Ara dan Haidar itu bertemu sekitar 3 tahun lalu di cafe milik Byan kakaknya Ara. Saat itu Ara datang untuk membantu Byan yang kebetulan Haidar juga datang kesana.
"Eh si kasep. Jangan ditekuk gitu atuh mukanya," Ini Byan yang bilang.
"Apa sih Yan, urang teh lagi bingung mau beliin si Danu kado apaan. Masa baju warna kuning lagi."
"Ooh bentar," Byan menengok ke arah belakang "Yara! Sini neng!"
Yang dipanggil datang menghampiri. "Kenapa a Byan?" lantas Ara bertanya.
"Bantuin temen aa cari kado yah? Kan kamu pinter tuh cari cari model baju, nah bantuin oke?"
"Ih ai si aa, Ara kan gak terlalu kenal," Bisik Ara.
"Tenang si Haidar mah kalem da orang nya."
Benar, Haidar itu orangnya sedikit tenang saat pertemuan pertama. Haidar juga bilang kalau dia agak pemalu, tapi siapa sangka ternyata Haidar berubah drastis saat dipertemuan selanjutnya bersama Ara.
"Mau makan dulu atau langsung pulang?" Tanya Haidar.
"Ara mau makan baso, boleh?"
"Yaudah hayu." Lantas Haidar segera memegang tangan Ara, karena Haidar tau kalau Ara takut saat menyebrang jalan.
Dan Ara tidak keberatan akan hal itu, Ara sendiri selalu menyukai setiap hal sederhana yang Haidar lakukan. Seperti membukakan tutup botol, memakaikan helm, dan hal yg tidak bisa Haidar tolak, salah satunya saat ditoko es krim.
"Ara mau mint choco a."
"Hah? Gak salah? Kan rasanya aneh Ra."
"Apa sih a, mint choco enak tau."
"Tapi ada rasa yang lebih masuk akal, vanilla contohnya."
"Tapi ara sukaaaa."
"Tapi mint choco kaya odol, Yara."
"Ih! Yaudah Ara mau pulang aja."
"Eh atuh jangan!... Kela atuh ra!... Mang cokelat mint 1, vanilla 1, cepetan nanti keburu ngamuk."
°
Ya begitulah mereka, berdebat karena hal kecil. Padahal baru beberapa kali bertemu tapi kedunya sudah terlihat sangat akrab.
Contoh lain. Saat akan menonton bioskop, saat itu ada film malleficent2 dan Kuntilanak2. Ara kekeuh ingin menonton kuntilanak2 tapi Haidar bilang kalau dia penakut.
"Malleficent2 aja yu? Kata orang kan Aurora cantik tuh, tapi aa mau kasih tau kalau Yara lebih cantik, ya? ya? ya? Malleficent aja," Mohon Haidar.
Tapi lagi lagi akhirnya Haidar mengalah dan menuruti kemauan Ara, yang menghasilkan Haidar yang terus menutup matanya sepanjang penayangan film.
"Gaya aja pake jaket denim, nonton film horror malah teriak teriak, cemen!" Ejek Ara.
Selalu berdebat, bahkan saat Haidar mengajak Ara untuk pacaran pun mereka masih berdebat juga


