Apakah semuanya hanya tentang ketampanan? [Solbu/bl]

Episode 3.

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"Hah..."

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"Mengapa kamu datang ke toko ini...?"

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Kamu mau beli apa untuk dimakan?"

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"Ah..."

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

" penggaris "

Dengan tatapan penuh emosi di matanya saat dia mendengarkan Ji-hoon memberinya camilan.

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"Tidak apa-apa! Aku tidak harus memakannya..."

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

" ?"

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Tidak, dengarkan punyaku."

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"ah..."

2 kue kering, 3 kaleng cola, dan 2 jeli

Jihoon membeli banyak barang yang berbeda-beda.

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"Saudaraku, bisakah kau menghabiskan semuanya?"

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"ya"

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"Wow... Bisakah kamu membelikan satu untukku juga?"

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Beli itu"

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"Wow!! Ada apa, bro!!"

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"Ups~~"

Aku tak pernah menyangka akan makan makanan yang dibelikan Jihoon hyung untukku.

Hore~~~

Seung-kwan membeli satu susu kopi dan dua camilan.

Jihoon meletakkannya di atas meja bersama dengan makanan yang dibelinya.

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"Kenapa kakakku membelikanku sesuatu yang enak sekali~~ ใ…‡"

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

" ini? "

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

" Ya! "

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

"Kamu membelikannya untukku"

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"...?"

Jihoon hanya mengambil camilan, cola, dan jeli yang telah dia pilih.

Dia berbalik dan pergi dengan ekspresi dingin.

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

" ya ampun..! "

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"Sss...sss..."

๊น€๋ฏผ๊ทœ image

๊น€๋ฏผ๊ทœ

"Apa, kenapa kamu begitu marah?".

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"Tidak!! Baiklah, Jihoon hyung"

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"Kupikir kamu akan membelikanku makanan, jadi aku memilih berbagai macam barang!!!"

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"Tiba-tiba kau menyuruhku membayar tagihan lalu kabur!!"

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"Harganya lebih dari 10.000 won...๐Ÿ˜ญ"

๊น€๋ฏผ๊ทœ image

๊น€๋ฏผ๊ทœ

"Ah lol"

์ด์„๋ฏผ image

์ด์„๋ฏผ

"Apa~"

์ด์„๋ฏผ image

์ด์„๋ฏผ

"Kalau begitu... eh!"

๊น€๋ฏผ๊ทœ image

๊น€๋ฏผ๊ทœ

"Hati-hati"

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"Mendesah..."

์ด์„๋ฏผ image

์ด์„๋ฏผ

"Eeeeeeeeeep!"

๊น€๋ฏผ๊ทœ image

๊น€๋ฏผ๊ทœ

"Ah, shhh..! Hentikan!!"

Min-gyu akhirnya melepaskan tangan Kim Min-gyu setelah menjilat telapak tangannya.

์ด์„๋ฏผ image

์ด์„๋ฏผ

"Ugh, ugh, ugh..."

๊น€๋ฏผ๊ทœ image

๊น€๋ฏผ๊ทœ

"Ahhhh! Ini kotor."

์ด์„๋ฏผ image

์ด์„๋ฏผ

"Ugh, tanganmu kotor bangetใ…กใ…ก"

๋ถ€์Šน๊ด€ image

๋ถ€์Šน๊ด€

"Mendesah..."

์ตœํ•œ์†” image

์ตœํ•œ์†”

Choi Seung-cheol

์ตœ์Šน์ฒ  image

์ตœ์Šน์ฒ 

"Apa, apa, mengapa, mengapa"

์ตœํ•œ์†” image

์ตœํ•œ์†”

"Oh, apakah kamu mendapat telepon dari pria yang kuberikan nomorku sebelumnya?"

์ตœ์Šน์ฒ  image

์ตœ์Šน์ฒ 

"Aku memang datang..."

์ตœ์Šน์ฒ  image

์ตœ์Šน์ฒ 

"Ada sedikit kesalahpahaman..."

.

....

Ini tidak menyenangkan, tidak apa-apa?