dari : Untukmu saat itu_ [CB]
24


![[현실] 박찬열(18) image](https://cdnetphoto.appphotocard.com/fanfic/1336369/216895/character/thumbnail_img_11_20210519222809.jpg)
[현실] 박찬열(18)
“Ugh… aku haus.”

: Desis- :

![[현실] 박찬열(18) image](https://cdnetphoto.appphotocard.com/fanfic/1336369/216895/character/thumbnail_img_11_20210519222809.jpg)
[현실] 박찬열(18)
“Saya mau beli air. Kamu mau beli apa?”


변 백현(18)
“Hah? Tidak, tidak apa-apa.”


![[현실] 박찬열(18) image](https://cdnetphoto.appphotocard.com/fanfic/1336369/216895/character/thumbnail_img_11_20210519222809.jpg)
[현실] 박찬열(18)
"Baiklah. Kalau begitu, aku akan kembali-"

: Jeokbuk, Jeokbuk- :

: Bunyi genderang - gedebuk. :



변 백현(18)
“ …”


Sarak... :

Angin berhembus melalui jendela, dan tak lama kemudian gaun rumah sakit Baekhyun sedikit terangkat.

: Desis- :


변 백현(18)
" … di bawah.. "

‘Aku harus segera menghapusnya..’

Baekhyun menutupi lehernya dengan tangannya dan menghela napas.


: Jeokbuk, Jeokbuk- :

![[현실] 박찬열(18) image](https://cdnetphoto.appphotocard.com/fanfic/1336369/216895/character/thumbnail_img_11_20210519222809.jpg)
[현실] 박찬열(18)
“…. Tapi.. Tentu saja, tubuhku tidak akan berubah saat aku pergi mengambil air.. “

: Bang! :

![[현실] 박찬열(18) image](https://cdnetphoto.appphotocard.com/fanfic/1336369/216895/character/thumbnail_img_11_20210519222809.jpg)
[현실] 박찬열(18)
"Ah!.. "


??
"….ah,"

: Busur- :

Pria itu mengangguk sedikit, lalu berjalan melewati Chanyeol.

: Gedebuk, gedebuk-… :

![[현실] 박찬열(18) image](https://cdnetphoto.appphotocard.com/fanfic/1336369/216895/character/thumbnail_img_11_20210519222809.jpg)
[현실] 박찬열(18)
“…. Wow, wow…”

‘Ini benar-benar terlihat menakutkan…’

Saat pria itu lewat, Chanyeol menghela napas lega, ketegangannya mereda, dan dia segera berjalan untuk mengambil air.


: Ssuk… Tuuk- :


변 백현(18)
"...ah..."

'Aku mengantuk...'

: Desis- :

Baekhyun sedang membasuh wajahnya dengan kepala terus menunduk.

- pada saat itu,

: Menggerutu- :


변 백현(18)
“Hah? Kamu sudah di sini…”

: Berhenti- :



변 백현(18)
“…”

‘… . Anak itu… kenapa… ‘

: Deg-deg, deg-deg... :

: Desis- :

??
“Halo? Apakah kamu istirahat dengan nyenyak?”


변 백현(18)
“…Ya. Tapi, kau baru saja merusak semuanya?”

: Gedebuk- :

??
“Hei, jangan menatapku dengan tatapan menakutkan.”

Desis... :

??
“Jadi… berapa lama lagi kau akan kabur? Hah?.. “


변 백현(18)
" … Ha ha.. "

: Bam! :


변 백현(18)
“Seorang bocah manja kelas dua yang biasanya tidak akan kuajak bicara… apakah dia keren?”

"Kim Jong In."


김 종인 (18)
“Um… tapi apa yang bisa kulakukan? Sejak kau kabur, barisan sudah sedikit berubah.”

: Kwak… :


변 백현(18)
“Ugh!!.. :

: Gedebuk-! :

Baekhyun meraih pergelangan tangan Jongin, dan Baekhyun terkejut dengan cengkeraman kuat Jongin. Dia menepis tangan Jongin.



김 종인 (18)
“Fiuh, terkejut? Kau lebih kuat dari yang kukira.”

Ketuk! Ketuk...


변 백현(18)
“Ugh!! Apa-apaan ini!.. Jangan lepaskan?”

Baekhyun, yang tak bisa menghindari tangan Jongin, kedua pergelangan tangannya dicengkeram, lalu rambutnya dijambak.

: Ketat.. :


김 종인 (18)
“Kita perlu bersatu kembali dan menata barisan, kan?”

“Yah, kurasa aku akan menang juga.”


변 백현(18)
" … di bawah?.. "

: Kwaak!! :


김 종인 (18)
“Oh tidak!! Sial!”

: Boom! Bunyi gemercik!! :


김 종인 (18)
“Ah… Bajingan gila ini…”

Baekhyun menggigit tangan Jongin lalu menendangnya di perut, menyebabkan Jongin terjatuh.

: Desis- :



변 백현(18)
“Bahkan jika aku mati dan terbangun kembali, aku tidak akan kalah darimu.”

"Datang,"

Mata Baekhyun menjadi lebih tajam.


- Sementara itu,

: Tur.. Klik- :



도 경수(22)
“Baik, Pak.”

“Ya. Apakah Chanyeol sudah merasa lebih baik?”


도 경수(22)
“Ah… ya. Kelihatannya baik-baik saja.”

??
"Itu suatu keberuntungan. Merupakan kerugian besar bagi organisasi kita jika pemain andalan seperti Chanyeol cedera, bukan?"


도 경수(22)
“…Ya. Dan…Tidak lama lagi…Dalam beberapa hari, akan dimulai.”

“Perang dengan mereka.”