meminta bantuan, meskipun kau mengatakannya dengan begitu tegas."

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

Aku tidak tahu... Aku tahu segalanya><

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

Namun, aku tetap berusaha bersikap sesantai mungkin.

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Entah kenapa, semua anak-anak... takut pada mereka."

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Dan kau bahkan tidak memberiku uang"

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Gujieeee!! Gujieeee!! Aku sudah mengambil uangnya"

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Kurasa itu salahku..."

์„ ์ƒ๋‹˜ image

์„ ์ƒ๋‹˜

"Tidak, ini bukan salah sang tokoh utama wanita."

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Aku...aku tidak mengatakan aku sedang diintimidasi atau semacamnya, kan...?"

์„ ์ƒ๋‹˜ image

์„ ์ƒ๋‹˜

"Aku akan memastikan guru itu tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi."

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

" Terima kasih.. "

์„ ์ƒ๋‹˜ image

์„ ์ƒ๋‹˜

"Oke, naiklah dengan hati-hati."

bang

์—ฌ์ž 2 (์„ธ๋ผ) image

์—ฌ์ž 2 (์„ธ๋ผ)

"Hei... dasar jalang tak berpikir!!"

์—ฌ์ž 2 (์„ธ๋ผ) image

์—ฌ์ž 2 (์„ธ๋ผ)

"Bagaimana kalau aku memberikannya padamu?!"

์—ฌ์ž 1 (์ง€์šฐ) image

์—ฌ์ž 1 (์ง€์šฐ)

"Apakah Anda punya pendapat? Atau tidak?"

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Oh, maaf, tapi itu sudah pasti"

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Kalian bertiga sungguh tidak berpikir panjang."

์—ฌ์ž 3 (๋ฏผํœ˜) image

์—ฌ์ž 3 (๋ฏผํœ˜)

"A...apa?!!"

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Kau menyuruhku melakukan ini padahal waktu sebelum bel berbunyi sudah hampir habis."

Bunyi genderang bergemuruh

์„ ์ƒ๋‹˜ image

์„ ์ƒ๋‹˜

"Kalian tidak boleh masuk...apa..."

์„ ์ƒ๋‹˜ image

์„ ์ƒ๋‹˜

"Kalian mengganggu siswa pindahan itu lagi?!!"

์—ฌ์ž 3 (๋ฏผํœ˜) image

์—ฌ์ž 3 (๋ฏผํœ˜)

"TIDAK!!"

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Guru... Tidak... Saya rasa orang-orang ini... benar-benar telah diperlakukan tidak adil."

์ „์—ฌ์ฃผ image

์ „์—ฌ์ฃผ

"Jika kau bisa menangkapku saat aku sedang menaiki tangga..."

Dan sang tokoh utama wanita dengan hati-hati mendaki hingga ke titik tengah.

์„ ์ƒ๋‹˜ image

์„ ์ƒ๋‹˜

"Kalian masuk!!"

์—ฌ์ž 1 (์ง€์šฐ) image

์—ฌ์ž 1 (์ง€์šฐ)

"Guru!!"

Bang!!!

Anak-anak laki-laki di belakangku mulai berbicara.

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"Orang paling aneh yang pernah saya lihat"

๋ฌธ์ค€ํœ˜ image

๋ฌธ์ค€ํœ˜

"Setelah Lee Seok-min"

๊น€๋ฏผ๊ทœ image

๊น€๋ฏผ๊ทœ

"Aku akui itu lol"

์ตœํ•œ์†” image

์ตœํ•œ์†”

"Apakah hanya aku yang mengenali pria ini?"

์ด ์ฐฌ image

์ด ์ฐฌ

"Sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat..."

W๋”๋ธ”์œ W image

W๋”๋ธ”์œ W

Saya akan sangat menghargai jika Anda bisa mengirimkan pesan kepada saya ๐Ÿ˜