Bạn thân hoặc bạn trai

01

Suasana kelas ramai karena para guru sedang rapat dengan pengurus sekolah. Sehingga banyak kelas yang hanya diberikan tugas dan wajib mengumpulkan setelah pulang sekolah.

Kelas 12 IPA 1 adalah tempat orang - orang pintar dan disanalah Yedam berada. Yedam sendiri adalah mantan Ketua OSIS dan Kapten Sepakbola di SMAN Nusantara. Maka tidak heran Yedam menjadi salah satu most wanted sekolah.

Tapi itu tidak berarti Aera tidak bisa berteman dengan Yedam. Justru karena Aera adalah gadis yang mudah bergaul dan memiliki banyak teman, ia juga memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan pendengar yang baik, oleh karena itu Yedam ingin berteman dengan Aera.

“Yedam, lo sibuk belajar mulu. Mending sini main pubg sama gue,” kata Aera sambil melempar gumpalan kertas ke arah Yedam.

"Anjir kelakuan siapa ini?" keluh Yedam dan Yedam menoleh ke belakang untuk mencari tahu siapa yang melempar kertas itu. Dan dibelakang kelas terdapat Aera yang tertawa saat melihat Yedam mengaduh.

"Aera rusuh banget nih ya, lagi nyelesain tugas matematika gue," ujar Yedam yang terpaksa mengakhiri kegiatan berpacaran dengan bukunya itu.

Aera menghampiri Yedam dan duduk di sebelahnya, "Lo belajar tiap waktu apa gak cape? gue aja capek liat lo belajar mulu. Jangan sampe lo malah stress gegara pelajaran," kata Aera panjang kali lebar.

Yedam tersenyum dan mencubit pipi Aera, “Yedaaam, jangan cubit pipi gue ntar makin melar," omel Aera sambil memukul tangan Yedam. Yedam tertawa karena melihat tingkah Aera yang menurutnya lucu.

"Iya gue lepasin cubitannya. Jangan marah dong nyai," bujuk Yedam. Aera mengangguk sebagai jawaban, lalu membawa Yedam ke kantin karena bel istirahat telah berbunyi.

"Pelan - pelan atuh Aera, kenapa buru-buru?" kata Yedam, Aera berhenti lalu berbalik “Gue laper banget Dam, lo kan kalo jalan lemot kaya siput makanya gue gandeng," ucap Aera.

Tanpa disadari banyak orang yang memperhatikan tingkah laku mereka, ada yang merasa gemas dan ada pula yang iri karena Aera bisa dekat dengan pangeran sekolah.

"Kenapa Aera selalu ngikutin Yedam kemana-mana sih? genit amat jadi cewe," kata seorang gadis kepada temannya di ujung lorong yang memperhatikan mereka sedari tadi.

 "Gue juga heran, gak suka gue liatnya annoying banget," kata gadis yang lain. Diikuti dengan anggukan dari gadis tadi, "Ayo kita pergi dari sini, Sooyeon," ucapnya.

Kantin

"Lo cari tempat duduk, gue pesenin makanannya," kata Yedam. Aera pun berjalan ke arah bangku dua orang laki - laki yang merupakan teman Aera dan Yedam juga.

"Oit diem - diem ae,” seru Aera sambil menggebrak meja yang membuat seluruh kantin fokus padanya. Aera menyadari bahwa dia diperhatikan dia segera meminta maaf karena telah membuat kegaduhan.

"Lo bodoh kayak biasanya ya," celetuk Jeongwoo dan melanjutkan aktivitas makan baksonya. Haruto menertawakan tingkah Aera, gadis itu memang tak tau malu.

 Aera merebut mangkuk bakso milik Jeongwoo, "Gue minta baksonya," ujar Aera tanpa dosa kepada Jeongwoo dan langsung mendapatkan death glare dari Jeongwoo.

Fyi, Haruto dan Jeongwoo itu sekelas, mereka masuk jurusan IPS dan mereka tinggal sekomplek sama Aera maka dari itu mereka bertiga nempel kayak perangko.

"Batagornya tuan putri," Yedam datang dengan pesanan yang ia bawa, dan memberikannya kepada Aera.

"Wah gue mana nih kok kaga dibeliin juga," seru Haruto yang memang sengaja menggoda Yedam.

Aera melirik tajam, "Iri bilang bosss," ujar Aera menjulurkan lidahnya. 

"Beli sendiri sana, lo kan sultan katanya," kata Yedam. Haruto cemberut, "Gitu lho ya sama temen sendiri, mentang - mentang udah ada gebetan," ujar Haruto. 

"Uhuk," Aera tersedak setelah mendengar ucapan dari mulut lemesnya Haruto. 

"Aduh tuan putri kesedak cintanya pangeran Yedam ya?" Jeongwoo ikut menggoda mereka berdua. Memang Haruto dan Jeongwoo gak ada bedanya.

Aera tersenyum lebar, "Iya nih kasim, tolong ambilkan air suci dari pegunungan untuk saya bisa?" ujar Aera dan Jeongwoo mengumpat karena disamakan dengan babu istana.

Haruto dan Yedam tertawa lepas setelah mendengar pembalasan dari Aera. 

"Mampus lo jadi babu istana," ejek Haruto.

Percakapan mereka mendadak terhenti karena terdapat adik kelas yang menghampiri bangku mereka, tepatnya menghampiri Yedam.

"Kak Yedam, boleh minta tanda tangannya?" tanya seorang gadis berambut pendek, ia terlihat malu - malu ketika meminta tanda tangan Yedam.

"Boleh, buat apa emangnya?" balas Yedam, tangannya sibuk memberikan goresan dikertas milik gadis itu.

Gadis itu menyingkirkan rambut ke belakang telinga, dan berkata "Aku kena dare dan disuruh minta tanda tangan ke mantan ketos gitu kak," jelasnya. 

Haruto, Jeongwoo dan Aera yang mendengar itu langsung bertatapan dan seolah mengatakan "what aku-kamuan?".

"Makasih kak, boleh sekalian minta id linenya gak kak?" modus gadis itu dan Haruto melirik Jeongwoo mengisyaratkan untuk pura - pura batuk.

"Uhuk keselek batu ginjal," kata Haruto.

"Iya nih uhuk - uhuk, abis nelen petasan," kata Jeongwoo dramatis.

Aera yang melihat tingkah aneh kedua temannya tidak tinggal diam, ia ikut menirukan mereka berdua.

"Wah parah sih uhuk, gue juga nih keselek linggis goreng tepung," lanjut Aera.

Yedam yang menyadari tingkah ketiga temannya itu segera mengakhiri percakapan antara dirinya dengan adik kelas itu.

"Maaf ya dek, gue gak kasih id ke sembarang orang makasih," tolak Yedam dan gadis tadi berlari pergi karena terlanjur malu.

Setelah gadis itu pergi, mereka bertiga tos dan ternyata Yedam peka juga kalo lagi begini. Yedam menggeleng heran melihat ulah teman - temannya, tapi dia juga berterimakasih karena menyelamatkan dirinya dari adik kelas yang suka modusin Yedam.

Don't forget to vote Treasure!💎

Truyện phổ biến với fan của Bang Ye Dam