Yeon Jahat [BL]
42


#rintihan-

간호사
“Panggil dokter anestesi!! Kita berdua harus segera menjalani operasi!”

의사
“ ...”

Dokter itu menghela napas dan ekspresinya berubah muram mendengar kata-kata perawat untuk memanggil departemen anestesi.

간호사
“Guru…!! Segera panggil dokter anestesi…”

#Berbunyi-

-Pada saat itu, mesin medis Junmyeon mengeluarkan suara, dan garis tersebut berubah menjadi garis lurus.


박찬열
“...Ugh.. ha.. “

-Chanyeol akhirnya menangis tersedu-sedu.

의사
“... 20 Agustus 2020. 01:19 pagi. Pasien Kim Jun-myeon meninggal dunia.”

#Swoosh..

-Lalu, sehelai kain putih menutupi mata Junmyeon yang terpejam rapat.



박찬열
“Ugh… sial…!!”

- Merasa tak berdaya dan tidak mampu berbuat apa-apa, Chanyeol akhirnya mengumpat.

-Sekarang yang bisa dilakukan Chanyeol hanyalah merasa bersalah kepada Junmyeon seumur hidupnya dan berharap Baekhyun, yang masih bernapas, akan selamat.

Baekhyun kemudian langsung dibawa ke ruang operasi.

#Mabuk..!!

오전 5:00
Jam 5 pagi

-Setelah menjalani operasi yang panjang, Baekhyun akhirnya memasuki ruang perawatan rumah sakit.

-Wali Junmyeon langsung datang dan memberitahukan kabar tersebut kepadanya.

- Di depan walinya yang menangis tersedu-sedu, yang bisa dilakukan Chanyeol hanyalah meminta maaf berulang kali.

-Dan sekarang, aku merasa kasihan pada Baekhyun, yang mengalami kesulitan karena banyaknya alat medis yang harus dia gunakan.



박찬열
“ ...”

#Swoosh..

-Chanyeol melepaskan tangan Baekhyun dan dengan cepat menyeka air matanya.


박찬열
“Haa.. Heuheu..!!”

-Perasaan menyesal itu perlahan berubah menjadi rasa bersalah, dan rasa bersalah itu segera mendorong Chanyeol ke ambang batas.

‘Jika Baekhyun tidak bangun dalam keadaan seperti ini… apa yang harus kulakukan?’


박찬열
“Ugh... Hyuna... kumohon...”

‘Kumohon… tersenyumlah sekali lagi, senyum manis itu… jangan sampai itu menjadi yang terakhir…’

-Chanyeol menggenggam erat tangan Baekhyun yang kurus dan lembut, lalu terus mengulangi bahwa dia menyesal.

[Kilasan balik Baekhyun] #Pelan-pelan, pelan-pelan-

변백현
"Tuan..!"

박찬열
"Hah?"

변백현
“Apakah kamu akan terus mencintaiku?”

박찬열
“Mengapa kamu cemas?”

변백현
“Bukan..! Bukan itu.. “

박찬열
“Fiuh… Jangan khawatir,”


“Ke mana pun kau pergi, aku akan selalu bersamamu.”

-Di bawah pohon sakura, keduanya saling berhadapan dan tersenyum cerah.

Ekspresi Baekhyun saat mendengar kata-kata itu terlihat jauh lebih bahagia dari sebelumnya.