Jatuh Cinta dengan Sunghoon

Taman Sunghoon

08:50 AM

Bel sekolah berbunyi yang membuat para murid masuk ke kelasnya untuk mulai pelajaran mereka. Begitu juga Choi Shine.

Ia masuk bersama temannya, Kim Riri.

Kim Riri

"Kau tahu? Kakak Sunghoon? Dia tampan sekali hari ini, dia tidak kuat."

Choi Shine

"Belum lihat sih. Tapi gue lagi ga minat liat dia," balas Shine tanpa minat.

Kim Riri

"Kamu gila. Tadi di bawah ramai sekali karena jalan, apalagi kamu memasukkan tangan ke saku celana. Kukira itu demonstrasi mahasiswa."

Choi Shine

"Oh, jadi itu karena Kak Sunghoon? Karena ramai, aku lewat saja."

Kim Riri

"Lo melewatkan kesempatan emas buat liat Kak Sunghoon. Lo beneran udah ga waras."

Shine hanya berdecak pelan sambil membuka bukunya.

Choi Shine

"Lo udah belajar?"

Riri membuka bedaknya. Dia menepuk wajahnya pelan untuk menambah bedak yang sedikit pudar.

Kim Riri

"Apa yang sedang kamu lakukan? Kurasa kamu perlu sedikit rileks, Shine. Belajar dulu, menurutmu."

Choi Shine

"Heh! Hari ini ulangan bahasa, gila. Lo beneran ga belajar?"

Mata Riri melotot. Dia lupa tentang ulangan bahasa yang akan dilangsungkan hari ini.

Kim Riri

"Aku lupa, wah! Nanti aku akan menyusul, oke?"

Choi Shine

"Kamu terlalu mengganggu orang lain, Ri. Aku marah."

Kim Riri

"Kamu hebat. Bantu aku, oke? Nanti aku traktir kamu."

Choi Shine

"Ya udah iya."

Guru masuk dan memberi ulangan seperti yang sudah direncanakan.

10:00 AM

Setelah satu jam ulangan, mereka akhirnya keluar untuk menuju kantin.

"Itu sangat sulit. Saya merasa pusing."

Choi Shine

"Apakah kamu benar-benar berpikir begitu? Perasaanku yang memberiku jawabannya."

Kim Riri

"Jangan dirobek-robek, dasar bodoh. Itu saja. Aku benar-benar lapar. Kamu mau pesan apa? Aku yang bayar."

Choi Shine

"Kayak biasa aja."

Kim Riri

"Oke, tunggu. Kamu duduk saja."

Riri berjalan riang menuju stand di kantin.

Shine melangkah pelan menuju meja yang kosong. Lalu dia memilih duduk di kursi yang menghadap jendela.

Kantin cukup ramai. Membuat Shine sedikit tidak nyaman.

Kim Tae

"Sendiri aja?"

Choi Shine

"Nggak. Tuh kembaran lo lagi mesen." Shine menunjuk Riri dengan tangannya.

Kim Tae

"Apakah saya boleh duduk di sini?"

Choi Shine

"Duduk aja."

Tae—kembaran Riri—duduk di depan Shine. Dia menaruh nampan berisi makanannya di meja.

Choi Shine

"Sejak kapan lo suka susu?" Shine bingung karena setaunya Tae tidak menyukai susu.

Kim Tae

"Ini buat lo. Lo kan suka banget sama susu."

Choi Shine

"Tapi aku sudah memesannya dari Riri."

Kim Tae

"Ya udah minum semuanya," balas Tae sambil memakan makanannya.

Choi Shine

"Ntar kalau gue tambah gendut gimana?"

Kim Tae

"Lebih imut. Aku suka," kata Tae sangat perlahan.

Choi Shine

"Hah? Apa yang kau katakan? Kau tidak mendengarku."

Tae menggelengkan kepalanya perlahan. Tak lama kemudian, Riri bergabung dengan mereka.

Kim Riri

"Lo ngapain di sini?"

Kim Tae

"Terserah gue dong. Emangnya kantin ini punya nenek lo?"

Kim Riri

"Nenekku, nenekmu juga, bodoh."

Riri duduk di sebelah Shine.

Mereka makan dengan tenang. Sampai Riri membuka pembicaraan lagi.

Kim Riri

"Tae. Lo kan juga masuk ke club basket. Kenalin dong sama Kak Sunghoon."

Kim Tae

"Ogah. Ntar lo genit sama dia."

Kim Riri

"Enak aja! Nggak. Kenalin ya? Lo deket kan sama dia?"

Kim Tae

"Ga mau. Berani bayar berapa lo?"

Kim Riri

"Dih mata duitan."

Kim Tae

"Fyi ya. Kak Sunghoon udah punya gebetan."

Riri yang sedang minum, langsung menyemburkan minumannya ke Tae.

Kim Tae

"Lo jorok banget, bego!"

Kim Riri

"Gebetan?! Siapa?!"

Tae masih sibuk membereskan semburan air suci dari Riri tadi.

Kim Riri

"Jawab, Tae!"

Kim Tae

"Aku tidak tahu, dasar bodoh! Tidak ada yang tahu. Dia hanya bilang dia naksir. Itu saja!"

Kim Riri

"Bohong lo! Pasti lo tau."

Kim Tae

"Kenapa kamu tidak bertanya pada diri sendiri? Kamu hanya mengganggu orang lain. Itu kotor. Sudah selesai. Aku ingin kembali ke kelas."

Tae pun pergi. Ia tak lupa merapikan nampannya.

Riri menoleh ke arah Shine yang selama ini diam saja.

Choi Shine

"Apaan?" tanya Shine garang.

Kim Riri

"Lo percaya sama Tae?"

Choi Shine

"Ga tau. Kalau pun bener, ya udah sih. Kak Sunghoon juga manusia. Dia juga pasti suka sama seseorang."

Kim Riri

"Tapi tuh siapa yang jadi gebetannya Kak Sunghoon. Pasti cantik banget. Kelas apa ya?"

Choi Shine

"Aku tidak tahu. Aku ingin kembali. Kamu sudah pergi?"

Kim Riri

"Kamu duluan. Aku ingin menyelidiki ini dulu."

Choi Shine

"Oke. Aku duluan."

Shine melangkah pergi. Dia berjalan menuju perpustakaan untuk mencari buku referensi belajar.