๐Tujuh Belas Salinan Halaman๐
ํ๋ฆฌ๋
115.2K 2,265
Dino
Saya adalah korban perundungan.


membuang)))

Kaki Chan-i lemas dan dia pingsan.


์ด ์ฐฌ
"Ah...ah...uh...."

Lalu Chan-i berbaring di tempat tidurnya dan menangis.

Aku terus menangis

1 jam....

2 jam....

Chan-i terus menangis tanpa menyadari berapa banyak waktu telah berlalu.

Jadi 3 jam kemudian


์ด์๋ฏผ
"Ya ampun, dasar cengeng, kenapa kamu menangis selama 3 jam? Aku tidak tahan lagi."

Seokmin, yang kebetulan lewat di depan kamar Chani dari luar, bergumam dan mengumpat pada Chani.

Namun Chan-i pasti mendengar suara gumaman itu, dan dia menangis lebih sedih lagi.


์ด ์ฐฌ
"Ugh...huh...huh..."


์ด์๋ฏผ
'Ck... aku tak tahan melihatnya'

Wah)))

Seokmin masuk ke kamar Chani dan memukulnya.


์ด ์ฐฌ
"Ahhh..."


์ด์๋ฏผ
"Diamlah, kamu berisik sekali karena menangis."


์ด ์ฐฌ
"...Ha......."


์ด์๋ฏผ
"Bajingan menjijikkan.."

Lalu Seokmin meninggalkan kamar Chani sambil mengumpat.

Beberapa menit kemudian

Seokmin meninggalkan rumah karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan, dan Chan adalah satu-satunya yang ada di rumah.

Lalu Chani keluar ke ruang tamu.


์ด ์ฐฌ
"..."


์ด ์ฐฌ
"...Ha"


์ด ์ฐฌ
"Lebih baik karena aku tidak sekarat....."


์ด ์ฐฌ
"Aku ingin mati... sungguh..."


์ด ์ฐฌ
"Di sekolah, Yeo-rim yang bersalah, tapi anak-anak membelanya... Aku benar-benar tidak melakukan pelecehan seksual terhadap Yeo-rim dan aku tidak menusuknya dengan pisau... Mengapa... Mengapa hanya aku... Ini juga sulit bagiku... Aku ingin mati..."


์ด ์ฐฌ
"Di rumah... aku selalu mendapat masalah itu... dan tak seorang pun membelaku... *menghela napas*..."

Di luar rumah pada waktu itu


๊น๋ฏผ๊ท
"Oh, ini sulit."


๊น๋ฏผ๊ท
"Aku benar-benar ingin membuang akademi ini..."

Min-gyu tiba di rumah sambil mengeluh tentang sekolah seperti itu...

Tepat saat ia hendak membuka kenop pintu, Min-gyu mendengar suara dari dalam rumah.


์ด ์ฐฌ
'Yeou-rim memanipulasi segalanya...'


์ด ์ฐฌ
'Aku membela Yeo-rim... Aku benar-benar tidak melakukan pelecehan seksual terhadap Yeo-rim atau menusuknya dengan pisau... Mengapa... Mengapa hanya aku... Ini juga sulit bagiku... Aku ingin mati...'


๊น๋ฏผ๊ท
"?!?!?!?!"


๊น๋ฏผ๊ท
"Fox Forest dimanipulasi...?"

Min-gyu merenungkan masa lalu saat mendengar kata-kata Chan-i dari balik pintu.


๊น๋ฏผ๊ท
"Dasar rubah kecil bajingan....."

Dan Min-gyu mengumpat karena menyadari bahwa semua itu hanyalah rekayasa dan kesalahan Yeo-rim.


๊น๋ฏผ๊ท
"Ha...sial...hutan rubah.."

Tiba-tiba))


์ด ์ฐฌ
"...."

Begitu Min-gyu masuk, Chan-i mulai bergumam. Dia berhenti, gemetar, dan tidak bisa menatap mata Min-gyu.


๊น๋ฏผ๊ท
"Ck...dingin sekali..."


์ด ์ฐฌ
"Pergi sana...huh...huh..."

Begitu Min-gyu memanggil namanya, Chan-i memejamkan mata erat-erat seolah kesakitan dan gemetar lebih hebat lagi.


๊น๋ฏผ๊ท
"Maaf..."


์ด ์ฐฌ
"Hah?"


๊น๋ฏผ๊ท
"Selama ini... aku tidak tahu tentang keadaanmu... Aku hanya tertipu oleh Yeo Woo-rim... Aku tidak tahu kau sangat ingin mati..."


์ด ์ฐฌ
"...Apakah kamu baik-baik saja...?"


๊น๋ฏผ๊ท
"Jadi... mulai sekarang, aku akan membantumu... Jika kau mengalami kesulitan, datanglah secara diam-diam dan ceritakan padaku... Aku akan mendengarkan..."


์ด ์ฐฌ
"....Oke"


๊น๋ฏผ๊ท
"Sekarang... aku tidak akan tertipu oleh Yeo Woo-rim..."


๊น๋ฏผ๊ท
"Sangat..."