Huh... Kenangan... Pengorbanan... Kisah Tujuh Pangeran
Episode 76. Potret Ganda


Sinjeo, setelah kehilangan Putra Mahkota, kembali diliputi kebingungan.

Namun, prioritas utama saat ini adalah pemakaman Eun-gwang.

Istana itu sunyi senyap.

Ini persis seperti saat Eun-gwang pertama kali pergi ke Kekaisaran Timur.

Meskipun disebut masa berkabung satu tahun, orang biasanya hanya mengenakan pakaian berkabung selama satu bulan dan kembali ke kehidupan sehari-hari setelah satu bulan berlalu.

Kehidupan sehari-hari kembali normal setelah sebulan, tetapi

Sulit bagi hati mereka untuk pulih.

Minhyeok diangkat sebagai Putra Mahkota.


왕
Saya sedang tidak enak badan, jadi mohon bertindak sebagai wali untuk sementara waktu.


(2왕자) 민혁🌑
Ya?


왕
Bukankah lebih baik mendapatkan pengalaman terlebih dahulu sebelum menjadi raja?


(2왕자) 민혁🌑
Ah. Ya. Saya mengerti.

.

Mulai hari berikutnya, Minhyeok mengambil alih hampir semua tugas raja.

Minhyeok menerapkan banyak kebijakan hebat, dan Raja pun merasa puas dengan kebijakan-kebijakan tersebut.

Terima kasih kepada Minhyuk yang telah menangani cerita dan petisi masyarakat dengan bijak.

Dia juga mampu memenangkan hati masyarakat dengan sangat baik.

Namun, tidak lama kemudian, raja meninggal dunia.

Shinjeo menjadi semakin bingung dengan kematian ganda yang tak terduga itu.

Sebuah insiden terjadi bahkan sebelum upacara pemakaman selesai.

Para menteri ingin segera menobatkan Minhyeok sebagai raja.

bang_


(빈궁) 주현
Saya mencalonkan diri untuk suksesi tersebut.


(군마마) 정국🌞
...


(2왕자) 민혁🌑
*tertawa kecil*


(2왕자) 민혁🌑
Bagus.

도승지
Berdasarkan hukum, Yang Mulia Putra Mahkota berhak memutuskan hasil dari perebutan suksesi.


(2왕자) 민혁🌑
Hmm... kurasa aku akan menyerahkan wewenang pengambilan keputusan...


(2왕자) 민혁🌑
Bukankah itu tidak apa-apa?

도승지
Ah. Ya. Itu mungkin.

도승지
Maka, kekuasaan pengambilan keputusan kini berada di tangan Tuhan.


(군마마) 정국🌞
...

도승지
Anda lebih ingin berduel dengan siapa, kemampuan berpedang atau kemampuan fisik?


(군마마) 정국🌞
Ha... kemampuan.

도승지
Besar.

도승지
Perebutan suksesi akan berlangsung besok.

도승지
Silakan kalian berdua masuk ke kamar masing-masing.

menetes


(2왕자) 민혁🌑
Siapakah dia?


(군마마) 정국🌞
Ini aku...


(2왕자) 민혁🌑
Datang.


(군마마) 정국🌞
...


(군마마) 정국🌞
Maaf.


(2왕자) 민혁🌑
Haha, kamu juga sudah meminta maaf di suratmu sebelumnya.


(군마마) 정국🌞
Ya...


(2왕자) 민혁🌑
Kamu tidak melakukan kesalahan apa pun, baik saat itu maupun sekarang.


(2왕자) 민혁🌑
Sebenarnya kamu minta maaf untuk apa?


(군마마) 정국🌞
hanya....


(군마마) 정국🌞
Sebagai seseorang yang sedang menghadapi kematian, hanya itu yang ingin saya sampaikan kepada Yang Mulia.


(2왕자) 민혁🌑
Sekarang mereka memanggilnya Yang Mulia...


(2왕자) 민혁🌑
Apakah kamu mulai tidak suka dipanggil 'hyung'?


(군마마) 정국🌞
Bukan begitu... Saya khawatir Yang Mulia mungkin tidak menyukainya...


(2왕자) 민혁🌑
Mengapa saya?


(군마마) 정국🌞
Semua masalah yang muncul sekarang... adalah karena saya.


(2왕자) 민혁🌑
Haha. Sudah kubilang.


(2왕자) 민혁🌑
Baik sekarang maupun di masa lalu, itu bukan salahmu.


(2왕자) 민혁🌑
Sebenarnya, aku tidak tahu mengapa kamu begitu baik-baik saja.


(2왕자) 민혁🌑
Bukankah aku orang yang bisa membunuhmu besok...?


(군마마) 정국🌞
selalu..


(군마마) 정국🌞
Karena aku sudah siap menghadapinya....


(2왕자) 민혁🌑
Apa?


(군마마) 정국🌞
Tidak mungkin aku tidak mengetahui tujuan ibuku...


(군마마) 정국🌞
Saya mengetahuinya sudah lama sekali...


(군마마) 정국🌞
Saya selalu siap mati kapan saja.


(2왕자) 민혁🌑
...


(군마마) 정국🌞
Aku mungkin akan mati besok.


(군마마) 정국🌞
Karena semua orang bisa melihat aku bukan tandingan mereka...


(군마마) 정국🌞
Meskipun begitu, fakta bahwa mereka mengadu domba keduanya untuk memperebutkan suksesi...


(군마마) 정국🌞
Akan ada faktor risiko.


(2왕자) 민혁🌑
... Ya.....


(군마마) 정국🌞
Baiklah, saya permisi dulu.


(군마마) 정국🌞
Istirahatlah hari ini.


(군마마) 정국🌞
Ah, dan...


(군마마) 정국🌞
Mulai hari ini, jangan makan makanan apa pun yang diberikan oleh siapa pun selain pejabat istana resmi.


(2왕자) 민혁🌑
Oke...

.