Halaman terakhir

7 Halaman, 1 Cerita

28 Agustus 20○○

Hari ini bukanlah hari yang baik.

Aku pergi ke sekolah dan mengikuti pelajaran seperti biasa, menjalani hari-hariku seperti biasa.

Saat istirahat jam pelajaran kedua, aku hendak pergi ke kelas Eunbi dan Yerin ketika seorang teman menghentikanku.

Pria itu menyuruhku untuk tidak pergi ke nomor 3.

Ketika saya bertanya mengapa, dia malah bertanya apakah saya belum mendengar desas-desus itu.

Aku mencoba untuk mengabaikannya saja dan pergi.

Suara yang kudengar di belakangku membuatku terkejut.

Saya terkejut ketika mendengar suara itu.

Yerin yang saya kenal bukanlah anak seperti itu.

Yerin yang kukenal benar-benar berlawanan dengan suara yang kudengar di belakangku.

Jadi saya mencoba mengabaikannya.

Namun entah mengapa tubuhku tidak mau mendengarkanku.

Betapa pun kuatnya pikiran saya menyuruh saya bergerak, tubuh saya tetap diam.

Aku tidak bisa meninggalkan ruang kelas.

Pertama-tama, saya memutuskan untuk menghindari Yerin.

Saya tidak yakin apakah cerita yang saya dengar itu benar,

Saya belum yakin, tapi

Kurasa akan canggung jika aku bertemu Yerin.

Jadi saya mencoba menghindarinya

Namun, berkat kedatangannya menemuiku saat makan siang, aku bertemu Yerin, tetapi aku membuat alasan dan tidak ikut makan siang dengannya.

Mengabaikan bahkan tatapan khawatir yang tertuju padaku

Jadi, aku terus menghindari Yerin.

Aku tidak tahu apa yang Yerin pikirkan tentangku.

Tapi kurasa aku tak akan sanggup menghadapi Yerin sampai aku mengambil keputusan.

Di satu sisi, saya merasa kasihan.

Aku bahkan tidak yakin apakah bersikap seperti ini adalah hal yang benar.

Itu agak rumit.

*

Apa yang terjadi hari itu...

Saya tidak ingat dengan jelas.

Namun yang terlintas di benak saya ketika melihat konten ini adalah,

Eunbi merasa sangat tidak nyaman denganku.

Saya khawatir karena itu,

Kurasa tindakanku telah menjadi beban.

Aku belum tahu.... Apa yang Eunbi dengar dari teman itu...?

*

정은비 image

정은비

Hmm... lain kali kita bahas sastra...

Eunbi mengeluarkan buku sastranya, meletakkannya di atas meja, lalu berdiri.

Teman) Jeong Eun-bi, kamu di mana?

정은비 image

정은비

Benarkah? Aku mau bertemu teman.

(Teman) Siapa temanmu? Jeong Ye-rin?

정은비 image

정은비

Ya, tapi kenapa?

(Teman) Hei, apa kau belum mendengar rumor tentang Jeong Ye-rin?

Eunbi mengabaikan kata-kata temannya dan mencoba meninggalkan kelas lagi.

Teman) Apakah kamu bilang bahwa Jeong Ye-rin dulu suka menindas teman-temannya saat masih SMP?

정은비 image

정은비

... Apa?

Teman) Itu yang kudengar

(Teman) Kamu bilang kamu dekat dengan seorang teman, tapi kemudian di suatu titik kamu mengkhianatinya?

(Teman) Itu hanya rumor, tapi kita tidak pernah tahu.

정은비 image

정은비

....

Teman) Yah... aku pernah menghentikanmu sekali.

Teman) Sekarang, lakukan sesukamu.

정은비 image

정은비

.....

Eunbi menatap pintu kelas yang tertutup untuk waktu yang lama sebelum kembali ke tempat duduknya.

Temannya itu tersenyum tipis dengan sudut bibir terangkat saat melihat Eunbi seperti itu.

Halaman 7, 1 Cerita Tamat-