Jatuh Cinta dengan Sunghoon
Tersebar


12:30 AM
Murid 1
"Tadi gue liat Kak Sunghoon nyamperin cewek woi!" ucap seorang murid random terlihat sangat heboh.

Murid 2
"Beneran lo liat? Di mana?!"

Murid 1
"Di lapangan tadi waktu pelajaran. Lapangan sepi banget tadi tuh. Terus Kak Sunghoon nyamperin cewek gitu."

Murid 3
"Lo yakin nyamperin? Kalau lewat doang gimana?"

Murid 1
"Aku yakin. Dia tadi membuka mulutnya. Sepertinya dia sedang berbicara."

Murid 2
"Ceweknya siapa? Lo kenal?"

Murid 1
"Sayangnya gue ga liat muka ceweknya."

Murid 2
"Yah. Gebetannya mungkin?"

Murid 3
"Lo yakin gebetan?"

Murid 2
"Yakin. Kak Sunghoon nggak pernah interaksi sama cewek manapun di sekolah ini. Sama guru aja dia cuek kan?"

Murid 1
"Betul tuh. Wah harus sebar nih beritanya."

Murid random itu membuka ponselnya lalu mengetikkan sesuatu.

Dia menyebarkan berita tentang Sunghoon yang menghampiri gebetannya di lapangan.

Shine yang mendengar percakapan mereka, mulai merasa terancam.

Bagaimana jika mereka tahu bahwa Sunghoonlah yang mendekatinya?

Tetapi untungnya, tidak ada yang melihat wajah Shine. Jadi dia masih aman.

Kim Riri
"Lo kenapa sih?"

Shine terkejut. Dia mengelus dadanya.

Choi Shine
"Jangan ngagetin dong."

Kim Riri
"Gue tanyanya pelan, maemunah. Lo kenapa?"

Choi Shine
"Gapapa."

Riri menatap Shine tajam. Sepertinya Riri tau kalau Shine menyembunyikan sesuatu.

Shine menahan napasnya. Tentu saja Riri tau tentang Sunghoon yang menghampiri seorang gadis.

Kim Riri
"Jangan-jangan lo—"

Kim Tae
"Lo apaan?" Tae memotong ucapan Riri.

Shine lega karena Tae datang.

Kim Tae
"Lo kenapa di sini?"

Kim Tae
"Terserah padaku. Aku juga ingin makan."

Kim Riri
"Kantin luas, Tae. Dan kenapa lo di sini mulu?"

Kim Tae
"Mereka akan."

Riri berdecak kesal.

Tae duduk di depan Shine. Di sebelah Riri.

Mereka makan dengan tenang di kantin yang ramai.

Tae menatap Shine dengan tajam. Seperti menuntut penjelasan.

Shine mengangkat dagunya seperti bertanya ada apa.

Tae masih saja menatap Shine dengan tajam.

Riri yang melihat tingkah aneh mereka, bertanya.

Kim Riri
"Lo berdua kenapa sih?"

Kim Tae
"Gapapa," jawab Tae.

Tae masih saja menatap Shine dengan tajam.

Shine bingung dan hanya menaikkan pundaknya.

Choi Shine
"Aku duluan. Aku ingin pergi ke perpustakaan."

Dengan cepat, Shine melesat ke perpustakaan meninggalkan kantin yang ramai karena membicarakan Sunghoon dan gebetan barunya.

Di sepanjang perjalanan pun, banyak yang membicarakan mereka.

Bahkan ada yang marah pada gadis yang dimaksud itu.

Sekarang, Shine sudah berada di salah satu lorong rak buku.

Tentu saja, perpustakaan itu sunyi. Sangat kontras dengan situasi di luar.

Shine menghela napasnya lega. Keadaan sepi membuatnya tenang sekarang.

Dia memilih buku di rak tersebut. Lalu mengambil satu buku yang menarik di matanya.

Shine duduk di kursi yang ada di lorong tersebut.

Sengaja duduk di situ dan bukan di kursi utama karena memang sedang ingin sendiri dan sepi.

Dia mulai larut dalam bacaannya. Membalik halaman demi halaman.

Dia sedikit santai karena memang jam istirahat masih lama.

Sunghoon
"Bolehkah saya duduk di sini?"

Shine mengangguk pelan. Dia tidak sadar bahwa yang meminta ijin itu adalah Park Sunghoon.

Sunghoon yang juga sedang memegang buku, menatap Shine dari samping.

Shine sedikit risih dengan tatapan pria di sampingnya. Dia berdeham ringan sambil sedikit bergeser ke sisi lainnya.

Sunghoon tersenyum kecil. Dia tidak memgindahkan dehaman Shine tadi.

Masih dengan tatapan yang membuatnya risih, Shine akhirnya buka suara.

Choi Shine
"Maaf, tapi jangan liat saya terus—" Suara Shine hilang di akhir karena saat menoleh, ternyata yang ada di sebelahnya adalah Sunghoon.

Sunghoon menaikkan alisnya yang tebal itu.

Choi Shine
"Maaf, Kak. Maksudku, aku tidak tahu kau punya saudara perempuan."

Shine bertingkah nakal lagi. Dia duduk di sebelah Sunghoon. Kali ini, benar-benar di sebelahnya.

Choi Shine
"A-aku duluan, Kak."

Shine melangkahkan kakinya. Namun, baru dua langkah kecil, tangannya sudah di tahan oleh Sunghoon.

Shine menjadi semakin canggung. Dia menatap tangan yang dipegang Sunghoon.

Sunghoon
"Mengapa?"

Suara Sunghoon kembali terdengar manis.

Choi Shine
"A-aku pindah tempat aja. Ga enak kalau ganggu."

Sunghoon
"Apakah aku mengganggumu?"

Shine terdiam. Benar juga. Apa Sunghoon terganggu?

Choi Shine
"N-nanti gebetan kakak cemburu."

Sunghoon menaikkan alisnya tajam. Gebetan?

Sunghoon
"Gebetan? Emang gue pernah bilang punya gebetan?"

Shine kembali terdiam. Alasan apa lagi yang bisa dia berikan?

Sementara, jantungnya mungkin sudah kayang di dalam sana.

Untungnya bel istirahat berakhir langsung berbunyi.

Shine merasa lega dan selamat. Dia langsung melepas tangan Sunghoon dari tangannya. Lalu berlari tergesa menuju ke kelas.