menguasai

03











Aku terbangun dari tidur sambil menggeliat karena suara alarm yang menusuk telinga

Sinar matahari yang menyilaukan mengalir di antara jendela
seolah-olah menyinari aku lebih terang seakan menyuruhku bangun

Kelopak mataku terasa berat

Sambil mengucek mata yang bahkan belum sempat terbuka lebar
aku mematikan alarm yang meraung-raung keras









Aku membungkus rambut yang basah kuyup dengan handuk dan menuju kamar

Sambil mengenakan seragam sekolah satu per satu di atas tubuh yang masih lembap
aku duduk di depan meja rias

Setelah selesai dengan perawatan kulit dasar
aku asal memencet dan mengoleskan sunscreen ke wajah

Setelah menyandang tas sekolah dan menuju rak sepatu
ibu yang ada di dapur buru-buru menghentikanku


" Tunggu sebentar! Makan ini dulu baru pergi "


Bahkan sebelum sempat paniksebutir kimbap menyelusup masuk ke mulutku


" Sampai nanti~ "


Setelah mengucapkan salam dengan pelafalan yang belepotan aku berangkat ke sekolah









Saat hendak masuk ke gang sempit yang merupakan jalan pintas paling optimal
sebuah siluet yang familiar melintas di depanku

Bahu lebar dan tubuh tinggi semampai



Gravatar


Itu Hwang Hyunjin

Dengan wajah yang tampak cukup lelah
ia memasang AirPods di telinganya

Aroma sabun yang aneh
menggelitik hidungku tertiup angin dan membuat kepalaku terasa melayang

Setiap kali Hwang Hyunjin dengan ringan mengibas-ngibaskan rambutnya yang agak basah aroma segarnya makin kuat
Seolah-olah gang sempit itu mengurung aroma itu

Aku berjalan mengekor di belakangnya, tak sampai hati menyalipnya









Gravatar


Dengan punggung besarnya yang sengaja dipamerkan
ia dengan jelas menghalangi gang sempit itu

jadi tak ada cara untuk lewat
Begitu keluar dari gang, aku cepat-cepat menyalip Hwang Hyunjin
Melihatku mempercepat langkah dengan langkah kecil-kecil, Hwang Hyunjin

melirikku sekilas lalu mengalihkan pandangannya lagi ke ponselnya

Entah aku menyalip Hwang Hyunjin atau tidak
ia tetap berjalan lambat

sambil menatap ponselnya
Di depan gerbang sekolah, dua guru pembina ketertiban berdiridengan santai

Sebuah tisu dalam kantong plastik di tangan salah satu guru menarik perhatianku
Menghindari pandangan para guru

aku buru-buru meluruskan kembali rok yang tadi kugulung ke atas

" Hei, kamu di situ, berhenti "
Kupikir aku sudah berhasil lolos dari pandangan para gurutapi akhirnya aku tertangkap juga


" Jangan jalan lambat-lambat! Kau kena poin pelanggaran 2 "


Aku menghela napas kesal
Setelah melewati dua guru itu, aku refleks menoleh ke belakang


Dalam hati aku penasaran apakah Hwang Hyunjin juga kena poin pelanggaran karena terlambat


Namun, tidak seperti bayanganku

para guru pembina ketertiban tidak menghentikan Hwang Hyunjin

Aneh

Meski aku dan Hwang Hyunjin adalah siswa di sekolah yang sama
aku tidak mengerti kenapa hanya aku yang kena poin pelanggaran

Aku berdiri terpaku di tempat itu sambil memasang wajah tercengang

ia melintas begitu saja seolah sengaja menggodaku terlebih dahulu menempuhku lewat dengan cepat
}]}ંfinal తర్వాత to=fanplus_translation_batch 大发娱乐 to=fanplus_translation_batch code સુધరിക്കുക{

translations
translations










Cerita populer di kalangan penggemar Hyunjin