Saya Anak Adopsi [Remake]

[Episode 2] Ep. Pertemuan Pertama (2)

Pagi berikutnya

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

"Di mana kamar mandinya?"

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด| image

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด|

"Itu ada di sana..."

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

"Oh ya terima kasih."

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด| image

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด|

"Ugh...."

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด| image

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด|

'Ini canggung...'

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

"Apa yang harus saya lakukan tentang makanan?"

๊น€์„์ง„|26์‚ด| image

๊น€์„์ง„|26์‚ด|

"Aku akan meneleponmu setelah kita makan!"

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

"Ya"

๊น€์„์ง„|26์‚ด| image

๊น€์„์ง„|26์‚ด|

'Wow....singkatnya, luar biasa.....'

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

"Apa yang harus saya lakukan untuk membersihkan rumah itu?"

๊น€ํƒœํ˜•|22์‚ด| image

๊น€ํƒœํ˜•|22์‚ด|

"Eh... kita akan memutuskan siapa yang akan bertugas membersihkan setelah bulan ini berakhir."

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

"Ya"

Tokoh protagonis wanita hanya bertanya apa yang ingin dia tanyakan, lalu bergegas masuk ke kamarnya.

๊น€์„์ง„|26์‚ด| image

๊น€์„์ง„|26์‚ด|

"Teori ini....tidak!"

์ „์ •๊ตญ|19์‚ด| image

์ „์ •๊ตญ|19์‚ด|

"Ini canggung..."

๋ฐ•์ง€๋ฏผ|22์‚ด| image

๋ฐ•์ง€๋ฏผ|22์‚ด|

"Setiap kali saya bolak-balik ke Yeoju, saya merasa sesak napas..."

๊น€ํƒœํ˜•|22์‚ด| image

๊น€ํƒœํ˜•|22์‚ด|

"Hubungan sebenarnya antara pemilik penginapan dan tamu..."

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด| image

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด|

"Aku penasaran apakah itu karena situasinya canggung..."

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด| image

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด|

"Baiklah... karena kita sudah berada di asrama."

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด| image

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด|

"Mari kita buat seperti penginapan sungguhan" (Haemaek)

๋ฏผ์œค๊ธฐ|25์‚ด| image

๋ฏผ์œค๊ธฐ|25์‚ด|

"Apa yang kau bicarakan saat kau bilang itu masalahnya sekarang??"

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด| image

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด|

"Benar! Ada peraturan di asrama juga."

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด| image

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด|

"Mari kita buat aturan itu dan menjadi lebih dekat."

๊น€์„์ง„|26์‚ด| image

๊น€์„์ง„|26์‚ด|

(Saya tidak mengerti)

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด| image

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด|

"Itulah mengapa... um... menggunakan bahasa informal itu melanggar aturan! Jika Anda menambahkan sesuatu seperti ini, itu adalah aturan, jadi Anda harus mematuhinya apa pun yang terjadi!"

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด| image

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด|

"Jika kau merusaknya, kau akan dipukuli seperti dalam permainan!"

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด| image

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด|

"Oh, itu cukup bagus."

๊น€ํƒœํ˜•|22์‚ด| image

๊น€ํƒœํ˜•|22์‚ด|

"Lalu, peraturan apa yang ingin Anda buat?"

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด| image

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด|

"Pertama-tama! Aturan pertama...!"

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด| image

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด|

"Tidurlah saja, tidurlah saja"

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด| image

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด|

"Mengapa"

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด| image

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด|

"Tetapi jika kita membuat aturan, itu terlalu memaksa, seperti, 'Lakukan ini, jangan lakukan itu.'"

๊น€ํƒœํ˜•|22์‚ด| image

๊น€ํƒœํ˜•|22์‚ด|

"???"

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด| image

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด|

"Mari kita biarkan tokoh protagonis wanita menciptakan aturannya sendiri agar dia bisa merenung dan merasakan sendiri."

๊น€์„์ง„|26์‚ด| image

๊น€์„์ง„|26์‚ด|

"Seperti yang diharapkan, Namjoon memang pintar."

์ „์ •๊ตญ|19์‚ด| image

์ „์ •๊ตญ|19์‚ด|

"Baiklah, kalau begitu cepat panggil pemeran utamanya!"

๋ฏผ์œค๊ธฐ|25์‚ด| image

๋ฏผ์œค๊ธฐ|25์‚ด|

"Kamu yang paling muda, kamu mendapat perintah dari mana?"

