Tepat 3 detik

Bab 3. Senyum Palsu

๊น€์—ฐ์šฐ image

๊น€์—ฐ์šฐ

Aku benar-benar benci berolahraga...

์œ ์•„ํ˜„ image

์œ ์•„ํ˜„

Aku baik-baik saja.

๊น€์—ฐ์šฐ image

๊น€์—ฐ์šฐ

Mengapa?

๊น€์—ฐ์šฐ image

๊น€์—ฐ์šฐ

Apakah kamu sedang naksir seseorang?

Yeonwoo menyenggolku dengan sikunya.

์œ ์•„ํ˜„ image

์œ ์•„ํ˜„

Ah...

๊น€์—ฐ์šฐ image

๊น€์—ฐ์šฐ

Benarkah??

๊น€์—ฐ์šฐ image

๊น€์—ฐ์šฐ

Hei, Yua,

์œ ์•„ํ˜„ image

์œ ์•„ํ˜„

Astaga!

์œ ์•„ํ˜„ image

์œ ์•„ํ˜„

Semuanya sudah berakhir.

์œ ์•„ํ˜„ image

์œ ์•„ํ˜„

Kita perlu berkumpul.

Dia mengatakan bahwa hari ini kita akan menggabungkan kelas dan bermain dodgeball.

Aku tidak tahu apakah itu nasib buruk atau nasib baik, tapi akhirnya aku berpasangan dengan Jeon Won-woo.

Perasaan cemas muncul di sudut hatiku.

Bagaimana jika saya melakukan kesalahan dan menyebabkan kerugian?

Jika aku tersandung dan jatuh, apakah kamu akan menertawakanku?

Saya merasa gembira sekaligus cemas.

์ „์›์šฐ image

์ „์›์šฐ

Ikuti terus.

์ „์›์šฐ image

์ „์›์šฐ

Ayo kita menang.

์œ ์•„ํ˜„ image

์œ ์•„ํ˜„

Baiklah kalau begitu.

Jeon Won-woo meletakkan kedua tangannya di pinggangku.

Jeon Won-woo tampak tidak terpengaruh.

Tapi jantungku rasanya mau meledak.

์ „์›์šฐ image

์ „์›์šฐ

hati-hati.

Jeon Won-woo mencekik leherku.

Bola itu melesat melewati saya dengan kecepatan tinggi.

Jika aku terkena bola itu, hidungku pasti akan pecah dengan suara keras.

์œ ์•„ํ˜„ image

์œ ์•„ํ˜„

Terima kasih, Jeon Won-woo.

์ „์›์šฐ image

์ „์›์šฐ

TIDAK.

์ „์›์šฐ image

์ „์›์šฐ

Pantau terus.

Saya turun untuk makan siang.

Aku dan Yeonwoo berdiri di belakang antrean, menunggu giliran kami, sambil bercanda.

Aku tidak melihatnya karena aku sedang bermain-main dengan Yeonwoo, tapi Jeon Wonwoo berdiri di depanku.

Kakinya salah langkah dan mengenai kepala Jeon Won-woo dari belakang.

์œ ์•„ํ˜„ image

์œ ์•„ํ˜„

Aduh,

์ „์›์šฐ image

์ „์›์šฐ

Apakah kamu baik-baik saja?

Sebuah suara terdengar dari atas.

Aku membuka mata kelinciku dan menatap Jeon Won-woo.

์ „์›์šฐ image

์ „์›์šฐ

Kamu harus berhati-hati, kamu mungkin terluka.

์œ ์•„ํ˜„ image

์œ ์•„ํ˜„

Oh, kepalaku terbentur... Apakah punggungmu sakit?

์ „์›์šฐ image

์ „์›์šฐ

Tidak terlalu.

์ „์›์šฐ image

์ „์›์šฐ

Mengapa?

์ „์›์šฐ image

์ „์›์šฐ

Apakah kepalamu sakit?

์œ ์•„ํ˜„ image

์œ ์•„ํ˜„

Tidak, saya baik-baik saja.

์ „์›์šฐ image

์ „์›์šฐ

Aku senang kamu baik-baik saja.

์ „์›์šฐ image

์ „์›์šฐ

Selamat makan.

์œ ์•„ํ˜„ image

์œ ์•„ํ˜„

Ya, kamu juga.

