Kamu melihat ke mana?

Mengapa saya terus pergi ke kafe?

Aku pasti akan pergi ke kafe itu lagi hari ini.

Tentu saja, hanya aku saja-

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

Selamat datang, ya?

Hah..? Apa kau masih ingat aku?

๊น€์—ฌ์ฃผ image

๊น€์—ฌ์ฃผ

Bisakah saya memesan latte cokelat?

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

Fiuh - kamu minum latte cokelat lagi

๊น€์—ฌ์ฃผ image

๊น€์—ฌ์ฃผ

(Oh... Apakah kamu ingat latte cokelat yang kuminum terakhir kali?) Oh, aku tidak minum kopi.

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

Akan saya bawakan segera, tunggu sebentar.

Karyawan paruh waktu itu datang ke meja saya dan membawakan saya kopi.

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

Ini dia, rasanya seperti mulut bayi.

๊น€์—ฌ์ฃผ image

๊น€์—ฌ์ฃผ

Hei, aku juga sudah dewasa, kan?

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

Oke, oke - sampai jumpa lain waktu

๊น€์—ฌ์ฃผ image

๊น€์—ฌ์ฃผ

Tentu saja tidak, aku akan datang kalau aku bisa!

Lalu, saya mendengar

๊น€ํƒœํ˜• image

๊น€ํƒœํ˜•

Serius, kamu imut banget... (gumam)

Suara gumaman pekerja paruh waktu itu-!!

Mengapa saya tidak bisa datang ke kafe ini?

๊น€์—ฌ์ฃผ image

๊น€์—ฌ์ฃผ

Kata-kata itu tak kunjung hilang dari pikiranku...

๊น€์—ฌ์ฃผ image

๊น€์—ฌ์ฃผ

Kafe itu, mungkin akan menjadi kafe langganan saya mulai sekarang.

Dering dering dering dering-๐ŸŽต

Telepon berdering-

Tidak ada yang bisa dihubungi... Siapa ini?

๊น€์—ฌ์ฃผ image

๊น€์—ฌ์ฃผ

Halo-?

??

Apa kabar? Tetaplah berhubungan.