Rasa sakit yang hanya aku yang tahu.

6 |

Pagi berikutnya

Choi Yena: Ada apa? Entah kenapa, Wonyoung hari ini lebih... dariku.
Kamu datang dengan cepat!

Jang Won-young: Terkadang aku juga datang lebih awal!

Choi Yena: Ah, oke, haha.

Jang Won-young: Aku bosan. Apa yang harus kulakukan?

Choi Yena: Ya... Ngomong-ngomong, apakah kamu sudah mengerjakan PR matematika nomor 3?

Jang Won-young: ...Hah? Kamu punya PR? Aku celaka.

Choi Yena: Cepat lakukan ya, hahaha

Jang Won-young: Ugh... Aku tidak tahu...

Guru: (Membuka pintu dan masuk) Hai semuanya... Hmm, sepertinya beberapa dari kalian sedang mengerjakan PR sekarang?

Jang Won-young: ((Terkejut (Aku duduk di kursi belakang jadi aku tidak akan ketahuan... kan?))

Guru: Jang Won-young, aku bisa melihat isi hatimu. Cepat keluar.

Jang Won-young: Aduh...

Choi Yena: (Berbisik) Hei, hei! Ambil ini!

Jang Won-young:?

Choi Yena: (Sambil memegang PR-nya) Cepat!

Jang Won-young: Wah, terima kasih banyak!

Guru: Mari kita lihat...

Jang Won-young: Guru~~ Saya sudah selesai! (Menunjukkan buku Yena)

Guru: Kamu benar... Tunggu sebentar, tulisan tanganmu memang alami...

Jang Won-young: Haha... Gaya tulisan tangannya sudah berubah.

Guru: (Ragu) Oke, saya mengerti.

Jang Won-young: (Kembali duduk) Hai, Choi Yena, terima kasih banyak ㅠㅠ

Choi Yena: Lain kali aku tidak akan meminjamkannya lagi, jadi lakukan saja! Haha

Jang Won-young: Woong ㅠㅠ

Sepulang sekolah

???: Hei, hei, hei, kau bukan... mungkin kau... Choi... Yena?

Choi Yena: ??.. Kenapa kau di sini?

Jang Won-young: ?? Apa, apa?

(Bersambung di episode selanjutnya)
photo
(Foto bonus)

Cerita populer di kalangan penggemar Kang Hye-won