Jeon Won-woo masuk lebih dulu untuk mengambil makan siangnya.

Jantungku terus berdebar kencang.

๊น€์—ฐ์šฐ image

๊น€์—ฐ์šฐ

Apa itu?

๊น€์—ฐ์šฐ image

๊น€์—ฐ์šฐ

Wajahmu memerah lagi.

์œ ์•„ํ˜„ image

์œ ์•„ํ˜„

Oh, tidak...

๊น€์—ฐ์šฐ image

๊น€์—ฐ์šฐ

...

๊น€์—ฐ์šฐ image

๊น€์—ฐ์šฐ

Apa yang sedang kamu lakukan? Ayo masuk.

๊น€์—ฐ์šฐ image

๊น€์—ฐ์šฐ

Aku lapar.

Untungnya, saya tidak mengajukan pertanyaan lagi.

Seminggu berlalu begitu saja.

Saat saya memasuki kelas di pagi hari, saya mendengar suara yang mengejutkan.

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

Lee Ji-hoon, apakah kau mendengarnya?

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

Aku dengar Jeon Won-woo punya pacar.

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

Aku tahu.

์ด์ง€ํ›ˆ image

์ด์ง€ํ›ˆ

Itulah yang saya rangkai.

๊ถŒ์ˆœ์˜ image

๊ถŒ์ˆœ์˜

Sungguh?

Saya mendengar percakapan antara Lee Ji-hoon, seorang siswa di kelas saya, dan Kwon Soon-young, seorang siswa di kelas sebelah.

Rasanya seperti biksu itu akan jatuh dengan bunyi gedebuk.

๊น€์—ฐ์šฐ image

๊น€์—ฐ์šฐ

Kamu mau pergi ke mana?

์œ ์•„ํ˜„ image

์œ ์•„ํ˜„

Hah, kamar mandi.

Aku segera meninggalkan tasku dan keluar.

Jantungku terus berdebar kencang, berdebar kencang, berdebar kencang.

Berlari liar.

๊น€์—ฐ์šฐ image

๊น€์—ฐ์šฐ

...

๊น€์—ฐ์šฐ image

๊น€์—ฐ์šฐ

Mari kita pergi bersama.

๊น€์—ฐ์šฐ image

๊น€์—ฐ์šฐ

Apakah kamu baik-baik saja?

์œ ์•„ํ˜„ image

์œ ์•„ํ˜„

...

์œ ์•„ํ˜„ image

์œ ์•„ํ˜„

Tahukah kamu?

๊น€์—ฐ์šฐ image

๊น€์—ฐ์šฐ

Bukankah itu sudah jelas?

๊น€์—ฐ์šฐ image

๊น€์—ฐ์šฐ

Bagaimana mungkin kamu tidak tahu padahal kamu begitu jelas terlihat?

์œ ์•„ํ˜„ image

์œ ์•„ํ˜„

...

์œ ์•„ํ˜„ image

์œ ์•„ํ˜„

Aku tidak tahu, aku merasa ini rumit...

๊น€์—ฐ์šฐ image

๊น€์—ฐ์šฐ

Cuci mukamu.

Aku membasuh wajahku dengan air dingin.

Aku keluar ke lorong untuk kembali ke kelas.

Jeon Won-woo berdiri di depan kelas kami.

Mungkin karena ruang kelas kami berada di depan tangga, pacar kakak kelas saya di tahun ketiga, Jeon Won-woo, ada di sana.

์›๋‹คํฌ image

์›๋‹คํฌ

Seandainya saja aku tidak melakukan itu waktu itu.

์ „์›์šฐ image

์ „์›์šฐ

...

์›๋‹คํฌ image

์›๋‹คํฌ

...

์›๋‹คํฌ image

์›๋‹คํฌ

Bagaimana menurutmu?

์ „์›์šฐ image

์ „์›์šฐ

Tidak, apa yang baru saja kamu katakan?

Jeon Won-woo tersenyum kepada seniornya.

Tapi mengapa senyum itu tampak dipaksakan bagiku?

Bagaimanapun aku memandangnya, senyum yang Jeon Won-woo tunjukkan adalah senyum palsu.

Cerita populer di kalangan penggemar Wonwoo