Bạn thân hoặc bạn trai

10

Jam kosong tiba, Aera bergegas meletakkan kepalanya diatas meja. Sedangkan Yedam yang baru saja menyelesaikan tugasnya pun bangkit dari meja dan menghampiri Aera lalu duduk disebelahnya.

Yedam ikut meletakkan kepalanya dimeja sembari menatap Aera yang menutup matanya untuk tidur, "Hey babe." panggil Yedam.

"Beb bab beb, gausah sok inggris kamu Dam." balas Aera masih dengan mata terpejam.

Yedam terkekeh, lalu tangannya bergerak menyingkirkan helaian rambut yang terjatuh menutupi wajah Aera, "Nah kalo gini kan cantiknya keliatan."

Aera menyunggingkan senyumnya, "Apaan sih Dam." 

Yedam mencubit pipi Aera pelan, "Gemes banget kalo lagi salting ya." 

Interaksi Yedam dengan Aera dikelas membuat orang - orang yang menghabiskan waktunya dikelas juga merasa iri dan gemas dalam satu waktu.

Namun tiba - tiba Jeongwoo dan Haruto datang ke kelas mereka dengan teriakan yang membangunkan keduanya, padahal dua sejoli itu lagi sibuk pacaran—eh tapi kan belom official.

"AERA GASWAT!—eh ada Yedam juga hehe, " Jeongwoo nyengir dan berlari masuk menuju bangku mereka.

Haruto hanya menghela napas panjang dan ikut membuntuti Jeongwoo, Haruto sebenarnya yang paling panik disini karena lagi - lagi masalah datang kepadanya dan Aera pun ikut terlibat.

Jeongwoo menelan salivanya, dia sebenarnya datang untuk mencari Aera saja dan berusaha untuk menghindari Yedam.

"Kenapa emang kalo ada gue?" tanya Yedam, sedangkan Jeongwoo menggeleng dengan cepat.

"Gapapa kok hehe, eh Dam pacar lo gue culik dulu yak." 

Tangan Jeongwoo menarik tangan Aera untuk diajak keluar namun keburu dicegah sama Yedam.

"Heh mau lo bawa kemana?" 

Jeongwoo menggaruk tengkuknya bingung, lalu melirik Haruto untuk meminta bantuan menjawab pertanyaan Yedam.

Haruto yang paham dengan sinyal yang diberikan Jeongwoo segera menjawabnya, "Itu lho Dam, tadi Aera dipanggil sama Bu Jisoo." 

Yedam mengangguk percaya kemudian melepaskan pergelangan tangan Aera, "Yaudah kalo gitu, ntar kalo udah pada balik lagi ye."

Jeongwoo mengacungkan jempolnya, dan segera menggeret Aera dari sana menuju rooftop tentu dengan Haruto dibelakangnya.

"Eh buset lo berdua ngapain sih, santai dong nyeretnya." omel Aera.

Jeongwoo pun meletakkan telunjuknya dimulut Aera, "Udah diem, ini urgent banget."

Setelah itu mereka sampai dirooftop, Haruto dan Jeongwoo memastikan tidak ada orang disekitar mereka.

"Oke aman, nih Ra coba liat." 

Jeongwoo menunjukkan sebuah video kepada Aera, Aera pun kaget setelah melihat cuplikan itu bahkan ponsel Jeongwoo sampai jatuh saking Aera terlanjur pusing.

"WOI HAPE GUEE BELOM LUNAS ITU NGUTANGNYA." pekik Jeongwoo dan segera mengambil ponselnya yang jatuh ke lantai, beruntungnya tidak terjadi kerusakan.

Haruto sigap menangkap tubuh Aera yang sedikit oleng, "Ra lo gapapa?" kemudian Haruto menuntun Aera ke bangku disana.

"Ruto, kenapa itu bisa kesebar?" ujar Aera masih dengan tatapan kosong, lalu beralih menatap Haruto.

Haruto menggeleng, "Gue juga gak tau Ra, gue yang pas tau video itu ke upload diakun gosip sekolah ikut kaget. Itu beda sama yang kemarin, dan gue heran itu admin dapet darimana?" 

"Eh tapi seriusan itu lo berdua ciuman?" tanya Jeongwoo yang masih penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.

Haruto dan Aera menggeleng, "Engga Woo, kita emang kalo diliat kaya ciuman padahal engga. Itu gue cuma kesandung dan kebetulan Haruto sigap bantuin gue."

