Harap baca deskripsi dengan saksama.
Hak cipta ⓒ 2020 예지몽 Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.

Kita menghabiskan sore-sore yang santai dan tenang duduk berdampingan di bukit di belakang lingkungan kita, bermandikan sinar matahari yang hangat. Apakah kau ingat? Aku masih ingat dengan jelas masa mudaku, ketika kau membelai rambutku, dan sebelum aku menyadarinya, kau menangkup pipiku dan menciumku. Kita menyaksikan jangkrik berkicau dan rumput-rumput tak bernama bergoyang tertiup angin sepoi-sepoi. Aku bahkan tidak tahu itu cinta, dan aku dengan bodohnya hanya menyakitimu, mengira kita hanya teman. Aku menyukaimu, aku mencintaimu. Aku tidak tahu ciuman mesra kita setiap hari adalah cinta. Aku baru menyadari itu cinta ketika kau tiba-tiba menghilang tanpa sepatah kata pun. Maafkan aku untuk ini, cintai aku lagi. Bukit di belakang rumahku ini sangat sepi. Sinar matahari yang dulu hangat telah menjadi duri, menusuk hatiku seperti belati. Sakit sekali, sangat menyiksa. Rasanya seperti puluhan jarum menusukku tanpa anestesi. Terkadang, rasanya seperti aku tenggelam jauh di bawah air, tanpa henti, tanpa henti. Aku begitu bodoh, begitu ceroboh dalam cinta. Kumohon maafkan aku. Aku ingin berbagi ciuman manis itu lagi. Sudah saatnya kau memaafkanku. Aku bukan satu-satunya yang merasakan sakit.
Melihatmu seperti ini, rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali kita putus. Sudah empat setengah tahun ya? Kita pasti masih kelas tiga SMP. Kita baru enam belas tahun. Cinta memang agak canggung di usia ini. Ujian masuk perguruan tinggi sudah selesai, kita sudah dewasa, jadi ayo bertemu dan minum-minum. Aku ingin mabuk dan mengatakan semua yang ingin kukatakan. Aku ingin memberitahumu bahwa aku mencintaimu. Aku ingin mencium bibir manismu terlebih dahulu. Aku ingin keluar dari jurang gelap ini. Hidupku sudah dipenuhi olehmu. Aku ingin pergi ke gunung belakang tempat kita selalu duduk lama, berbaring berdampingan, saling menghalangi sinar matahari, dan tidur siang dengan nyaman sambil memelukmu erat. Aku tertidur, seolah-olah aku minum pil tidur, tetapi tanpamu, aku menderita insomnia. Sekali lagi, sekali lagi, kumohon muncullah di hadapanku. Bangunkan aku, yang berjuang di bawah permukaan gelap ini. Tanpamu, aku merasa aneh, seperti ada sekrup yang longgar. Aku berderit. Aku merasa hampa. Peluk aku agar aku tidak terluka. Cium aku.Bisikkan kata-katamu padaku, selamanya.

