1. Kebodohan
Aku mencoba melupakanmu. Aku mencoba melupakan segalanya, menghapus semuanya, dan kembali bahagia. Tapi aku tidak bisa.
Itu adalah keinginan kecil dan bodoh yang kembali membangkitkan gairahku. Tetapi ketika aku bertemu dengannya lagi baru-baru ini, keinginan kecil itu dengan cepat menyulut kembali kobaran api perasaanku padanya.
Jadi aku tidak bisa menghadapinya dengan percaya diri atau emosi. Aku mulai menyesal tidak bertahan ketika dia mengatakan ingin putus.
Hatiku terasa lebih sakit daripada saat kami baru saja putus.
Itu adalah rasa sakit yang tak tertahankan.
Aku berharap dia akan kembali dan memelukku lagi.
** * *
2. Penyesalan
Aku menyesalinya. Aku diliputi penyesalan yang tak berujung. Sejak kami putus, tak sehari pun berlalu tanpa aku memikirkannya.
Aku ingin melupakannya, tapi aku tidak bisa, jadi aku membasahi sarung bantalku dengan kenangan tentangnya yang terlintas di benakku setiap hari.
Mengapa aku melakukan itu? Ini semua salahku.
Aku tak sanggup mempertahankan hubungan yang berakhir karena kesalahanku. Aku tak sanggup lagi menjalin hubungan dengannya. Aku membenci diriku sendiri karena bersikap dingin hari itu.
Aku sangat ingin menunggu musim semi bersamamu lagi.
** * *

“Janji yang kubuat untuk melupakan telah lenyap diterpa embusan angin.”
“Sama seperti semua janji yang kubuat untuk menghapus semuanya ternyata bohong.”

“Tidak ada satu hari pun yang saya tidak memikirkannya.”
“Apakah keserakahanku membuatku menunggu musim semimu lagi?”