Haruto mengangguk setuju, "Itu gegara angle pengambilan videonya, anjing lah siapa sih yang nyebarin?" ujar Haruto dan mengepalkan tangannya.

"Oke - oke gue percaya kok sama kalian, tenang dulu. Sekarang gue takutnya ntar Yedam liat terus dia salah paham gimana?"

Aera yang tadinya sempat lupa dengan Yedam langsung beranjak dari duduknya dan bergegas menyusul Yedam.

"EH RA LO MAU KEMANAA"

"Ruto! ayo kejar Aera anjir malah ngelamun aja lo." ajak Jeongwoo.

Aera berlari ke kelas untuk mencari keberadaan Yedam, tapi sayangnya nihil. Yedam tidak ada disana, Aera segera berlari menuju studio musik mungkin saja Yedam ada disana.

Sepanjang Aera berlari menuju studio musik, banyak orang memberikan tatapan kebencian kepada Aera. Aera yakin seratus persen, video itu sudah menyebar dengan cepat.

"AERA TUNGGU!"

"RA BERHENTI RAA!"

Jeongwoo dan Haruto berteriak dari belakang namun Aera tidak menghiraukannya. Sampai akhirnya Aera berhenti didepan pintu studio musik.

Aera membuka pintu itu perlahan, didalam menampakkan Yedam dengan sebuah ponsel ditangannya dan disebelahnya ada Sooyeon—mantan Yedam yang tersenyum licik.

"Yedam, aku bisa—"

Yedam mengembalikan ponsel Sooyeon, lalu mengambil jaketnya dan pergi keluar meninggalkan studio musik tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.

Yedam kecewa.

Aera menunduk dan menangis, gadis itu terlambat untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan Yedam pun tidak memberinya waktu untuk menjelaskan, Aera tau Yedam kecewa dengannya.

"Wah ini dia artis papan atas sekolah kita." 

Sooyeon berjalan menghampiri Aera yang sedang menangis, lalu tangan Sooyeon beralih menarik dagu Aera.

"Cup cup nangis dong sekarang, aduh kasian." Sooyeon tertawa puas, ternyata video itu berguna baginya.

Haruto dan Jeongwoo yang datang langsung menghampiri Aera, Haruto menepis tangan Sooyeon.

"Pergi sekarang, sebelum gue kasih perhitungan sama lo." ketus Haruto.

Sooyeon berjalan meninggalkan studio musik dengan perasaan kesal karena Haruto. Lalu Jeongwoo merengkuh pundak Aera dan memeluknya, Aera menangis lebih keras dipelukan Jeongwoo. 

Sedangkan tangan Haruto meraih pucuk kepala Aera dan mengelusnya pelan, "Tenangin diri dulu Ra, nanti gue bantu jelasin ke Yedam oke?" Aera mengangguk pelan.

"Haruto, Aera kalian dipanggil Pak Mino ke ruang BK sekarang." ujar Miyu yang menghampiri mereka distudio.

Video Haruto dan Aera sudah sampai ditelinga guru - guru, maka dari itu Pak Mino selaku guru BK memanggil mereka untuk menghadap.

Haruto mengacak rambutnya kasar, "Argh kenapa masalahnya jadi rumit begini!?"

Jeongwoo menepuk pundak Haruto pelan, "Tenang To, nanti lo jelasin aja kejadiannya gimana sama Pak Mino, jangan sampe lo kebawa emosi oke?"

Haruto mengangguk, "Gue usahain Woo."

Haruto beralih menatap Aera, "Ra, ayo kita kesana sekarang? Gue ada bareng lo kok gak usah takut, kita kan gak sepenuhnya salah."

Aera mengangguk lirih, bahkan untuk membalas senyuman semangat yang diberikan Jeongwoo dan Haruto tidak sanggup. Aera selalu bertanya - tanya mengapa masalah bertubi - tubi selalu datang kepadanya. Mungkin saja ini sudah menjadi takdirnya, apa sekarang dia benar - benar harus menjauhi Yedam—untuk yang kedua kalinya?

Haruto mengetuk pintu ruang BK, "Permisi pak ini Haruto dan Aera."

"Silahkan masuk." balas Pak Mino dari dalam.

Haruto dan Aera masuk ke dalam ruang BK yang terkenal suram dari jaman dulu, bagaimana tidak? guru - guru yang menjabat disini selalu menjadi guru yang ditakuti hampir seluruh angkatan.