์ „์ •๊ตญ|19์‚ด| image

์ „์ •๊ตญ|19์‚ด|

(Pemarah

Jadi, peraturan dibuat di asrama anti peluru... bukan, di rumah anti peluru.

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

"Aturan...?"

๋ฏผ์œค๊ธฐ|25์‚ด| image

๋ฏผ์œค๊ธฐ|25์‚ด|

"Ya, tulis saja di sini peraturan apa pun yang menurutmu mungkin dibutuhkan."

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

"Mengapa...?"

Tokoh protagonis wanita itu memasang wajah tak percaya. Tentu saja, itu tak terhindarkan, karena dia mengira yang harus dia lakukan hanyalah tinggal di rumah dan berjongkok.

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

'Mengapa Anda meminta saya untuk menuliskan peraturannya...'

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด| image

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด|

"Jika kamu membuat 10 aturan, aku akan mengabulkan satu permintaanmu!"

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

'Aku tidak membutuhkannya... tapi aku berharap...'

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด| image

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด|

"Jika kamu ingin membuat 10 peraturan, kamu harus mengamati rumah kami sedikit!"

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

"T...ya"

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

'Ha... aku sebenarnya tidak tertarik dengan itu.'

Kedua saudara laki-laki itu tampak penasaran dengan aturan yang dibuat oleh tokoh protagonis wanita untuk diri mereka sendiri, terlepas dari apakah mereka mengetahui perasaannya atau tidak.

Saya tidak ingin membuat aturan seperti itu.

Untuk membuat aturan seperti ini

Saya perlu mengenal rumah ini lebih baik.

Masih terlalu banyak pintu yang tertutup.

Aku masih takut membuka pintu ini

Kurasa bahkan aku pun tak bisa lagi mempercayai diriku sendiri.

Aku lihat kau takut pada segalanya.

๋ฏผ์œค๊ธฐ|25์‚ด| image

๋ฏผ์œค๊ธฐ|25์‚ด|

"Apa aturan pertama?"

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

"Hmm....."

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

"Berbicara secara informal...?"

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด| image

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด|

"Oke!!" (dengan tegas)

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

"Hah... Heh heh...."

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด| image

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด|

"Jika kau merusaknya, kau akan dipukuli"

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด| image

์ •ํ˜ธ์„|24์‚ด|

"Oke"

๋ฐ•์ง€๋ฏผ|22์‚ด| image

๋ฐ•์ง€๋ฏผ|22์‚ด|

"ya"

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

"Ya"

์˜ค๋น ๋“ค image

์˜ค๋น ๋“ค

(Saya merasa malu karena saya melanggar aturan sejak awal)

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด| image

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด|

"Uh...uh....."

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

"......"

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

Oh, benar, Anda bersikap sopan.

๊น€ํƒœํ˜•|22์‚ด| image

๊น€ํƒœํ˜•|22์‚ด|

"Haruskah aku... menempelkan dahiku ke dahimu...?"

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

'Ha.....selesai'

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด| image

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด|

"Tch....pukul aku"

Karena itu adalah hukuman yang disebutkan Namjoon, Namjoon memutuskan untuk menyerang duluan.

Namjoon lebih gugup daripada siapa pun, sampai-sampai dia tidak bisa membedakan siapa yang sedang dihukum.

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

'Oh, tangan pria ini sepertinya akan pedas.'

Tokoh utama wanita melihat jari-jari itu bergerak cepat dan menutup matanya rapat-rapat.

Namun tentu saja, kakak laki-laki itu tidak bisa memukul pemeran utama wanita.

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

'Hah? Kenapa tidak sakit...?'

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด| image

๊น€๋‚จ์ค€|24์‚ด|

"Mengapa aku harus memukulmu?"

Namjoon mengganti pemukulan itu dengan mengelus kepala tokoh protagonis wanita.

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด| image

์ด์—ฌ์ฃผ|18์‚ด|

'Sedikit...tidak buruk...perasaan'

Mungkin rasanya agak menyenangkan

์ด์ˆฉ์šฐํ™” image

์ด์ˆฉ์šฐํ™”

Ppuaeyeop tidur

์ด์ˆฉ์šฐํ™” image

์ด์ˆฉ์šฐํ™”

Selamat tinggal.....

3 komentar atau lebih!

Cerita populer di kalangan penggemar Suga