jantung bulan

Episode 7: Hati yang Diselimuti Cahaya Bulan

Pagi itu, Nuh terbangun karena sebuah suara.

"Apa?"

Suara itu terus berkumandang di sekitar Nuh.

"Masuklah ke hutan, dan aku akan membuatmu lebih kuat."

Noah ragu-ragu, tetapi dia tetap menuju ke hutan, berpikir bahwa jika dia menjadi lebih kuat, dia bisa melindungi teman-temannya.

---

Noah berjalan sendirian menembus hutan, diselimuti kabut tebal. Cahaya bulan terasa luar biasa terang dan lebih dingin dari biasanya.

"Apa ini... cahaya bulan?" tanya Noah sambil menggigil.

Tiba-tiba, udara menjadi berat, dan sebuah suara misterius berbisik di telinganya.

"Nuh, kekuatanmu belum sempurna. Datanglah kepadaku. Semakin kau melawan, semakin dalam penderitaanmu."

Noah mundur sedikit dan menggelengkan kepalanya.

"Aku... aku tidak akan menyerah pada kegelapan itu. Kekuatan ini milikku."

Namun, udara hangat namun dingin merembes menembus kabut.
Jantungnya mulai berdebar kencang.

"Aku bisa memberikanmu semua yang kau inginkan... rasa sakitmu, ketakutanmu... semuanya akan lenyap."

Perubahan halus terjadi di wajah Noah saat dia memejamkan matanya.

"Mengapa... mengapa ini begitu nyaman...?"

Tepat saat itu, Doina dan Lian berlari keluar dari hutan di bawah sinar bulan.

"Noah! Bangun! Itu jebakan!" teriak Doina.

Namun Nuh perlahan menoleh dan menjawab dengan suara rendah dan dingin.

"Kau tidak tahu... apa arti kekuatan ini... Aku sekarang adalah cahaya bulan itu sendiri."

Pada saat terang dan gelap berbenturan hebat di dalam diri Nuh, teman-temannya bersiap untuk bertarung demi menyelamatkannya.