Kami adalah orang tua

๐Ÿป- Pelukan Ayah lebih hangat daripada boneka beruang

Suatu fajar yang sunyi dan tenang

๊น€์œค์„œ๐Ÿป image

๊น€์œค์„œ๐Ÿป

"Ugh!"

๊น€์œค์„œ๐Ÿป image

๊น€์œค์„œ๐Ÿป

(Lihat sekeliling, lihat sekeliling) "Hwaaah"

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Ugh...ada apa dengan Yunseo kita..."

๊น€์œค์„œ๐Ÿป image

๊น€์œค์„œ๐Ÿป

"Hehehe, ayah"

๊น€์˜ˆ์Šฌ image

๊น€์˜ˆ์Šฌ

"Uh...Yoonseo, kenapa kamu menangis?"

๊น€์œค์„œ๐Ÿป image

๊น€์œค์„œ๐Ÿป

"Kumeseo... Kisiniaga"

๊น€์œค์„œ๐Ÿป image

๊น€์œค์„œ๐Ÿป

"Aku takut, huuuuuuu"

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Ya ampun, itu menakutkan sekali, Yoonseo."

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Kemarilah ke ayah"

๊น€์„œํ˜„๐Ÿป image

๊น€์„œํ˜„๐Ÿป

(Merengek) "Huh-huh"

๊น€์˜ˆ์Šฌ image

๊น€์˜ˆ์Šฌ

(tepuk-tepuk) "Tenang... tidur nyenyak"

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Nak, apakah kamu tidak akan datang ke ayah?"

๊น€์œค์„œ๐Ÿป image

๊น€์œค์„œ๐Ÿป

"Huh-huh"

Po-ok_

๊น€์œค์„œ๐Ÿป image

๊น€์œค์„œ๐Ÿป

(Bisikan)

Yoonseo ingin lebih dekat dalam pelukan Taehyung.

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Putri, apakah kau benar-benar takut?"

๊น€์œค์„œ๐Ÿป image

๊น€์œค์„œ๐Ÿป

"Gishiniraang.."

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Ya, dengan hantu."

๊น€์œค์„œ๐Ÿป image

๊น€์œค์„œ๐Ÿป

(Terisak) "Goblin itu sangat lucu..."

๊น€์œค์„œ๐Ÿป image

๊น€์œค์„œ๐Ÿป

"Ummaraang, Ayah... Seohyuni โ€‹โ€‹dan aku akan pergi ke Jawa."

๊น€์œค์„œ๐Ÿป image

๊น€์œค์„œ๐Ÿป

"Aku takut, oh, wow, uh"

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Ya ampun, itu menakutkan sekali~"

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Seohyun kita sangat cerdas"

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Seohyun kita tidak harus takut sendirian, jadi berhentilah menangis."

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Pagi hari itu sulit"

๊น€์˜ˆ์Šฌ image

๊น€์˜ˆ์Šฌ

"Yoonseo mengalami mimpi buruk?"

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Kurasa begitu... Hantu dan goblin membawa seluruh keluarga kita pergi, hanya menyisakan Yunseo."

๊น€์˜ˆ์Šฌ image

๊น€์˜ˆ์Šฌ

"Ya ampun... Kamu pasti sangat ketakutan~"

๊น€์œค์„œ๐Ÿป image

๊น€์œค์„œ๐Ÿป

(Huljjirak) "Ummadoo... Apa kau mimpi buruk...?"

๊น€์˜ˆ์Šฌ image

๊น€์˜ˆ์Šฌ

"Tentu saja haha โ€‹โ€‹Tapi Bu, setelah bertemu putri-putri kita, aku akan bermimpi indah."

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Ayah juga sama. Kamu bukan satu-satunya, Yunseo."

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Jadi sekarang mari kita hapus air mata kita dan minum Coco."

๊น€์œค์„œ๐Ÿป image

๊น€์œค์„œ๐Ÿป

"Ugh.."

(tepuk-tepuk)

๊น€์œค์„œ๐Ÿป image

๊น€์œค์„œ๐Ÿป

"Ugh.."

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Aku tertidur... haha"

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

[Tidurlah nyenyak, putriku]

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

[#23] Putri kedua kita juga~"

Taehyung menidurkan anak-anak dan keluar ke ruang tamu untuk mengambil air minum.

๊น€์˜ˆ์Šฌ image

๊น€์˜ˆ์Šฌ

"Sayang, harus kuambilkan air untukmu?"

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Ya... heh"

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Sayang,"

๊น€์˜ˆ์Šฌ image

๊น€์˜ˆ์Šฌ

"Hah? Kenapa?"

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

[#234] "Aku mencintaimu"

๊น€์˜ˆ์Šฌ image

๊น€์˜ˆ์Šฌ

"ใ…‹ใ…‹ใ…‹Kenapa kamu tiba-tiba seperti itu?"

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Ini mengingatkan saya pada hari-hari bulan madu kita..."

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Dulu kami selalu bersama dan saling menggoda setiap hari."

๊น€์˜ˆ์Šฌ image

๊น€์˜ˆ์Šฌ

"Jadi, apa yang ingin kamu lakukan, Taehyung?"

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

(Penutup pelampung) "Cium di sini"

๊น€์˜ˆ์Šฌ image

๊น€์˜ˆ์Šฌ

"Ya ampun... Serius..."

์ตน_

๊น€์˜ˆ์Šฌ image

๊น€์˜ˆ์Šฌ

"tidak apa-apa?"

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Ya... oke.."

๊น€์˜ˆ์Šฌ image

๊น€์˜ˆ์Šฌ

"Kamu cuma bersikap menyebalkan... lol"

๊น€์˜ˆ์Šฌ image

๊น€์˜ˆ์Šฌ

"Aku mencintaimu, sayang"

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

"Aku juga, sayang.."

Yunseo berada dalam pelukan hangat ayahnya.

Seohyun menepuk-nepuk tangan ibunya.

Taehyung dan Yesul terlelap dalam tidur nyenyak dan manis, mabuk oleh aroma satu sama lain.

Ini adalah episode yang saya tulis karena saya teringat mimpi buruk yang saya alami saat masih kecil.

Aku masih ingat

Aku masih ingat mimpi di mana aku tiba-tiba ditinggal sendirian di museum mumi dan dikejar oleh mumi. Itu terjadi ketika aku berada di tempat penitipan anak.

Saat aku terbangun dan mencoba untuk tidur kembali, aku merasakan seseorang menekan punggungku dari belakang dan aku berbalik.

Tidak ada siapa pun di belakangku... hanya sebuah tembok.

Bukankah setiap orang pernah mengalami hal seperti ini setidaknya sekali?

Sampai jumpa besok jam 3!