"Duduk." 

Mereka pun duduk bersebelahan, Haruto melirik Aera yang tangannya bergetar karena takut. Tanpa sepengetahuan Pak Mino, Haruto meraih tangan Aera dan menepuknya pelan untuk memberikan semangat.

Pak Mino menyodorkan sebuah video dihadapan mereka berdua, "Bisa dijelaskan apa maksut video ini?"

Haruto angkat suara, "Begini pak, kemarin saya diundang ke acara ulang tahun teman saya dan kebetulan harus ajak pasangan—tapi karena saya tidak punya ya saya ajak teman terdekat saya yaitu Aera."

Haruto mengantungkan kalimatnya menghela napas perlahan kemudian melanjutkannya, "Dan untuk videonya, sebenarnya kami tidak melakukan seperti yang ada di video itu pak. Itu hanya salah dibagian pengambilan videonya."

Pak Mino mengangguk lalu beralih melirik Aera, 'Lalu bagaimana Aera dapat menjelaskannya?"

"Kejadian yang sebenarnya pak, waktu itu saya mau jalan menghampiri Haruto tapi saya pakai heels dan gak terbiasa gitu pak. Alhasil saya jatuh kesandung heels saya sendiri, untungnya Haruto sigap bantuin saya—tapi ya posisinya begitu dan kalo diliat kesannya kita lagi gitu pak padahal engga." lanjut Aera menjelaskan.

Pak Mino mengangguk, "Kalo gitu saya harus percaya aja gitu sama kalian? Bisa aja sebelum kesini kalian udah rekayasa adegan aslinya."

Haruto menjadi sedikit tersulut emosinya, "Pak Mino harus percaya karena kalo bapak gak percaya bapak bisa cek cctv yang ada disana."

"Tenang To, jangan emosi." ujar Aera menenangkan Haruto.

Pak Mino mengangguk paham, Pak Mino sebenarnya hanya memastikan bahwa kedua murid didepannya ini mengatakan yang sebenarnya. Dan mereka jujur, Pak Mino dapat melihat dari sorot mata keduanya tidak ada yang berbohong.

"Baiklah, menindaklanjuti permasalahan yang terlanjur menyebar dipenjuru sekolah. Bapak selaku guru BK yang bertanggung jawab mengatasi kejadian ini memberikan sanksi kepada kalian berdua, skors selama 1 minggu." ujar Pak Mino dengan keputusan finalnya.

Haruto menggebrak meja dan berdiri dari tempat duduknya, "PAK TAPI KITA GAK SALAH PAK KENAPA MASIH DIHUKUM?!"

"HARUTO MANA SOPAN SANTUNMU." 

Haruto mengepalkan tangannya dan menunduk meminta maaf, "Maaf Pak."

Pak Mino menghela napas, "Haruto, Aera ini sesuai permintaan guru - guru dan murid disekolah, meskipun begitu kalian tetap harus dihukum karena ini kejadian yang tidak pantas dan kalian terlibat didalamnya."

Aera menenangkan Haruto, "Baiklah pak, kalo memang begitu saya sama Haruto bersedia diskors selama 1 minggu."

"Ya sudah, kalau begitu kalian bisa balik ke kelas kalian. Ingat mulai besok kalian tidak perlu berangkat ke sekolah, direnungkan kembali kesalahan kalian." 

Haruto dan Aera mengangguk dan pamit kepada Pak Mino lalu keluar meninggalkan ruang BK.

"Kalian jadinya gimana?" tanya Jeongwoo yang menunggu diluar dari tadi.

Haruto tidak menjawab dan mengalihkan pandangannya, "Kita diskors 1 minggu." jawab Aera.

"WHAT?!" 

Aera mengangguk. Jeongwoo jadi ikut merasa sedih ketika dua sahabatnya harus terkena masalah bahkan sampai dihukum. 

"Ra, Woo, kita harus cari pelakunya." ujar Haruto final dan diikuti anggukan dari Jeongwoo serta Aera.







🧸. haii teume! duh baru update lagi nih aku, kalian masih nungguin gak? hehe semoga iya ya. semoga suka deh, lumayan buat nemenin kalian sambil mulung vote.

jangan lupa vote treasure oke! hwaiting!✨💗

Truyện phổ biến với fan của Bang Ye Dam